Jumat, 23 Agu 2019

Pemberitaan Gaji Honor Satpol PP dan Petugas Damkar

Bupati Humbahas Bantah Keterangan Kepala BPKPAD

admin Selasa, 14 Mei 2019 08:30 WIB
SIB/Dok
Dosmar Banjarnahor
Humbahas (SIB) -Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor keberatan atas pemberitaan sejumlah media yang menyebutkan gaji honor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan petugas Damkar Humbahas yang belum dibayar 4 bulan telah dibayar dengan cara dicicil.

Keberatan itu disampaikannya kepada wartawan usai mengikuti rapat paripuna, pemandangan umum fraksi atas tiga Ranperda, di Gedung DPRD Humbahas, Senin (13/5).

Bupati yang saat itu didampingi Ketua DPRD Humbahas Manaek Hutasoit dan Sekdakab Tonny Sihombing terlihat kesal atas pemberitaan tersebut dan mendesak wartawan untuk menjelaskan siapa sumber yang mengatakan gaji para tenaga honor telah dibayar dengan cara dicicil.

Menurut dia, berita yang dimuat di media itu tidak benar, karena hingga saat ini gaji honor Satpol PP dan Petugas Damkar belum dibayarkan sama sekali.

"Kenapa pemberitaan di media bapak, pencairan gaji Satpol PP dan Damkar dengan cara menyicil. Siapa bilang gaji Satpol PP dibayarkan. Tidak ada itu," katanya.

Dia juga menegaskan pemerintahan itu bukan perkreditan yang ada cicil cicilan. "Pemberitaan bapak itu tidak benar. Siapa yang mengatakan gaji Satpol PP itu dicicil. Siapa?" kata Dosmar.

Saat wartawan menjelaskan bahwa gaji Satpol PP telah dibayar tiga bulan dari tunggakan empat bulan, Bupati malah membantah gaji Satpol PP belum ada dibayar. "Siapa bilang, belum ada itu," pungkasnya mengulang jawaban yang sama, seraya memasuki ruang makan yang sudah disiapkan Sekwan.

BERTENTANGAN
Pernyataan bupati ini ternyata sangat bertentangan dengan keterangan Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Jhon Harri Marbun melalui Kabid Akuntansi dan Perbendaharaan, Batara Siregar mengakui telah dibayarkannya gaji tenaga kontrak Satpol-PP dan petugas Damkar di daerah itu selama 3 bulan sesuai dengan pengajuan Surat Perintah Mencairkan (SPM) dari instansi terkait.

Di sisi lain, Sekda Humbahas Tonny Sihombing menjelaskan, gaji tenaga kontrak atau honorer biasa dibayarkan per triwulan.
Namun saat ditanya, di mana aturan tersebut dituangkan, Sekda malah mengatakan bahwa aturan itu ada di BPKPAD.

Sebelumnya diberitakan, setelah viral di media sosial serta disoroti sejumlah media, gaji honor Satpol PP dan petugas Damkar Humbahas yang menunggak empat bulan akhirnya dibayarkan dengan cara dicicil selama tiga bulan, Jumat (10/5) sore.

Pembayaran gaji tenaga kontrak Satpol-PP dan petugas Damkar itu dilakukan melalui transfer ke rekening yang bersangkutan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Jhon Harri Marbun melalui Kabid Akuntansi dan Perbendaharaan Batara Siregar kepada wartawan mengakui telah dibayarkannya gaji tenaga kontrak Satpol-PP dan petugas Damkar di daerah itu.

Katanya pembayaran gaji tenaga kontrak Satpol PP dan petugas Damkar itu dilakukan setelah pihaknya menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) atas pengajuan Surat Perintah Mencairkan (SPM) dari instansi terkait.

"Setelah penerbitan SP2D, gaji tenaga kontrak Satpol PP dan petugas Damkar itu sudah dibayarkan melalui transfer ke rekening. Transfer rekening oleh Bank Sumut pada Jumat (10/5) sekitar pukul 16.00 WIB," terangnya.

Ditanya berapa bulan gaji tenaga kontrak Satpol PP dan petugas Damkar yang dicairkan, Batara mengaku yang dibayarkan adalah tiga bulan atau sekitar Rp780 juta, dan itu sesuai pengusulan SPM yang diajukan pengguna anggara (PA) pada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Kalau melalui SPM diajukan untuk pembayaran tiga bulan, yang kami bayarkan tentu tiga bulan. Tidak mungkin kami membayarkan lebih. Kalau misalnya OPD mengajukan lebih dari tiga bulan, kita tetap membayarkan sesuai pengajuan OPD. Sebab, SPM itu merupakan dokumen," terangnya.

Untuk pembayaran bulan keempat, kata Batara, sudah bisa dilakukan sesuai pengajuan dari OPD terkait. (BR8/h)
T#gs Petugas Damkar Satpol PPBupati Humbahas
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments