Minggu, 08 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Caleg Tak Boleh Sembarangan Pasang Iklan di Media Massa

Caleg Tak Boleh Sembarangan Pasang Iklan di Media Massa

* Facebook Larang Iklan Pemilu dari Luar Indonesia
admin Rabu, 06 Maret 2019 09:51 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Medan mengingatkan para calon anggota legislatif (Caleg) tidak sembarangan memasang iklan di media massa. Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Medan, Muhammad Fadly, mengatakan, yang berhak memasang iklan di media massa adalah peserta pemilu. Caleg bukanlah peserta pemilu.

Meski begitu, caleg tetap bisa memasang iklan di media massa dengan catatan mendapat rekomendasi dari pengurus partai politik. Biaya juga ditanggung sendiri oleh caleg tersebut. "Jadi, apabila ada caleg yang ingin menampilkan iklan kampanye di media massa, maka haruslah difasilitasi atau direkomendasi partai politik yang bersangkutan, dalam hal ini oleh ketua dan atau sekretaris partai. Kalau tidak, bisa dikenakan sanksi," ujarnya, di Kantor Bawaslu Medan, Selasa (5/3).

Untuk waktu pemasangan, katanya, juga harus diperhatikan. Tidak boleh dilakukan sebelum 24 Maret 2019, dengan batas paling lama adalah 21 hari hingga 13 April 2019, atau sebelum hari tenang. "Untuk saat ini, yang diatur secara terperinci melalui petunjuk teknis masih untuk iklan di media cetak, media elektronik radio dan media elektronik televisi, yakni yang dimuat dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 291/Pl.02.4-Kpt/06/KPU/I/2019 tentang Petunjuk Teknis Fasilitasi Penayangan Iklan Kampanye Melalui Media Bagi Peserta Pemilihan Umum Tahun 2019," katanya.

Sedangkan untuk media online atau media dalam jaringan, sampai saat ini, katanya, KPU belum ada membuat petunjuk teknisnya. "Jadi untuk rekan-rekan wartawan, agar bisa memberitahu pihak redaksi masing-masing, agar bila ada menerima pesanan iklan, pastikan dulu lah kelegalannya. Pastikan bahwa caleg yang bersangkutan membawa surat rekomendasi yang diteken oleh pimpinan partai politiknya," terang Fadly.

Larang Iklan
Sementara itu, Facebook membuat kebijakan baru jelang pencoblosan Pemilu 2019. Demi mencegah campur tangan asing, Facebook melarang iklan Pemilu yang dibeli dari luar Indonesia.

Kebijakan baru Facebook ini dimuat Newsroom Facebook. Facebook mengaku selama ini bekerja untuk melindungi Pemilu di berbagai negara, di antaranya dengan cara menghapus akun palsu, mengurangi berita bohong, serta meningkatkan transparansi iklan.

Kebijakan-kebijakan itu juga dilakukan menjelang pencoblosan Pemilu 2019 pada 17 April 2019. Mulai kemarin, Facebook membatasi iklan Pemilu dari luar negeri.

"Memerangi campur tangan asing adalah pilar utama dari pendekatan kami untuk menjaga integritas Pemilu di platform kami. Sebagai bagian dari komitmen ini, kami untuk sementara waktu menolak iklan Pemilu yang dibeli dari luar Indonesia," demikian keterangan Facebook.

"Pembatasan ini berlaku mulai pagi ini dan berlaku untuk iklan apa pun yang berasal dari pengiklan yang berbasis di luar negeri, jika itu merujuk pada politisi atau partai politik atau upaya untuk mendorong atau menekan suara," sambung Facebook.

Facebook menggabungkan review otomatis dan juga review langsung oleh manusia untuk mengidentifikasi iklan Pemilu yang berasal dari luar negeri. Dengan demikian, bisa dipastikan iklan-iklan itu tidak akan tampil.

Selain pembatasan iklan, Facebook memastikan lebih cepat merespons aduan soal hal-hal yang dilarang di platform tersebut. Tim di Facebook juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk fact-checking informasi-informasi terkait Pemilu. (A14/detikcom/d)
T#gs Caleg Facebook Larang Iklan Pemilu dari Luar IndonesiaIklan di Media Massa
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments