Sabtu, 14 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Australia Kagum pada Pelaksanaan Pemilu di Indonesia

Australia Kagum pada Pelaksanaan Pemilu di Indonesia

* Dubes Korsel Puji, Damai dan Tenang
admin Kamis, 18 April 2019 10:21 WIB
SIB/Dok
Duta Besar Australia Untuk Indonesia Gary Quinlan (kanan) di TPS.
Jakarta (SIB) -Proses pemungutan suara Pemilu 2019 telah selesai dilakukan. Australia begitu kagum dengan pelaksanaan pemilu di Indonesia.
"Ini adalah pencapaian bagi demokrasi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Warga Australia mengagumi hal ini," ujar Dubes Australia untuk Indonesia Gary Quinlan melalui kicauan di akun resmi, Rabu (17/4).

Quinlan memberikan ucapan langsung kepada pemerintah maupun pihak penyelenggara mengenai pelaksanaak Pemilu pada hari ini. Menurut Quinlan, Pemilu di Indonesia begitu kompleks.

"Selamat kepada pemerintah dan rakyat Indonesia untuk pemilihan umum yang sukses dan damai hari ini - pemilihan nasional terbesar dan paling kompleks dalam satu hari yang pernah diadakan di mana saja," tutur Quinlan.

Berdasarkan Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 15 Desember 2018, jumlah pemilih dalam negeri mencapai 192.828.520 orang. Rinciannya, 96.271.476 pria dan 96.557.044 perempuan.

Adapun untuk luar negeri, jumlah pemilih yang tercatat sebanyak 2.058.191 orang . Rinciannya 1.155.464 perempuan dan 902.727 pria.

Dubes Korsel Puji
Sementara itu Duta Besar Republik Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Kim Chang-beom memuji penyelenggaraan Pemilu 2019 di Indonesia. Menurut Kim, pemilu tahun ini berlangsung damai dan tenang dari sebelumnya.

"Saya pernah bertugas di Indonesia pada periode 2003-2005, jadi saya sempat menyaksikan sendiri pemilu 2004. Ada beberapa perbedaan yang saya rasakan. Pertama, pemilu kali ini terselenggara secara damai dan tenang," kata Kim, Senin (17/4).

Berikutnya, lanjut Kim, debat capres di TV terasa lebih interaktif. Menurutnya, debat tersebut cukup memberikan gambaran ke masyarakat tentang perbedaan kebijakan dan agenda dari masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Ia berharap setelah Pemilu Indonesia akan memiliki masa depan yang lebih cerah. Menurutnya, lewat Pemilu 2019 Indonesia berhasil menunjukkan kematangan demokrasi dalam 15 tahun terakhir.

"Satu elemen yang perlu diingat adalah, lewat pemilu ini bangsa Indonesia berhasil menunjukkan kematangan secara demokrasi dalam 15 tahun terakhir," jelas Kim.

Kim juga berharap Pemilu 2019 berdampak positif bagi hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan. Dia menyatakan saat ini Indonesia dan Korsel sedang berada di puncak kerja sama.

"Kedua negara saat ini sedang berada di puncak kerja samanya yang kami sebut Special Strategic Partnership. Semoga pemerintahan yang baru dapat menjadikan hubungan ini lebih baik lagi, terutama di bidang kebudayaan, pendidikan dan pariwisata," kata Kim.

Ikut Pantau
Rakyat Korea Selatan diketahui turut memantau perkembangan proses pemilihan presiden dan anggota legislatif yang baru saja berlangsung.

"Hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan sangat terjalin dengan baik saat ini. Kami menyebutnya Special Strategic Partnership. Saya rasa itu mengapa warga di Korea Selatan ikut memantau pemilu di sini," kata Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom.

Ia menambahkan, sistem pemilu Indonesia yang hampir mirip dengan Korea Selatan juga menjadi daya tarik tersendiri. Rakyat yang langsung memilih presiden dan pemilu hanya digelar lima tahun sekali. Bedanya, calon presiden maju tanpa didampingi wakil.

"Indonesia dan Korea adalah contoh dari sedikit negara di Asia yang mengubah dirinya dari fase awal demokrasi menuju demokrasi yang dewasa sembari mengembangkan perekonomiannya. Jadi menurut saya, kita punya banyak kesamaan," tambah Kim. (detikcom/l)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments