Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Headlines
  • Berat Paket Sembako Bantuan Pemprov Sumut untuk Asahan Diduga Dimanipulasi

Berat Paket Sembako Bantuan Pemprov Sumut untuk Asahan Diduga Dimanipulasi

* Berat Timbangan Diduga Tidak Sesuai
Jumat, 22 Mei 2020 09:45 WIB
Foto: SIB/Mangihut Simamora

MENIMBANG: Tampak Ketua DPP IHI Bahrum sedang me-nimbang beras dan minyak, yang merupakan paket sembako bantuan Pemprov Sumatera Utara di Gedung Serba Guna Rambate Rata Raya Kisaran, Rabu (20/5). 

Kisaran (SIB)
Paket sembako bantuan Pemprov Sumatera Utara berupa beras, gula, minyak goreng, mi instan untuk Kabupaten Asahan telah tiba dan disimpan dalam Gedung Serba Guna Rambate Rata Raya Kisaran. Diduga telah terjadi manipulasi berat pada bantuan yang diperuntukkan buat masyarakat yang terdampak Corona Virus Disease (Covid-19) itu.

Pantauan SIB bersama beberapa aktivis, Rabu (20/5), terlihat puluhan masyarakat sekitar lokasi sibuk menimbang gula pasir serta sebahagian lagi menyusun paket sembako ke kotak. Terllihat juga, beras berat 10 kg, minyak makan 2 kg serta mie instan dengan merk kapal api dan inter mi. Mengherankan, ketika para aktivis melakukan pengecekan berat beras, minyak makan dan gula tidak sesuai yang disebutkan.

Seperti beras, dari 20 sample goni yang ditimbang beratnya berkurang bervariasi yakni 9 kg sampai 9,5 kg tidak pas 10 kg. Begitu juga dengan minyak makan dan gula putih beratnya tidak full 2 kg, berkisar 1,8 kg. Lebih mengherankan lagi, mi instan yang disediakan adalah merk kapal api dan inter mi, merupakan mi instan paling murah dijual.

Ketua DPP Indenpenden Hukum Indonesia (IHI) Bahrum dan Ketua NGO Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah (TOPAN-AD) Kabupaten Asahan Bormen Panjaitan, yang melakukan penimbangan langsung, menduga telah terjadi kecurangan pada pemberian paket sembako bantuan Pemprov Sumatera Utara tersebut.

“Kita patut menduga telah terjadi tindak pidana korupsi pada anggaran pengadaan paket sembako dimaksud, dengan modus mengurangi berat sembako,” ujar mereka.

Ditegaskan mereka, pada beras dan minyak ada dugaan manipulasi berat serta diperkirakan sudah terjadi sejak awal barang dipesan. Selain berat, yang menjadi sorotan adalah mi instan, karena harganya paling murah yakni Rp 1.000/bungkus. Terhadap temuan ini, pihaknya akan melaporkan ke aparat penegak hukum (APH) untuk menindaklanjutinya serta mengusut tuntas masalah tersebut.

“Kita tidak tahu jenis mie instan yang telah ditentukan, tetapi sepertinya kurang cocok mie yang disebutkan di atas dibagikan ke masyarakat. Informasi yang kita terima bantuan paket sembako Pemprov Sumut ini nilai harganya Rp 225.000, namun bila melihat berat serta merk mi instan, paket sembako nilainya kurang lebih Rp 195.000,” kata mereka.

Sementara, Heri, pengawas barang dari pihak ketiga yaitu PT Arma Anugerah ketika dikonfirmasi SIB, dirinya mengaku tidak tahu menahu dengan berat paket sembako. Dia mengatakan kedatangannya guna memastikan barang yang sampai dalam keadaan tersegel. Ditanya, bagaiman dengan gula yang dirinya langsung mengawasi. Heri menjawab, tidak bisa mengawasi semua, namun dia memastikan timbangan gula yang diawasinya tidak kurang dari 2 kg. Ditanya lagi berapa jumlah barang milik mereka, dijawab Heri banyaknya 2.000 paket. (A02/f)
T#gs asahanBantuan Pemprov SumutKisaranpaket sembako
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments