Kamis, 14 Nov 2019

Dipenuhi Ribuan Demonstran

Bandara Hong Kong Batalkan Seluruh Penerbangan

* China Ingatkan Inggris, Berhenti Mencampuri Urusan Hong Kong
admin Selasa, 13 Agustus 2019 10:12 WIB
SIB/AP
BATALKAN: Kerumunan massa demonstran memenuhi area terminal kedatangan Bandara Internasional Hong Kong, Senin (12/8). Aksi ribuan massa demonstran anti pemerintah itu memaksa otoritas salah satu bandara tersibuk di dunia tersebut membatalkan seluruh jadwal penerbangan.
Hong Kong (SIB) -Seluruh penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong dibatalkan karena ada aksi para demonstran antipemerintah. Ribuan demonstran memasuki terminal kedatangan bandara untuk menggelar aksi protes.

"Selain penerbangan keberangkatan yang telah menyelesaikan proses check-in dan penerbangan kedatangan yang sedang bergerak ke Hong Kong, semua penerbangan untuk hari ini dibatalkan," tegas otoritas Bandara Internasional Hong Kong dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Senin (12/8). Tidak disebut lebih jelas mengenai total jumlah penerbangan yang dibatalkan.

Hanya disebutkan bahwa keputusan membatalkan penerbangan sepanjang Senin (12/8) waktu setempat diambil setelah ribuan demonstran pro-demokrasi membanjiri bandara dengan membawa poster bertuliskan 'Hong Kong tidak aman' dan 'Polisi memalukan'. "Operasional di Bandara Internasional Hong Kong benar-benar terganggu akibat aksi massal publik di bandara hari ini," sebut pernyataan otoritas bandara.

Diperingatkan juga bahwa kondisi lalu lintas menuju bandara 'sangat padat' dan fasilitas parkir mobil sungguh penuh. "Anggota masyarakat disarankan untuk tidak datang ke bandara," imbau otoritas bandara.

China mengecam aksi kekerasan dalam demo Hong Kong yang menyamakan mereka dengan terorisme. Pernyataan itu dilontarkan oleh Yang Guang, juru bicara Kantor Dewan Negara Hubungan Hong Kong dan Macau sebagaimana diberitakan kantor berita AFP Senin (12/8).

Dalam konferensi pers, Yang menyatakan demo Hong Kong berlangsung radikal dengan demonstran berulang kali menggunakan benda berbahaya untuk menyerang polisi. "Tindakan itu merupakan pelanggaran kriminal yang serius sekaligus tanda pertama adanya terorisme yang muncul. Tindakan ini menginjak aturan dan ketertiban," ujarnya di Beijing.

Ucapan Yang dilontarkan sehari setelah ribuan pengunjuk rasa pro-demokrasi mengabaikan peringatan dari otoritas dengan turun ke jalan dalam 10 pekan beruntun. Polisi setempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pendemo yang turun ke jalan setelah permintaan mereka untuk menggelar aksi ditolak. Yang berfokus kepada perilaku kekerasan "minoritas kecil", dan telah menyebabkan "tantangan serius" bagi stabilitas serta kemakmuran Hong Kong.

Demo yang berlangsung di Hong Kong itu awalnya menentang usul penerapan UU Ekstradisi. Namun pada praktiknya, berkembang menjadi tuntutan kebebasan demokrasi. Demonstrasi itu menjadi ancaman terbesar bagi pemerintah China sejak mereka mendapat kota tersebut yang awalnya adalah koloni Inggris pada 1997 silam.

Kecaman yang dibuat China pun semakin keras. Bahkan, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) yang bermarkas di Hong Kong juga merilis video latihan. Namun para pakar menilai, jika China sampai menerjunkan pasukan untuk memadamkan krisis, maka mereka bakal mendapat pukulan telak di sektor ekonomi. Para pakar merujuk kepada operasi penumpasan aksi protes Tiananmen 1989 yang membuat Negeri "Panda" menjadi negara parah karena dikucilkan oleh komunitas internasional.

Ingatkan Inggris
Sementara itu, pemerintah China mengingatkan Inggris agar berhenti mencampuri urusan Hong Kong. Peringatan ini disampaikan setelah seorang menteri Inggris menelepon pemimpin Hong Kong untuk menyampaikan keprihatinan mengenai aksi-aksi demo massal yang mengguncang wilayah itu selama dua bulan ini. Pada Jumat (9/8) waktu setempat, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab berbicara via telepon dengan pemimpin Hong Kong, Carrie Lam.

Dalam pembicaraan tersebut, Raab menekankan perlunya "penyelidikan yang benar-benar independen atas peristiwa-peristiwa baru-baru ini". Pernyataan Raab itu memicu kemarahan pemerintah China. "China dengan serius menuntut agar pihak Inggris segera menghentikan semua tindakan yang mencampuri urusan Hong Kong dan mencampuri urusan dalam negeri China," cetus juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (12/8).

Hua pun mengecam tindakan Raab yang menelepon Lam dan menyebutnya sebagai "keliru". Hua juga menyerukan Inggris untuk berhenti "menghasut masalah" di Hong Kong. Pemerintah China belakangan menuding bahwa aksi-aksi protes antipemerintah di Hong Kong didanai oleh Barat. Namun Beijing tidak memberikan bukti kecuali pernyataan dari sejumlah politisi Barat.

Sebelumnya pada pekan lalu, pemerintah China mengecam Washington setelah muncul laporan bahwa sejumlah diplomat AS yang ditempatkan di Hong Kong telah bertemu dengan para aktivis pro-demokrasi. Kementerian Luar Negeri China pun menyerukan AS untuk "segera memutus hubungan dengan berbagai perusuh anti-China dan segera berhenti mencampuri urusan Hong Kong".

Selama dua bulan ini, ketegangan melanda Hong Kong setelah aksi-aksi protes yang awalnya dipicu oleh penolakan atas RUU ekstradisi ke China. Belakangan aksi-aksi demo besar-besaran tersebut berubah menjadi gerakan yang lebih besar untuk menuntut reformasi demokrasi. Menurut kepolisian Hong Kong, totong, total 420 orang telah ditangkap sejak aksi-aksi demo massal dimulai pada 9 Juni lalu. (AFP/kps/dtc/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments