Minggu, 20 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • Cuaca Buruk di Danau Toba, Operasional Kapal Penyeberangan Terganggu

Cuaca Buruk di Danau Toba, Operasional Kapal Penyeberangan Terganggu

admin Senin, 12 Agustus 2019 13:01 WIB
Ilustrasi
Samosir (SIB) -Cuaca buruk dalam satu bulan terakhir ini di Danau Toba membuat aktivitas pelayaran penyeberangan fery KMP Sumut I dan II dan kapal kapal tradisional/kapal kayu berukuran sedang yang beroperasi di rute Simanindo (Samosir) - Tigaras (Simalungun) menjadi terganggu.

Kepala Unit Fery KMP Sumut I, II Marhan Simbolon kepada SIB, Minggu (11/8) mengakui bahwa sekira sejak pukul 10.30 WIB sampai pukul 15.15 WIB fery penyeberangan KMP Sumut rute Simanindo - Tigaras terganggu pelayarannya atau tidak beroperasi karena cuaca buruk, ombak tinggi disertai angin kencang. Namun setelah ombak mulai turun dan cuaca mulai bersahabat operasional penyeberangan berjalan sebagaimana biasanya, sebut Marhan.

Kepala Kordinator Satuan Pelabuhan (Korsapel) Kaharuddin Siregar yang dikonfirmasi melalui teleponnya terkait aktivitas pelayaran di Danau Toba khususnya rute Simanindo - Tigaras mengatakan bahwa fery penyeberangan KMP Sumut distop pelayarannya selama tiga (3) trip pagi sekira pukul 10.30 WIB dan sekira pukul 15.15 wib kembali beroperasi. Itulah akibat cuaca buruk yang menyebabkan ombak tinggi dibarengi angin kencang," katanya.

"Sementara kapal kayu yang mengangkut penumpang dan sepeda motor stop total, kita imbau untuk tidak beroperasi menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan, jadi kita antisipasi akibat cuaca buruk".

Oleh karenanya sambung Kaharuddin, kepada penumpang kapal disarankan untuk mempersiapkan pelampung saat sudah berada di dalam kapal ataupun fery karena cuaca tidak bisa di prediksi.

"Walaupun kita sudah memiliki Air Water Station (AWS) alat untuk memonitor cuaca dengan kondisi cuaca sekarang tetap tidak bisa diprediksi oleh karena itu kita tetap mengimbau para nahkoda", jelasnya.

Dengan demikian jelas Kaharuddin lagi, pihaknya tetap ekstra hati-hati mengantisipasi cuaca buruk yang saat ini melanda Danau Toba dan selalu membuat imbauan kepada para nahkoda kapal.

Apabila angin 10m/sec kapal kayu masih bisa beroperasi namun harus waspada dan apabila di atas 10m/sec kapal kayu tidak bisa beroperasi.

"Untuk kapal Fery Sumut I dan II bisa berlayar dengan kondisi angin 10m/sec sampai 15m/sec tapi apabila kondisi angin di atas 15m/sec seperti tadi pagi maka kapal fery stop tidak bisa beroperasi menunggu cuaca normal," jelas Kaharuddin.

Menurut Sidabalok, salah seorang nahkoda kapal kayu pengangkut penumpang rute Simanindo-Tigaras kepada wartawan mengatakan bahwa dua pekan terakhir ini pelayarannya terganggu, tapi 1 pekan terakhir ini sama sekali tidak bisa beroperasi.

Kadis Perhubungan Samosir Nurdin Siahaan mengatakan, sekaitan dengan kondisi yang ekstrim pada saat ini di mana ombak besar dan angin kencang pihaknya mengimbau kepada seluruh pengusaha/nahkoda kapal di seluruh kabupaten Samosir agar selalu siaga dan hati-hati.

Nurdin juga meminta agar pemilik kapal/nahkoda memperhatikan keselamatan pelayaran di antaranya, hentikan pelayaran jika ombak besar dan angin kencang, apabila kapal berlayar pastikan kondisi kapal layak berlayar dan seluruh penumpang sudah menggunakan life jacket.

Selain itu Nurdin juga mengimbau kepada nahkoda kapal agar dipastikan seluruh penumpang terdaftar di manifest penumpang dan para nahkoda harus berkordinasi dengan petugas pelabuhan. (BR11/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments