Senin, 16 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Cak Imin: RI Harus Ikut Tentukan Kewajiban Dunia di Konferensi Perubahan Iklim

Cak Imin: RI Harus Ikut Tentukan Kewajiban Dunia di Konferensi Perubahan Iklim

redaksi Selasa, 03 Desember 2019 13:56 WIB
detik/Amelia
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Paviliun Indonesia UNFCCC-COP25 di Madrid,Senin (2/12).
Madrid (SIB)
Indonesia memiliki peran penting dalam Konferensi Perubahan Iklim (UNFCC-COP25) di Madrid, Spanyol. Negosiasi-negosiasi dari delegasi RI sangat diperhitungkan, sehingga posisi Indonesia tidak lagi dituntut oleh negara-negara dalam COP25 ini.

"Indonesia sangat diperhitungkan, tinggal bagaimana agar kita tidak hanya dituntut tapi menuntut peran negara-negara maju," kata Wakil Ketua DPR RI Muhaimim Iskandar di Paviliun Indonesia di IFEMa de Madrid, Madrid, Senin (2/12/2019).

Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin ini, Indonesia harus mempertahankan negosiasi-negosiasi dalam konferensi perubahan iklim tersebut.

"Indonesia dalam COP25 ini harus ngotot ikut negosiasi menentukan kewajiban-kewajiban negara-negara dunia dan peran Indonesia sangat ditunggu," katanya.

Peranan Indonesia dalam konferensi ini sangat penting.

"Karena besarnya kontribusi Indonesia, terutama hutan kita, lingkungan kita, alam kita punya peranan besar, sehingga negosiasi dan peran Indonesia sangat strategis," lanjutnya.

Dalam menghadapi pemanasan global ini, diperlukan adanya peran semua pihak, tidak hanya pemerintah, lembaga negara, namun masyarakat individu sendiri.

DPR RI sendiri sebagai fungsi legislasi tengah mendorong regulasi terhadap industri yang ramah lingkungan dengan membentuk undang-undang hijau.

"Undang-undang hijau tadi harus segera terwujud, yang tertentu undang-undang lingkungan hidup yang berkontribusi langsung termasuk Undang-Undang Climate Change," kata Cak Imin.

"Kedua, anggaran bagaimana DPR agar bisa mendorong kontribusi anggaran yang signifikan buat peran menjaga lingkungan hidup kita," tandas Cak Imin.

Imin Dorong UU Hijau
Sementara itu, dalam berkontribusi terhadap isu pemanasan global itu, DPR RI mendorong agar undang-undang hijau segera terwujud.

"Tentu ada dua, Undang-Undang Hijau tadi harus segera terwujud yang tertentu undang-undang lingkungan hidup yang berkontribusi langsung, termasuk undang-undang climate change," kata Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar.

Undang-undang hijau sangat penting sebagai regulasi yang mewujudkan industri yang ramah lingkungan.

"Kemudian kedua, kita juga mendorong agar kontribusi anggaran yang signifikan dalam peranannya menjaga lingkungan hidup," imbuh Cak Imin.

Pemanasan global sebagai dampak meningkatnya emisi memerlukan adanya aksi nyata. Semua pihak diharapkan dapat berkontribusi dalam mendorong pengurangan emisi yang dapat meningkatkan pemanasan global.

"Nampaknya ancaman perubahan iklim ini belum sepenuhnya jadi komitmen kesadaran kita, masyarakat kita masyarakat industri pada umumnya sehingga kita berkewajiban untuk terutama pertemuan COP25 ini melibatkan semua pihak untuk melakukan aksi nyata," papar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Indonesia sendiri memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan iklim ini. Peran Indonesia dalam UNFCC-COP25 ini diharapkan secara konkret bisa dirasakan oleh dunia global.

"Mau tidak mau, ayo kita semua terlibat untuk menjaga pemanasan global agar dengan cara kurangi emisi sebaik-baiknya, kontribusi Indonesia sangat dibutuhkan dan masa depan lingkungan hidup kita sangat tergantung keterlibatan semua masyarakat," tutur Cak Imin. (detikcom/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments