Minggu, 08 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terpa Agara, Kerugian Miliaran Rupiah

Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terpa Agara, Kerugian Miliaran Rupiah

Admin Senin, 03 Desember 2018 12:07 WIB
Kutacane (SIB) -Banjir bandang yang terjadi dalam minggu ini di Aceh Tenggara mengakibatkan kerugian material diperkirakan  mencapai miliaran rupiah. Namun tidak ada korban jiwa. Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara Ramisin Selian kepada SIB saat dikonfirmasi di Kutacane, Sabtu (1/12) sore.

Dikatakan, saat ini status Aceh Tenggara darurat bencana. Siaga 1 tanggap bencana sudah berlaku. "Sesuai data, dalam kurun waktu sepekan terakhir, Aceh Tenggara mengalami tiga bencana hebat, yakni bencana luapan air, banjir bandang dan bencana tanah longsor. Yang menyakitkan, bencana-bencana ini terjadi bersamaan dan berada di enam titik lokasi," paparnya.

Disampaikan, sejak Senin lalu hingga Jumat, deretan bencana itu secara silih berganti menghujam daerah Bumi Sepakat Segenep ini. Diawali dari banjir bandang di Desa Kayu Metarung Kecamatan Ketambe, mengakibatkan tiga rumah porak poranda, lalu di Desa Lawe Ijo Kecamatan Lawe Sumur mengakibatkan ratusan hektare sawah siap panen dan perkebunan warga rusak direndam air, akibat tanggul sungai setempat jebol. Kemudian, di hari berikutnya 25 rumah warga Desa Bambel Kecamatan Bukit Tusam terendam lumpur setebal lutut orang dewasa.

Selanjutnya sambung Ramisin, pada hari Rabu hingga Kamis kemarin, tiga desa di Kecamatan Darul Hasanah tertimbun longsor dan 20 rumah warga rusak parah, bersamaan bencana banjir bandang menerjang empat desa di Kecamatan Leuser, hingga membuat akses jalan ke Kecamatan Leuser lumpuh total. 
Akibatnya, ada empat jembatan penghubung jalan ke enam desa di Kecamatan Leuser terputus diterjang banjir bandang, dan ribuan warga yang bermukim di enam desa tersebut terisolir selama dua hari.

Terakhir, bencana banjir bandang terjadi pada Jumat, yang memporak-porandakan Desa Natam baru Kecamatan Badar. Ratusan warga kehilangan tempat tinggal. "Sesuai data terakhir kita, ada 21 rumah hilang, 1 rumah rusak parah dan 25 rumah tertimbun tanah longsor," rinci Ramisin.

Namun demikian, di tengah-tengah terjadinya rangkaian bencana itu tidak satu pun ada korban jiwa, tetapi, kerugian material mencapai miliaran rupiah. "Saya rasa kita patut bersyukur kepada Allah SWT, karena dalam beberapa bencana ini tidak ada korban jiwa," tukas Ramisin.

Paska bencana atau yang dikenal masa tanggap bencana, pihak BPBD Agara telah bekerja semaksimal mungkin di semua titik lokasi bencana, mulai dari relokasi pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dengan mendirikan tenda-tenda pengungsian, membangun posko pengobatan serta mendistribusikan pakaian dan sarana air bersih. Bahkan, pihaknya juga membuat dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan.

Sedangkan, untuk mengamankan, membersihkan serta membangun sementara akses jalan dan jembatan yang terputus, pihak BPBD Agara telah menerjunkan alat berat guna memperbaikinya.

Bupati Agara Raidin Pinem dan Wakil Bupati Bukhari Buspa sangat peduli terhadap bencana ini. Begitu juga Kodim 0108 dan Polres Agara, menurunkan ratusan personilnya ke semua titik bencana untuk membantu para korban, ungkap Ramisin Selian.

Ramisin Selian juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Agara, untuk tetap mewaspadai datangnya bencana. Pasalnya, cuaca masih ekstrim dengan tingkat intensitas hujan yang tinggi terus terjadi di Aceh Tenggara. "Menurut prakiraan BMKG Aceh, dua pekan ke depan atau bahkan bisa saja sampai akhir tahun ini, bencana-bencana itu masih mungkin terjadi atau menimpa lebih parah lagi. Khususnya bagi warga yang bermukim di dekat aliran sungai. Bagi mereka yang tinggal di wilayah perbukitan dan di dataran  tinggi, harus waspada, pintanya seraya menyampaikan pesan Bupati Aceh Tenggara, kepada para korban bencana, untuk tetap sabar dan ikhlas. (B07/d)
Editor: Admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments