Minggu, 20 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • Baru Dibuat, Petisi Tolak UTBK Dimajukan Sudah Didukung 73 Ribu Orang

Baru Dibuat, Petisi Tolak UTBK Dimajukan Sudah Didukung 73 Ribu Orang

admin Jumat, 16 Agustus 2019 10:35 WIB
Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim
Jakarta (SIB) -Wacana pemerintah memajukan waktu pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer 2020 atau UTBK 2020 menjadi di akhir 2019 langsung menuai respons dari masyarakat.

"Memang dimajukan," kata Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (14/8).
Meski begitu, Naim mengatakan pihaknya belum menentukan tanggal UTBK 2020 bakal dilaksanakan.

Dia hanya mengatakan bahwa tes masuk perguruan tinggi negeri segmen UTBK bakal dihelat saat siswa SMA menginjak semester 5.
"Sehingga siswa SMA yang sudah kelas 3 itu sudah mulai ikut seleksi," jelasnya.

Ainun mengatakan proses ujian masuk perguruan tinggi sebelum murid SMA lulus telah dilakukan di berbagai negara. Misalnya, Australia, Singapura, dan Amerika Serikat.

"Ya seperti di Australia itu orang bisa daftar perguruan tinggi pas kelas tiga sebelum lulus. Singapura juga, AS juga, jadi tujuannya untuk memperluas kesempatan," kata Ainun.

Selain itu, ia juga menyebut akan ada kemungkinan penambahan jumlah gelombang pada tes tersebut. Ainun berharap siswa-siswi bisa mendapatkan kesempatan lebih banyak agar dapat diterima di perguruan tinggi yang diinginkan.

Diketahui, dalam pelaksanaan UTBK 2019 lalu, Kemenristekdikti menyediakan 2 gelombang bagi pendaftar perguruan tinggi.
Gelombang pertama dilakukan pada 13 April hingga 4 Mei. Sedangkan gelombang kedua diselenggarakan pada 11 Mei hingga 26 Mei.

Terpisah, Direktur JenderalPembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar mengatakan ujian yang dimajukan tidak akan berpengaruh terhadap kompetensi murid meski dilakukan saat murid belum lulus.

Ia juga mengatakan rencana tersebut masih dikaji dan akan dilakukan proses penentuan.
"Kalau jadi maju pasti TPA-nya sampai kelas 2," ujarnya.

Muncul petisi online
Dan yang mengemuka, wacana memajukan UTBK 2020 tersebut cukup banyak mendapat penolakan.

Bahkan di www.change.org kini muncul sebuah petisi berjudul "Tolak Dimajukannya UTBK ke Semester 5".
Petisi ini dibuat oleh Devan Hadrian dan ditujukan kepada Kemenristekdikti RI.

Sejak dibuat sekitar 2 hari lalu, petisi ini sudah mendapat dukungan lebih dari 73 ribu tanda tangan.

Berikut narasi dalam petisi berjudul "Tolak Dimajukannya UTBK ke Semester 5" tersebut:

Wacana pemerintah untuk memajukan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 mendapat banyak protes. Protes ini kebanyakan dilayangkan oleh siswa-siswi SMA kelas XII sendiri, terutama melalui media sosial seperti Twitter. Awal dari banyakanya protes ini adalah pernyataan dari Menristekdikti Mohamad Nasir, sebagai berikut : "Kita ambil sekitar November-Desember (2019), jadi Januari sudah ada kepastian diterima di perguruan tinggi. Siswa tinggal mengejar Ujian Nasional (UN) mereka."

Menurut beliau, UTBK dimajukan agar siswa mempunyai waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan UN tanpa harus memikirkan UTBK yang telah dijalani pada semester lima.

Menurut saya, langkah Kemenristekdikti ini kurang dipertimbangkan secara matang.

Dimajukannya UTBK ke akhir semester 5 bukannya akan meningkatkan hasil UTBK dan UN, tetapi justru berpotensi menjatuhkan keduanya.

Beberapa alasan saya yaitu :

1.Kurangnya waktu persiapan untuk UTBK:
Jika memang UTBK 2020 akan dilaksanakan pada akhir semester 5, maka siswa tidak akan punya waktu yang cukup untuk persiapan.

Selain karena materi UTBK yang notabene cukup berbeda dengan materi pelajaran di sekolah, kebanyakan siswa biasanya memanfaatkan waktu kosong setelah UN untuk mempersiapkan materi UTBK.

Jika persiapan dilakukan pada semester 5, maka akan bertabrakan dengan pelajaran sekolah.

Terlebih lagi, saat petisi ini ditulis sudah bulan Agustus dan kebijakan ini masih berupa wacana, sehingga jika akhirnya ditetapkan (yang pastinya memakan waktu lagi), mustahil persiapan yang dilakukan dapat maksimal.

2.Ketidaksiapan infrastruktur
Dari laporan-laporan yang saya baca, pelaksanaan UTBK 2019 sendiri mengalami banyak masalah teknis.

Kebanyakan dari masalah teknis tersebut menyangkut masalah pada website yang menyebabkan masalah saat pendaftaran, pengumuman, dan terutama saat tes itu sendiri.

Dengan waktu persiapan yang jauh lebih singkat, siapa yang dapat menjamin masalah-masalah ini tidak terulang lagi, jika tidak bertambah?

3.Bertabrakan dengan materi UN
Dimajukannya UTBK ke bulan November-Desember akan membuat siswa melakukan persiapannya pada semester 5.
Padahal, di semester 5 mereka juga mempunyai materi sekolah yang harus dipelajari untuk UN (dan biasanya juga digabungkan dengan materi semester 6).

Jika siswa dipaksa untuk mempelajari keduanya pada saat yang bersamaan, maka fokus siswa akan terpecah dan tidak dapat memperoleh hasil maksimal pada keduanya.

Akan lebih baik jika UTBK tetap dijadwalkan setelah UN, sehingga siswa dapat memanfaatkan jendela waktu antara UN dan UTBK untuk persiapan UTBK yang maksimal.

4.Belum adanya alasan memprioritaskan UN
Saya yakin hampir semua pelajar SMA di Indonesia (termasuk saya sendiri) sependapat bahwa SBMPTN/UTBK lebih penting daripada UN.

Ini mengingat fungsi UN yang hanya sebatas kelulusan dan peringkat sekolah, dan sama sekali tidak mempengaruhi penerimaan di perguruan tinggi.

Jika memang pemerintah ingin mengubah sistem menjadi seperti ini, mungkin dapat dipertimbangkan jalur baru untuk penerimaan mahasiswa yang menggunakan NEM UN.

Atau, kenapa tidak UN saja yang dimajukan ke semester 5?

Toh kebanyakan sekolah juga memadatkan materi semester 6 di semester 5, sehingga secara teknis pada akhir semester 5 siswa sudah menyelesaikan materi UN.

Dengan demikian, semakin banyak waktu untuk mempersiapkan UTBK yang memang menjadi prioritas.

Berdasarkan alasan-alasan di atas, saya berpendapat bahwa wacana Menristekdikti untuk memajukan UTBK harus dibatalkan.
Saya berharap petisi ini dapat dibaca oleh pihak-pihak yang berwenang dan membawa dampak dalam perumusan kebijakan ini.
Terima kasih. (Tribunkaltim/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments