Jumat, 06 Des 2019

Bocah SD dan SMP Menikah di Musi Banyuasin Sumsel

admin Sabtu, 13 Juli 2019 09:14 WIB
Ilustrasi
Palembang (SIB) -Pernikahan sepasang bocah asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, ramai dibahas di media sosial. Bocah mempelai pria itu disebut masih duduk di kelas 2 SMP dan wanita duduk di kelas 6 SD.

"Pernikahan dini di usia yang sangat muda ini terjadi Desa Ngulak, Sanga Desa Muba," tulis akun Instagram itu dilihat, Jumat (12/7).
Dalam akun tersebut tertulis mempelai pria bernama RG kini duduk di kelas 2 SMP. Sedangkan mempelai wanita, ML masih pelajar kelas 6 SD.

"Pernikahan mereka berlangsung, Kamis 11 Juli 2019 lalu," tulis akun tersebut.

Humas Polres Musi Banyuasin Iptu Nazaruddin saat dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. Jajaran Polsek masih mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait pernikahan tersebut.

"Kabar tersebut sudah dikonfirmasi dan benar. Menikah di Ngulak dan keduanya masih di bawah umur. Informasi lebih lanjut akan diinformasikan kembali," kata Nazaruddin.

Hal senada turut disampaikan Camat Sanga Desa, Suganda. Menurut Suganda pernikahan dilangsungkan kemarin di Desa Ngulak.
"Saya pastikan itu benar, saya sekarang sedang di lokasi untuk menggali lebih dalam terkait terjadinya pernikahan ini," kata Suganda.

Biar Tak Zina
Sementara itu, pihak keluarga mengaku memberi restu pernikahan tersebut agar tidak terjadi zina.

"Jadi sebenarnya dia (mempelai wanita) baru lulus SD, anak saya ini kelas 2 SMP," terang orang tua mempelai laki-laki, Riki saat dihubungi melalui telepon seluler.

Dikatakan Riki, dia memberi restu pada putranya RG (14) untuk menikah dengan ML (14) agar tidak menimbulkan zina. Apalagi keduanya telah lama kenal dan disebut saling mencintai.

"Namanya orang tua, mereka cinta. Dari pada mereka berbuat tidak karuan, zina di luar dan menjadi omongan, lebih baik dinikahkan. Nikah secara agama, sudah sah," kata Riki.

Riki mengaku tidak tahu sudah berapa lama keduanya berhubungan. Namun keduanya tiba-tiba datang minta untuk dinikahkan. Keluarga pun sepakat dan menikahkan keduanya, Kamis (11/7) di rumah mempelai perempuan.

"Nikahnya di rumah perempuan, di Desa Ngulak 1. Aku jadi saksi, wali nikah juga bapaknya perempuan," kata Riki dengan logat bahasa Sekayu.

Sebagai orang tua, Riki berharap anak dan menantunya bisa kembali sekolah. Namun dia akan berkonsultasi kepada pihak sekolah dan dinas terkait agar tidak putus sekolah karena menikah.

"Intinya ini permintaan anak, kami dari orang tua hanya memberi restu. Kalau untuk sekolahnya bagaimana, ya kami akan datang ke sekolah, kalau bisa dia tetap sekolah ya sekolah," katanya.

Tak banyak yang disampaikan Riki, dia hanya berharap pernikahan putranya itu langgeng atas restu orang tua. Namun terkait kehidupan keduanya, Riki masih belum bisa berkomentar.

Terlihat di dalam video keduanya menikah pakai pakaian adat. Bagai raja dan ratu, keduanya berpose mesra saat berfoto setelah akad nikah digelar. Mereka menggunakan pakaian adat Palembang khas berwarna kuning.

Lurah Ngulak Herunei ketika dimintai konfirmasi memastikan tak ada pesta di rumah kedua mempelai. Dalam video viral itu, hanya ada akad nikah dan kedua mempelai memakai pakaian adat.

"Nggak ada pesta, itu hanya akad nikah saja di rumah karena di bawah umur ya nggak pesta. Seluruh keluarga sepakat," kata Herunai. (detikcom/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments