Jumat, 22 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • China Tingkatkan Anggaran Militer Hingga Rp1.500 Triliun

Di Tengah Kemelut Laut China Selatan

China Tingkatkan Anggaran Militer Hingga Rp1.500 Triliun

Kamis, 06 Maret 2014 10:46 WIB
Sib/int
Beijing (SIB)- Pemerintah China mengumumkan menambah anggaran pertahanan mereka. Pengumuman penambahan anggaran militer tersebut disampaikan Perdana Menteri Li Keqiang di hadapan sidang tahunan Kongres Rakyat Nasional (NPC) mengatakan bahwa ini adalah upaya China untuk memodernisasi persenjataan mereka.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (5/3), PM Li mengatakan, anggaran pertahanan China ditingkatkan hingga 12,2 persen pada tahun ini, senilai 808,23 miliar yuan atau lebih dari Rp1.500 triliun. Peningkatan anggaran ditujukan untuk mengembangkan senjata teknologi tinggi dan meningkatkan pertahanan laut dan udara. "Kami akan meningkatkan sifat revolusioner angkatan bersenjata China, memodernisasi dan meningkatkan kinerja mereka, serta terus menambah kemampuan mereka untuk bertempur dan bertahan di era informasi seperti sekarang ini," kata Li berbicara di pertemuan tahunan parlemen China tersebut.

Ini adalah anggaran pertahanan pertama yang disahkan pada pemerintahan Presiden Xi Jinping. Peningkatan anggaran kali ini terbesar sejak tambahan 12,7 persen pada 2011. Li mengatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan riset untuk memperkuat pertahanan nasional dan mengembangkan senjata teknologi canggih yang baru. "Kami akan meningkatkan pertahanan perbatasan, laut dan udara," kata Li. Peningkatan anggaran ini dilakukan China di tengah semakin tegangnya hubungan dengan negara tetangga terkait perairan sengketa Laut China Selatan. Jet tempur dan kapal China rutin berpatroli di Laut China Selatan, memicu protes dari Filipina dan Taiwan.

Selain itu, China juga jadi ancaman bagi Amerika Serikat yang mengalihkan fokus militernya ke Asia. Sesaat setelah AS mengumumkan strategi baru tersebut, China membangun kapal selam dan rudal anti-kapal perang baru serta menguji teknologi tameng pertahanan rudal udara. "Ini adalah berita yang mengkhawatirkan untuk tetangga China, terutama Jepang," kata Rory Medcalf, ahli keamanan regional di lembaga Lowy Institute di Sydney. Jepang dan China tengah terlibat perebutan pulau di Laut China Timur. Namun pemerintah Beijing mengatakan bahwa dunia tidak perlu takut akan meningkatnya anggaran pertahanan China. Juru bicara parlemen Fu Ying, mengatakan bahwa China akan menggunakan kekuatannya untuk pertahanan dan perdamaian dunia.

Para analis yakin belanja militer China sebenarnya jauh lebih tinggi daripada yang dipublikasikan. Pentagon memperkirakan hal itu berada di angka antara 135 miliar dollar sampai 215 miliar pada 2012.

Beijing setiap tahun––dalam beberapa tahun terakhir––telah meningkatkan belanja militernya sebesar dua digit. Hal itu mencerminkan ambisi militer China saat kekuatan ekonominya semakin perkasa dan kuatnya klaim-klaim mereka dalam serangkaian sengketa teritorial dengan Jepang dan sejumlah negara lainnya. Meski demikian, anggaran militer China tersebut masih jauh lebih sedikit ketimbang dana yang dikeluarkan AS untuk pertahanannya, yang mencapai US$526 miliar atau lebih dari Rp6.000 triliun. Para ahli memperkirakan, perlu puluhan tahun bagi China untuk bisa menyamai anggaran pertahanan Amerika. (Rtr/R16)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments