Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • BNPB: Erupsi Sinabung Tak jadi Bencana Nasional Karena Ditolak Pemda Karo

BNPB: Erupsi Sinabung Tak jadi Bencana Nasional Karena Ditolak Pemda Karo

*Para Pakar dan Tokoh Karo sampaikan "Petisi Sinabung" ke Presiden
Selasa, 21 Januari 2014 10:22 WIB
SIB/sonry purba
SAMPAIKAN KELUHAN: Salah seorang pengungsi Sinabung yang ditampung di Masjid Agung Kabanjahe menyampaikan keluh kesahnya kepada Ketua DPD RI.
Jakarta (SIB)- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan penanggung jawab penanggulangan bencana banjir di Manado, Sulawesi Utara, dan bencana Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ada di pemerintah daerah setempat. BNPB juga menjelaskan alasan kedua bencana itu tidak masuk kategori bencana nasional.

"Kita mengedepankan pemda. Ada hierarki dalam penanganan bencana dan kita tidak mau melangkahinya dan pemda adalah penanggung jawab utama," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BPPT, Jalan MH Thamri, Jakarta Pusat, Senin (20/1).

Sutopo menyebut hierarki yang sama diterapkan pada bencana Gunung Sinabung. BNPB mengaku sempat mendapatkan penolakan dari pemda setempat dengan alasan masih dapat dikendalikan oleh daerah.

"Setelah kita komunikasikan, kita bisa membantu pengungsi yang ada di Sinabung. Di Sinabung BNPB menganggarkan hampir Rp 21 miliar, di sana ada Kemnterian Kesehatan dan mereka anggarkan Rp 4 miliar," terangnya.

"Lalu kenapa Gunung Sinabung tidak ditetapkan sebagai bencana nasional?" tanya wartawan.

Sutopo menjelaskan tidak semua bencana ditetapkan sebagai bencana nasional. "Ini beda kasus dengan Merapi di mana waktu Merapi melanda sampai keempat kabupaten dan korban jiwa makin bertambah sehingga Pak Presiden menjadikan Merapi bencana nasional," jawabnya.

Sudah hampir 3 bulan Gunung Sinabung terus-menerus mengeluarkan abu panas dan lava. Hingga kini status Gunung Sinabung belum diturunkan dari status Awas. Erupsi ini merambah di 5 kecamatan yang terdiri dari 30 desa. Sebanyak 28.221 orang mengungsi.

Sedang banjir di Manado hingga Jumat (18/1) menewaskan 18 orang.

Sampaikan “Petisi Sinabung” ke Presiden
Sejumlah para pakar dari bergabai bidang ilmu pengetahuan dan tokoh masyarakat Karo yang tergabung dalam NDC (Neumann Development Center) Medan menyampaikan “Petisi Sinabung” kepada Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun, Senin sore (20/1) di Medan, untuk selanjutnya diteruskan kepada Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) saat berkunjung ke Tanah Karo pada 23 Januari mendatang.

Para pakar dan tokoh Karo yang menyampaikan “Petisi Sinabung” di antaranya Dr Ir Budi D Sinulingga MSi, Prof Dr Ir Sukaria Sinulingga M.Eng, Prof Dr Timbangen Sembiring MSc, Dr Drs Sumbul Sembiring MSc, Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum, Dr N Ginting MSi, Corry Sebayang, Ketua dan Sekjen MPRK (Majelis Permusyawaratan Rakyat Karo) Drs Yusuf Pehulisa Sitepu, Roy Fachraby Ginting SH MKn dan sejumlah tokoh lainnya.

“Petisi Sinabung” antara lain berisi, pemerintah pusat diminta untuk segera menanggulangi  pembangunan Kabupaten Karo pasca erupsi Gunung Sinabung. Pasalnya Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Sumatera Utara tidak mampu untuk membangun kembali Tanah Karo yang porak poranda akibat bencana Gunung Sinabung. Fokus pembangunan, infrastruktur, ekonomi dan pendidikan.

Selain itu, tiga desa terparah dan sudah tidak dapat dihuni lagi, karena berada di dapur magma Gunung Sinabung, seperti Desa Suka Meriah, Bekerah dan Desa Simacem harus segera direlokasi, karena lahan pertanian mereka tak lagi dapat ditanami, penuh dengan lumpur, bebatuan dan rumah hancur. Mau kemana lagi mereka tinggal dan bertahan hidup, kalau tidak segera dicari lahan baru.

Para pakar ini bahkan menyampaikan  kerugian material yang begitu besar dialami masyarakat pengungsi mencapai Rp 1,7 triliun, seperti yang dilaporkan Bupati Karo. NDC sebagai wadah para pakar Karo beserta simpatisannya sudah mengkaji, merumuskan dan menawarkan solusi praktis dari persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat maupun pemerintah daerah untuk selanjutnya diserahkan ke Presiden.

Karenanya, NDC sebagai fasilitator eleman, tokoh dan pemuka masyarakat Karo akan menyampaikan langkah dan saran kepada Presiden dalam menangani tiga desa tersebut, yakni melakukan relokasi ke daerah lain dan memberikan lahan pertanian sebagai tempat untuk menyambung hidup.

Pendidikan

Selanjutnya, menyangkut persoalan pendidikan bagi korban erupsi yang anaknya menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi, yang kini kesulitan untuk membayar biaya pendidikan. Diminta kepada seluruh perguruan tinggi agar memberi dispensasi kepada mahasiswa korban erupsi Sinabung. Kemudian meminta kepada pemerintah pusat untuk menanggung biaya pendidikan itu melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Bagi desa yang terkena dampak erupsi dan masyarakatnya tinggal di pengungsian,  diusulkan agar diberikan pelatihan bagi masyarakat melalui proyek padat karya. Hal ini mengingat masyarakat sudah empat bulan tinggal di pengungsian tanpa kegiatan apapun. Berdasarkan fakta di lapangan, NDC juga akan mengusulkan kepada presiden erupsi Gunung Sinabung sebagai bencana Nasional.

Berbagai persoalan ini telah dirangkum dalam “Petisi Sinabung” untuk selanjutnya disampaikan langsung ke Presiden SBY melalui Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun yang hadir dalam pertemuan itu. “Usulan ini akan kami titipkan kepada Ketua DPRD Sumut untuk disampaikan ke presiden,” kata Budi Sinulingga.

Terkait rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Karo, Budi Sinulingga berharap dalam kunjungan itu ada makna tersendiri bagi masyarakat Karo korban erupsi. “Semoga ada harapan kehidupan baru bagi masyarakat Karo pasca erupsi yang disampaikan Presiden,” katanya.

Masyarakat Karo, lanjutnya, mengharapkan presiden meninjau korban erupsi tidak sekadar serimoni yang tidak bermakna apa-apa. Namun, kunjungan itu benar-benar memberi makna bagi masyarakat korban erupsi, apa langkah-langkah strategis pemerintah untuk menangani korban pasca erupsi Gunung Sinabung.

Menanggapi usulan para pakar dan tokoh masyarakat Karo ini, Ketua DPRD Sumut berjanji akan menyampaikannya kepada Presiden SBY ketika berkunjung ke Tanah Karo, untuk segera ditindak-lanjuti. Sebab bagaimanapun 27 ribu lebih pengungsi di Karo harus segera ditangani dengan menjadikan bencana erupsi Gunung Sinabung menjadi bencana nasional. (detikcom/a4/w)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments