Kamis, 20 Jun 2019
  • Home
  • Headlines
  • BPK RI Temukan Banyak Rumah Dinas USU Disalahgunakan

BPK RI Temukan Banyak Rumah Dinas USU Disalahgunakan

admin Rabu, 12 Juni 2019 09:55 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan banyak rumah dinas jabatan di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) disalahgunakan seperti disewakan ke pihak lain dan dijadikan rumah kos. Untuk menindaklanjuti temuan BPK itu, Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum telah membentuk tim untuk pengosongan rumah-rumah dinas jabatan tersebut.

"Tim sudah menyurati agar rumah-rumah dinas jabatan yang disalahgunakan segera dikosongkan, terutama rumah yang dulunya ditempati dosen yang sudah meninggal," kata Runtung di sela-sela acara Halal Bi Halal dan Open House Rektor USU di rumah Jalan Universitas Kampus USU, Padangbulan Medan, Selasa (11/6).

Menurut Runtung, ada sekira 154 rumah dinas yang didata untuk segera dikosongkan dan dikembalikan ke USU. Namun pihaknya masih memilah-milah. Misalnya jika dosennya masih aktif atau sudah pensiun tapi diangkat kembali sebagai dosen khusus, masih diberi toleransi.

"Tapi jika dosen dan istrinya sudah meninggal, maka rumah dinas jabatan yang ditinggalkan mereka akan segera dikembalikan ke USU untuk difungsikan sebagai rumah dinas pejabat yang aktif saat ini. Sebab, bangunan rumahnya merupakan milik USU dan tanahnya milik negara," kata rektor.

Runtung mengatakan, tim sudah menyusun waktu pengosongan rumah dinas jabatan yang disalahgunakan, dan sebagian penghuni rumah dinas telah menyatakan segera mengosongkan.

Saat ditanya wartawan apakah ada ganti rugi atau uang pindah, dengan tegas mantan Dekan Fakultas Hukum USU ini menyatakan tidak ada uang ganti rugi dan uang pindah. Sebab, rumah yang mereka tempati merupakan aset USU yang harus dikembalikan fungsinya sebagai rumah dinas jabatan.

"Di dalam SK mereka tidak boleh mengubah, menambah atau mengurangi rumah dinas. Kalau dia misalnya menambahi bangunannya tidak akan ada ganti rugi," kata Runtung.

Rektor berharap, ke depan semua dosen USU yang punya tugas tambahan (pejabat) tinggal di rumah dinas. Karenanya, dia merencanakan, siapa pun rektornya nanti semua rumah dinas jabatan harus dipakai sesuai fungsinya.

"Artinya, dosen yang sudah selesai melaksanakan tugas tambahan jabatan, harus meninggalkan rumah dinas. Saya pun nantinya, lima bulan sebelum berakhir masa jabatan rektor, rumah dinas yang saya tempati ini akan saya tinggalkan," tutur Runtung.

Hadir di acara halal bi halal itu antara lain mantan Gubsu T Erry Nuradi, Prof Rehngena Purba, Prof Subilhar, Dr Kerista Sebayang, Roy Fachraby Ginting, Rektor Unimed Prof Syawal Gultom, Prof Sukaria Sinulingga, Drs Tenang malem Tarigan dan istri dan undangan lainnya.(M01/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments