Senin, 18 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Bicara Sejarah Pemberantasan Korupsi Sejak Orde Lama, Pimpinan KPK Sindir Korupsi BUMN

Bicara Sejarah Pemberantasan Korupsi Sejak Orde Lama, Pimpinan KPK Sindir Korupsi BUMN

admin Selasa, 19 Maret 2019 09:12 WIB
SIB/INT
Ilustrasi
Jakarta (SIB)-Wakil Ketua KPK Laode M Syarif bicara soal sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia. Dia pun menyindir kasus dugaan korupsi yang terjadi di BUMN.

Awalnya, Syarif bercerita soal upaya pemberantasan korupsi yang telah dilakukan sejak era Orde Lama. Dia menyebut saat masa kepemimpinan Presiden Sukarno, pernah dilaksanakan Operasi Budi untuk menyelamatkan aset negara, dengan target awal operasi budi adalah BUMN.

"Ada beberapa keberhasilan dulu. Operasi Budi, di bawah Nasution (Jenderal AH Nasution) itu bisa mencegah sekitar kerugian negara dalam waktu 3 bulan sekitar Rp 11 miliar. Itu mungkin kalau sekarang triliunan. Tapi karena perubahan konstelasi politik betul-betul tidak berlangsung dan pada waktu itu perlu saya sampaikan bahwa target awal Operasi Budi adalah BUMN," kata Syarif di Gedung Penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (18/3).

Hal itu disampaikan Syarif saat menjadi pembicara dalam acara bedah buku Melawan Korupsi: Sejarah Pemberantasan Korupsi di Indonesia 1945-2014 karya Vishnu Juwono. Syarif lalu menyindir kalau dugaan korupsi yang melibatkan BUMN masih terjadi sekarang.

"Jadi pada saat Nasution kita sudah mulai berperang melawan BUMN korupsi. Sampai hari ini nauzubillahiminzalik masih ada saja korupsi di BUMN," ucap Syarif.

Selain itu, Syarif juga menyinggung soal penguasaan ekonomi oleh sekelompok orang untuk melanggengkan kekuasaannya. Dia kemudian menyinggung soal analisis ahli yang menyebut orang-orang di Orde Baru masih ada yang berkuasa hingga kini.

"Yang ditulis oleh Winters (Jeffrey Winters), dia mengatakan begini, di ranah politik dan ekonomi Indonesia, para oligarch itu punya pengaruh luar biasa. Mereka muncul dan memperoleh kekuasaan selama masa orde baru, dan transisi demokrasi sama sekali tidak menjadi penghalang maupun pemangkas kekuasaan mereka," ucap Syarif.

"Ini bukan diskusi politik. Ini diskusi buku, dan saya pernah jadi dosen, nggak usah dihubungkan dengan yang lain, kita bahas buku ini," sambungnya.

Sementara itu, Vishnu menjelaskan isi bukunya merupakan hasil riset yang menggunakan berbagai sumber data. Salah satunya, dia menjelaskan inisiatif pemberantasan korupsi di Indonesia dari 1945 hingga masa kemunculan KPK menurutnya penuh dengan muatan politik.

"Inisiatif antikorupsi dari 1945 hingga KPK penuh dengan muatan politik, random dengan pengaruh politik terbatas," ucap Vishnu.
Dia juga menyatakan kehadiran KPK menjadi momentum penting dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun, Vishnu juga mengatakan KPK masih memiliki kekurangan khususnya di sisi sumber daya.

"Kehadiran KPK merupakan momentum penting dalam sejarah anti korupsi di Indonesia," tuturnya. (detikcom/h)
T#gs Pimpinan KPK Sindir Korupsi BUMNBicara Sejarah Pemberantasan Korupsi Sejak Orde Lama
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments