Jumat, 06 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Berduka, Jokowi Kenang Ucapan Almarhum Sutopo soal Hidup

Berduka, Jokowi Kenang Ucapan Almarhum Sutopo soal Hidup

Kepala BNPB: Sutopo Pahlawan Kemanusiaan
admin Senin, 08 Juli 2019 10:37 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut berduka atas meninggalnya Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Jokowi mengenang ucapan Sutopo soal hidup.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Turut berduka atas berpulangnya ke Rahmatullah, Bapak Sutopo Purwo Nugroho di Guangzhou, menjelang dini hari tadi," tulis Jokowi lewat Instagram, Minggu (7/7).

Jokowi pernah bertemu dengan Sutopo pada Oktober 2018. Pertemuan dengan Jokowi itu adalah impian Sutopo yang jadi nyata. Saat itu, Jokowi memberikan kenang-kenangan foto kepada Sutopo. Sutopo memamerkan dua lembar foto bersama Jokowi, lengkap dengan tanda tangan orang nomor satu di Indonesia itu.

Kembali ke pernyataan Jokowi, dia mengenang Sutopo sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk orang banyak. Dia mengungkap salah satu ucapan almarhum Sutopo yang diingatnya.

"Hidup itu bukan soal panjang-pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain," kata Pak Sutopo, suatu ketika. Dan ia mengamalkan kalimat itu dengan baik," tulis Jokowi mengulang ucapan Sutopo.

"Selamat jalan, Pak Sutopo. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi-Nya kekuatan dan kesabaran. Amin ya rabbal alamin," lanjutnya.

Sutopo menghembuskan nafasnya yang terakhir, Minggu, pukul 02.20 waktu setempat (01.20 WIB) dalam perawatan di Guangzhou. Sutopo berada di Guangzhou sejak Juni 2019 untuk menjalani perawatan terkait penyakit kanker paru-paru yang dideritanya.

Pahlawan Kemanusiaan
Keluarga besar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berduka atas meninggalnya Sutopo Kepala BNPB Doni Monardo menilai Sutopo adalah pahlawan kemanusian.

"Keluarga besar BNPB menganggap Pak Topo pahlawan kemanusiaan," ujar Doni saat dihubungi.

Doni mengatakan BNPP sangat berduka cita atas kepulangan Sutopo. Menurutnya, BNPB telah berusaha maksimal demi kesembuhan Sutopo hingga mengirim Sutopo ke Guangzhou, untuk melakukan pengobatan.

"Keluarga besar BNPB sangat berduka atas kepulangan Pak Topo. BNPB berusha semaksimal mungkin memberikan pelayanan kesehatan kepada Pak Topo agar Pak Topo bisa pulih kembali," kata Doni.

"Pak Topo diberangkatkan ke Guangzhou karena beberapa pasien kanker itu sembuh di Guangzhou, setelah melewati di beberapa tahun pengobatan di Jakarta, di beberapa rumah sakit," lanjutnya.

Selain itu Doni mengatakan Sutopo adalah seorang pekerja keras. Ia senantiasa bekerja tanpa pamrih, di tengah rasa sakitnya, Sutopo tetap melayani masyarakat.

"Pak Topo sosok pekerja keras. Mengabdi tanpa pamrih, tanpa kenal lelah walapupun dalam kondisi yang sangat sakit tetapi tetap memberikan pelayanan publik," ungkapnya.

Karangan Bunga
Sementara itu, karangan bunga duka cita berdatangan ke rumah duka almarhum Sutopo. Beberapa di antaranya adalah dari Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pantauan di kediaman Sutopo, Rafles Hills, Cimanggis, Depok,karangan bunga dari Jokowi dan SBY datang hampir bersamaan pada pukul 14.50 WIB. Kedua karangan bunga ini kemudian diletakkan di depan rumah Sutopo.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga turut mengirimkan karangan bunga. Ada pula karangan bunga dari Kepala BNPB Letjen Doni Monardo, serta mantan kepala BNPB Laksda TNI (Purn) Willem Rampangilei.

Terlihat puluhan karangan bunga dari pejabat dan kerabat sudah berdatangan. Karangan bunga tersebut berjajar dari depan kediaman Sutopo hingga ke pinggir jalan umum.

Ayah Sutopo, Suharsono, sudah tiba di rumah duka. Keluarga dan kerabat juga mulai menyusul berdatangan.

Jenazah Sutopo sudah diberangkatkan dari Guangzhou, China ke Indonesia. Setiba di Bandara Soekarno-Hatta, jenazah akan disemayamkan di rumah duka Raffles Hill Cibubur. Rencananya, hari ini jenazah akan diterbangkan ke Bandara Adi Soemarmo untuk dimakamkan di Boyolali. (detikcom/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments