Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Cawapres 01-02 Tampil Baik, Ma'ruf Amin Mengejutkan

Debat

Cawapres 01-02 Tampil Baik, Ma'ruf Amin Mengejutkan

* Soal Sosbud, Amin Contohkan "Dalihan Na Tolu", Jokowi Mampir Temui Ma'ruf
admin Senin, 18 Maret 2019 09:01 WIB
Ant/Wahyu Putro A
DEBAT CAPRES PUTARAN KETIGA : Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin (kiri) dan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3). Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.
Jakarta (SIB) -Pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya menilai cawapres No 01, Ma'ruf Amin, memiliki efek kejut saat menyampaikan visi dan misinya di sesi pertama debat cawapres, kemarin malam (17/3), di Hotel Sultan, Jakarta.

Hal itu, menurutnya, membuat Ma'ruf unggul atas lawannya, cawapres Sandiaga Uno. "Sebetulnya dua-duanya menunjukkan persiapan yang cukup matang karena ketika berbicara betul-betul kalimat terakhir itu sampai detik terakhir itu, misalnya itu terlihat sekali sudah melalui latihan yang cukup matang, sehingga waktunya pun pas," ujar Yunarto, Minggu (17/3).

Meski kedua cawapres memiliki penampilan yang baik dalam menyampaikan visi dan misi, menurutnya, Ma'ruf lebih memiliki efek kejut.

"Yang lebih memiliki efek kejut itu Kiai Ma'ruf, karena memang ekspektasi yang tidak terlalu tinggi kepada Kiai Ma'ruf, tetapi artikulatif sekali, jauh berbeda seperti apa yang ditampilkan di debat pertama," katanya.

Yunarto melanjutkan, saat menyampaikan visi dan misi, Ma'ruf memiliki intonasi yang memang terlihat seperti layaknya politikus senior dalam menyampaikan pidatonya. Hal ini dilengkapi dengan beberapa kalimat yang menunjukkan bahwa Ma'ruf sebagai sosok ulama.

"Dengan latar belakang beliau sebagai ulama, dengan beberapa kalimat yang memang hanya bisa dikeluarkan oleh ulama. Tadi ada hadis, itu menurut saya efek kejut yang tidak dimiliki oleh Sandi. Walaupun untuk pembukaan Sandi juga cukup stabil, tapi untuk masuk ke narasi yang memang memiliki daya elektoral seperti ketika dia berbicara BPJS, tetapi efek kejut inilah yang membuat Kiai Ma'ruf unggul 1-0 di awal, karena ada unsur kaget," imbuhnya.

"Gaya berbicaranya (Ma'ruf) tadi seperti betul-betul orang yang seperti berpidato politik, efek kejut tadi yang menurut saya membuat sebagian orang underestimate atau memiliki ekspektasi rendah kemudian melihat Kiai Ma'ruf sebagai sosok yang berbeda," lanjutnya.

MA'RUF DEFENSIF, SANDIAGA AGRESIF
Sesi kedua debat mengangkat tema soal pendidikan dan kesehatan. Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin dinilai defensif dalam sesi ini.

"Sesi kedua terlihat memang Pak Kiai lebih defensif dan memilih untuk tidak berdebat dan mempromosikan kinerja Jokowi," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun.

Namun, Rico melihat Ma'ruf punya kelebihan dalam memaparkan detail angka. Hal ini dilakukan berkali-kali.

"Saya pikir satu kelebihan dari Kiai Ma'ruf saat ini terlihat bahwa beliau masih memiliki memori yang sangat baik dan kefasihan dalam mengungkapkannya. Berkali-kali Kiai mampu menyebutkan angka-angka capaian Jokowi secara spesifik. Dan ini bukan tugas yang mudah," bebernya.

Sementara, Rico melihat Sandiaga agresif menyerang secara halus pada sesi ini. Ricomencatat ada 3 serangan yang dilancarkan Sandiaga ke Ma'ruf.

"Sementara dari sesi ini Sandiaga terlihat sangat agresif dalam menyerang walaupun lagi-lagi dilakukan secara halus. Setidaknya dalam sesi kesehatan ada tiga serangan. Serangan Sandi bahwa badan riset itu hanya menambah birokrasi, serangan kedua terkait antrean yang mengekor di BPJS dan ketiga saat mengatakan pengelolaan BPJS tidak baik," ujar Rico.

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mendapat giliran pertama menyampaikan visi-misinya. Ma'ruf menekankan agar masyarakat saat ini tidak perlu khawatir untuk urusan pendidikan dan kesehatan.

"Kepada anak-anakku semuanya, saya nyatakan kalian jangan takut untuk bermimpi, jangan takut untuk bercita-cita," ucap Ma'ruf.
"Orang tua tidak perlu khawatir akan masa depan anaknya. La tahzan (jangan takut)," imbuhnya.

Ma'ruf mengaku akan melanjutkan program Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Dia bertekad bersama Jokowi akan terus menerapkan program kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan dan sosial-budaya yang dimiliki Jokowi-JK.

"Kalian jangan takut dan jangan sedih, karena sekarang negara telah hadir dan negara akan terus hadir membantu kalian," ucapnya lagi.

Sementara itu, Sandiaga Uno menyampaikan komitmen di bidang kesehatan. Sandi berjanji membenahi pola rujukan rumah sakit di Indonesia serta program pencegahan seperti gerakan 22 menit.

"Kami juga akan membenahi sistem rujukan, kami pasti melihat bahwa pola rujukan yang lebih mengutamakan layanan kesehatan masyarakat agar mereka tak menunggu berjam-jam di RS karena sistem rujukannya berbelit-belit," kata Sandiaga dalam debat.

"Kami melihat bahwa tugas pemerintah juga adalah menghadirkan kebijakan-kebijakan yang bisa mencegah promotif preventif yang kami sebut gerakan 22 menit tiap hari berolahraga. Saya alhamdulillah menjalankannya setiap hari dan saya liat dampaknya positif terhadap pengurangan biaya kesehatan," imbuh Sandiaga.

Sandi juga berbicara soal pencegahan dan penurunan angka stunting. Dia mengungkit programnya ketika menjadi Wagub DKI Jakarta.

"Kami yakin gizi anak akan lebih baik kalau kita beri program antara sistem pendidikan di mana TK dan SD menyiapkan susu dan kacang hijau seperti di Jakarta yang kami jalankan sehingga stunting bisa kita turunkan semakin cepat untuk masa depan Indonesia menang," katanya.

TAK DI-COVER BPJS
Cawapres Sandiaga Uno kembali mengungkap kisah masyarakat di panggung debat. Kali ini yang diungkap adalah kisah Bu Lis dari Sragen.

"Ada cerita masyarakat mengenai persoalan kesehatan. Ada kisah Bu Lis di Sragen yang BPJS tak lagi bisa meng-cover," tuturnya.
Sandiaga menyatakan persoalan yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan ini akan diselesaikan apabila dia dan Prabowo Subianto menang dalam Pilpres 2019.

"Dalam 200 hari, akar masalah dari BPJS Kesehatan ini akan dihentikan," katanya.

Sandiaga mengatakan persoalan lain berkaitan dengan keuangan BPJS juga akan diselesaikan.

"Tenaga kesehatan harus dibayar tepat waktu, obat harus dibayar tepat waktu, tidak boleh ada antrean panjang," tuturnya lagi.
Mengenai sosok Lis ini pernah diunggah Sandi di akun Facebook miliknya. Kata Sandi saat itu, Lis merupakan pengidap kanker payudara yang obatnya tidak di-cover oleh pemerintah.

"Saya bertemu dengan Ibu Liswati, penderita kanker payudara yang biaya obatnya tidak di-cover oleh pemerintah. Hal ini sangat memberatkannya sebagai warga kecil. Beliau ingin mendapatkan keadilan untuk pelayanan kesehatan. Insyaallah, Bu, kami akan perjuangkan masalah ini. Saya dan Pak Prabowo Subianto akan memperbaiki tata kelola BPJS karena sistem BPJS kesehatan ini seharusnya dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses kesehatan, bukan malah menyusahkan. Ke depan, kami pastikan tidak ada rumah sakit dan Puskesmas yang diutangi lagi dan kami pastikan pelayanan kesehatan tidak hanya diberikan ke kelas menengah ke atas, tapi juga untuk seluruh kalangan masyarakat yang membutuhkan seperti Bu Liswati," kata Sandiaga di akun Facebooknya pada 30 Desember 2018.

ASURANSI TERBESAR DUNIA
Ma'ruf Amin memamerkan BPJS. Dia mengatakan BPJS merupakan asuransi terbesar di dunia.

"JKN kita telah melakukan upaya asuransi sosial yang besar, bahkan mencapai 215 juta peserta. Asuransi BPJS dan ini merupakan asuransi terbesar di dunia. Di samping itu 96,8 juta peserta itu memperoleh biaya iuran dari pemerintah dengan demikian pemerintah telah mencanangkan besar dalam rangka memberikan pelayanan harga yang murah agar masyarakat mendapat pelayanan yang optimal," katanya.

Namun dia akan memaksimalkan dan menyempurnakan program kesehatan yang sudah digagas pemerintahan Jokowi-JK. Dia akan meningkatkan pelayanan dan memberikan pusat kesehatan yang mampu dijangkau masyarakat.

"Namun sesuai prinsip kami untuk melakukan, memaksimalkan, memperbesar, menyempurnakan dan juga menambah, maka kami akan terus meningkatkan pelayanan dengan memberikan pusat kesehatan yang dapat dijangkau masyarakat dengan layanan lebih, baik dokter yang siap dan melakukan retribusi tenaga medis dan obat yang cukup agar tak kekurangan obat," ujarnya.

'RISET '10 YEARS CHALLENGE'
Visi Ma'ruf Amin soal pembentukan badan riset nasional dikritik Sandiaga, dia pun membalas dengan argumen yang lebih kuat.

"Mohon maaf, nuwun sewu, kalau membuat lembaga baru itu menambah birokrasi," kata Sandiaga mendebat visi Ma'ruf Amin yang ingin memajukan Indonesia dengan memperkuat riset dengan membentuk Badan Riset Nasional.

Sandiaga pun lantas memaparkan visinya tentang riset nasional. Dia ingin membuka peluang dunia usaha untuk melakukan riset.

"Bagi kami kuncinya kolaborasi. Dunia usaha kita berikan insentif kalau investasi di research. Kita punya lembaga riset tapi banyak yang dihasilkan tidak digunakan, kita akan memberikan kesejahteraan lebih baik. Kalau pemerintah tidak memfasilitasi, bagaimana ekosistem riset menghasilkan," kata Sandiaga.

Ma'ruf Amin pun tak tinggal diam. Ia lantas meluruskan persepsi Sandiaga soal Badan Riset Nasional yang akan didirikannya.

"Bukan menambah, tapi mengefisienkan lembaga, menyatukan lembaga di bidang riset. Dengan demikian riset akan semakin berkembang ke depan. Bisa menjadi riset yang membangun Indonesia ke depan," jelas Ma'ruf.

"Sekali lagi kita persiapkan untuk 10 years challenge," pungkasnya.

KISAH BUNG KARNO
Sandiaga Uno mengawali jawabannya mengenai persoalan meningkatkan sektor kebudayaan dengan memaparkan kisah Bung Karno yang bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat.

"Di tahun 1961, Bung Karno bertemu dengan menteri Pertahanan AS. Beliau menyatakan 'tuan mungkin memiliki bom atom, tapi kami memiliki seni budaya yang tinggi'," ujar Sandiaga.

Sandiaga menjawab pertanyaan dari panelis mengenai bagaimana solusi yang dia tawarkan mengenai banyaknya pembangunan infrastruktur namun tidak ada pembangunan sebanding di sektor budaya.

Kembali ke jawaban Sandiaga, dia mengisahkan 60 tahun setelah pertemuan Bung Karno dengan menteri pertahanan AS tersebut, pernyataan Bung Karno terbukti.

"UNESCO menyatakan Indonesia menjadi negara superpower, adidaya yang memiliki kebudayaan yang tinggi," tuturnya.

Lalu bagaimana solusi Sandi? Menurutnya negara bisa menggandeng dunia usaha untuk memaksimalkan pembangunan di sektor budaya.

"Begitu juga dengan kurikulum untuk meningkatkan minat mencintai budaya. Kita akan tambah anggarannya namun juga menambah wewenangnya untuk berkolaborasi," katanya.

PAMER 1.000 STARTUP
Sandiaga Uno bertanya bagaimana strategi Ma'ruf untuk menghadirkan keadilan untuk tenaga kerja Indonesia di tengah masuknya tenaga kerja asing. Ma'ruf Amin pamer soal pertumbuhan startup di Indonesia.

"Tenaga kerja asing di Indonesia terkendali dengan aturan yang ada, jumlahnya di bawah 0,01 persen dan itu adalah paling rendah di seluruh dunia," kata Ma'ruf.

Oleh karena itu, lanjut Ma'ruf, untuk memberikan lapangan kerja untuk WNI, pihaknya akan melakukan dengan iklim kerja yang kondusif untuk dunia usaha maupun industri. Juga memberikan akses yang mudah seperti KUR sehingga dunia usaha tumbuh dan buka lapangan kerja," ujarnya.

Selain itu, Ma'ruf kembali bicara ada infrastruktur langit yang menumbuhkan usaha-usaha startup. Ma'ruf menyebut sudah 1.000 startup yang tumbuh.

"Dalam lima tahun empat tahun kita telah kembangkan seribu startup, padahal, di Iran butuh 10 tahun," ujarnya.

Ma'ruf juga menargetkan startup itu terus tumbuh jika Jokowi-Ma'ruf terpilih. Pada 2024 nanti, kata Ma'ruf, ditargetkan ada 3.500 startup.

"Sampai 2024 kita bisa tumbuhkan yaitu 3.500 startup hingga buka lapangan kerja. Walaupun tingkat pengangguran turun, tapi terus tekan dan turun lagi," ujarnya.

MA'RUF BICARA DALIHAN NA TOLU
Ma'ruf Amin ingin membangun jati diri bangsa melalui kearifan lokal masing-masing daerah di Indonesia. Sebab, menurut Ma'ruf, nilai-nilai kehidupan dari kearifan lokal bisa menjadi nilai kehidupan berbangsa dan ber-Tanah Air.

"Kami akan terus mengembangkan budaya nasional, terutama juga kearifan lokal. Kita punya Dalihan Na Tolu, Pela Gandong, Rumah Betang," ucap Ma'ruf.

"Di dalam rangka membangun jati diri bangsa, membangun toleransi dan gotong royong, karena itu kita kembangkan menjadi nilai kehidupan," imbuhnya.

Ma'ruf menyebut nilai-nilai kebudayaan yang bisa diterapkan untuk personal yaitu gotong royong dan akhakul karimah. Selain itu ada pula nilai kebudayaan kolektif kebangsaan yang bisa diwujudkan untuk kehidupan berbangsa.

"Yang kolektif kebangsaan adalah berdaulat dalam politik, mandiri dalam perekonomian dan berkepribadian dalam kebudayaan. Nilai-nilai individual dan kebangsaan ini adalah warisan budaya kita akan kita angkat dari kearifan lokal dan budaya lokal dan itu akan kita jadikan konservasi budaya yang nantinya akan memberikan nilai-nilai yang bukan saja nasional tapi juga global," ucapnya.

JOKOWI TEMUI MA'RUF
Sebelumnya, Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) tidak berlama-lama di The Sultan Hotel, Jakarta, yang menjadi lokasi debat cawapres. Jokowi mengaku hanya menemui cawapresnya, Ma'ruf Amin, sebelum debat.

"Saya hanya memberikan semangat, mengantar sampai ke panggung bagian belakang," ujar Jokowi di Golden Ballroom The Sultan Hotel, Jakarta, Minggu (17/3).

Jokowi mengaku ada kegiatan lain setelah ini sehingga tidak berlama-lama. Bagi Jokowi, Ma'ruf sudah siap menghadapi debat melawan Sandiaga Uno itu.

"Saya ketemu beliau lima hari lalu. Beliau sampaikan penguasaan masalah materi, lapangan, ngerti kalau kegunaan KIS seperti apa di lapangan. Beliau paham," ucap Jokowi.

Jokowi sebelumnya tiba bersama istrinya, Iriana. Tampak pula Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Menteri PMK Puan Maharani.

Debat cawapres kali ini bertema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan sosial-budaya. Debat akan dimulai pukul 20.00 WIB dan disiarkan secara langsung oleh Trans TV, Trans7, CNN Indonesia TV dan detikcom. (Detikcom/q)
T#gs Cawapres Dalihan na Tolu Jokowi Sandiago UnoDebat
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments