Selasa, 29 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • Buronan Bank Century Jadi Calon Bos Klub Skotlandia

Buronan Bank Century Jadi Calon Bos Klub Skotlandia

Kamis, 18 September 2014 12:05 WIB
London (SIB)- Rafat Ali Rizvi, pria berkewarganegaraan Inggris yang telah divonis 15 tahun penjara oleh pemerintah Indonesia dalam kasus korupsi Bank Century dan kini menjadi buronan menjadi calon pemilik Klub Rangers

Seperti dilansir dailyrecord.co.uk, Rabu (17/9), Rafat Ali Rizvi  berencana mengambil alih klub sepak bola Rangers di Skotlandia. Rifat terlihat berjalan-jalan bersama para broker penjualan klub Rangers dan sejumlah pengusaha Malaysia di kota Glasgow, Skotlandia.

Rafat, sendiri saat ini tengah menjadi buron dan namanya terdaftar di situs Interpol Indonesia dengan tuduhan pencucian uang, korupsi dan penipuan dalam kasus Bank Century.

Rafat telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan Indonesia secara in absentia (tanpa kehadiran terdakwa) sebanyak 15 tahun penjara.

Namun ia mengakali keadilan dengan cara berlindung di negara-negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Jakarta.

 Inggris adalah salah satunya.

Telah Bergabung
Kabar Rafat Ali Rizvi, menjadi calon pemilik klub sepak bola Skotlandia, Rangers diakui kepala Finance Rangers, bahwa pemilik Craig Whyte dan manajer komersial axed Imran Ahmad menjual saham 5 juta Pound  ke Rafat Rizvi - buron yang paling dicari Interpol karena "korupsi, pencucian uang dan kejahatan perbankan"

Kepala keuangan Brian Stockbridge mengakui penjualan saham di klub saat ini tengah jadi pembahasan dengan Rafat. Namun menurutnya  Rafat mengatakan tidak terlibat dalam kasus penggelapan itu dan dia mengatakan status itu  "sangat mengganggu."

Mereka menyerukan untuk para penggemar untuk menjadi Rangers Mengatakan yang Diinvestasikan dalam dan berkata: "Kita perlu membesar klub. Pada saat ini, Rafat telah mengambil saham klub sebesar £ 5.5million." tutur Brian seperti dilansir Daily.

Fans Boikot
Keputusan klub sepak bola, Skotlandia Rangers menjadikan  Rafat Ali Rizvi sebagai pemilik klub menuai reaksi keras dari fans fanatik Rangers. Fans berencana akan memboikot semua laga Rangers jika orang yang paling dicari di Indonesia tersebut memimpin klub kebanggaan mereka.

Pendukung Uni Rangers yang kecewa berencana akan memboikot Rangers terkait keputusan Direksi Rangers, Sandy Easdale saat ini yang menjual klub kepada Buron Bank Century tersebut.

"Uni menyerukan penggemar Graham Wallace dan dewan PLC untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencabut segera Sandy Easdale sebagai direktur Rangers Football Club," tutur pernyataan Fans Rangers, Uni seperti dilansir the telegraph, Rabu.

"Kami mengutuk perilaku Mr Easdale sebagai direktur ketika memutuskan Mr Rafat Rizvi sebagai ketua klub. Sedangkan Rafat adalah orang yang paling dicari oleh Interpol dengan beberapa tuduhan pencucian uang, korupsi di sebuah bank di Indonesia,"

Korban Politik
Rafat A Rizvi mengaku sebagai korban politik Indonesia. Bahkan, PN Jakarta Pusat sudah memvonis Rizvi selama 15 tahun penjara pada Kamis 16 Desember 2010.

Meski demikian, Rafat menyangkal segala tuduhan yang dilancarkan Pemerintah Indonesia terkait korupsi, pencucian uang dan perbankan.

"Tuduhan itu tak mendasar, aku ini korban politik Indonesia," tutur Rafat seperti dilansir Dailyrecord, Rabu.

Sementara itu, menurut pengacara Rafat, ia percaya kliennya akan dijadikan kambing hitam atas kegagalan bank tersebut. Rafat adalah pemegang saham utama di Bank Century bersama Hesham al Warraq, warga negara Arab Saudi, dan pengusaha lokal bernama Robert Tantular.

Yang terakhir ini telah dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun atas tuduhan pelanggaran surat perjanjian.

Pemerintah Indonesia juga mengejar Rivzi dan Al Warraq atas tuduhan korupsi. Para pengacaranya mengatakan, jika terbukti bersalah, mereka bisa menghadapi hukuman mati.

Rafat Ali Rizvi (49), yang besar dan menempuh pendidikan universitas di Inggris, telah dituduh mencuri aset dari Bank Century setelah bank itu diselamatkan dari kehancuran oleh pemerintah Indonesia pada bulan November 2008 dengan kucuran dana sebesar Rp7,9 triliun dari uang para pembayar pajak.

Interpol telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Rizvi atas permintaan Indonesia, tetapi ia membagi waktunya antara Inggris, di mana ia memiliki sebuah properti di London Park Lane, dan Singapura. Kedua negara tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.

Rafat, diyakini memiliki kekayaan sekitar Rp6 triliun lebih, sudah mengajukan klaim tidak bersalah tapi teman-temannya mengatakan bahwa ia sangat kuatir jika diadili di Indonesia, karena kasus Bank Century itu telah menjadi kasus politik tingkat tinggi. (sindonews.com/i)
T#gs bankBuronan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments