Minggu, 20 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • BBSU Imbau Media Gunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

BBSU Imbau Media Gunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

admin Rabu, 15 Mei 2019 10:11 WIB
SIB/Dok
Medan (SIB) -Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU) mendorong dan mengimbau media massa, baik cetak, elektronik, maupun daring untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam menyajikan informasi melalui karya jurnalistiknya kepada masyarakat.

Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara Fairul Zabadi menjelaskan, media massa memiliki peranan penting untuk memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena dinilai efektif dan ampuh untuk mengembangkan sekaligus membina bahasa Indonesia.

"Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, telah menegaskan bahwa media massa harus mengutamakan menggunakan bahasa Indonesia," katanya saat rapat pengendalian pemanfaatan dan penggunaan bahasa di kalangan media massa, Senin (13/5).

Ia menjelaskan, Pasal 39 ayat 1 UU No. 24 tahun 2009 menyebutkan bahasa Indonesia wajib digunakan dalam informasi melalui media massa dan pada ayat 2 juga menyebutkan media massa dapat menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing yang mempunyai tujuan khusus atau sasaran khusus.

"Sejauh ini masyarakat Indonesia kurang memperhatikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik karena banyak kita jumpai di jalanan terdapat sejumlah papan nama yang justru menggunakan bahasa asing. Untuk itu peran media sebenarnya sangat penting sebagai penyambung lidah Balai Bahasa dalam mensosialisasikan bahasa. Ibarat media itu ujung tombak dalam pembinaan bahasa," katanya.

Dijelaskannya, ada tiga peran media dalam bahasa, yaitu media merupakan pelaku pembinaan, pelopor, dan penggerak bahasa. Kedua, media merupakan pelaku atau pengembang kosakata baru dan ketiga, peran media adalah sebagai keteladanan.

"Media massa diharapkan untuk dapat ikut mengawal program pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia di media luar ruang, agar bahasa negara dan bahasa nasional tersebut dapat bermartabat di Indonesia. Kami juga meminta wartawan dalam menulis berita tidak menyimpang dari ejaan bahasa Indonesia dan penggunaan bahasa asing bisa digunakan ketika tidak ada padanannya, asalkan tulisan bahasa asing tersebut dicetak miring," katanya.

Lanjutnya, mengingat masih kurangnya penerapan bahasa Indonesia yang baik di kalangan media massa, BBSU akan mengadakan rapat dengan sejumlah kalangan media di Kota Medan, dengan mengundang beberapa redaktur media cetak dan media elektronik.

"Di beberapa media cetak masih banyak ditemukan penggunaan bahasa asing dalam menyajikan informasi kepada masyarakat dan sebenarnya sah-sah saja media menggunakan kata-kata bahasa asing ketika tidak ada padanannya, namun penulisannya harus dicetak miring dan bahasa Indonesia tetap digunakan sebagai prioritas utama. BBSU juga akan melakukan penilaian kepada media massa dalam penggunaan bahasa Indonesia setiap tahunnya, dan akan memberikan penghargaan terhadap media yang dianggap mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar," tegasnya.

Sementara dari hasil rapat yang digelar antar BBSU dan kalangan media didapat bahwa ada beberapa hal yang melatarbelakangi hilangnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di media massa di antaranya yaitu ketakutan media meninggalkan pangsa pasarnya, serta banyak perusahaan media ingin masuk ke ranah milenial, dengan mewajibkan wartawannya untuk dapat berkarya dengan menggunakan bahasa gaul anak muda.

"Kebanyakan ini, banyak media takut karena akan mengubah hal yang sudah tabu. Hal yang sudah biasa. Sehingga membenarkan kosakata yang salah jadinya," katanya. (M20/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments