Kamis, 21 Feb 2019
  • Home
  • Headlines
  • Aspidum Kejatisu Gandeng BNN Sidak Tes Urine Jaksa Kejari Langkat

Aspidum Kejatisu Gandeng BNN Sidak Tes Urine Jaksa Kejari Langkat

* BNN Sumut: Hasil Tes Urine Jaksa Diserahkan ke Kajatisu * Aspidum Kejatisu Edyward Kaban SH MH: Jika Terbukti Bisa Dipecat
admin Senin, 11 Februari 2019 09:24 WIB
SIB/Dok
INSPEKSI: Aspidum Kejatisu Edyward Kaban (kanan) disambut petugas di Kejari Langkat Stabat, saat melakukan inspeksi mendadak untuk melakukan tes urine seluruh jaksa dan pegawai Kejari Langkat Jumat (8/2).
Medan (SIB) -Tim Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dipimpin Asisten Pidana Umum (Aspidum) Edyward Kaban SH MH dengan menggandeng Tim dari BNN Sumut melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat dan langsung melakukan tes urine terhadap seluruh jaksa dan pegawai, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Langkat di Kejari Langkat Stabat, Jumat (8/2).

Tes urine mendadak guna mengetahui ada atau tidak oknum jaksa dan pegawai pengguna narkoba merupakan perintah Kajatisu Fachruddin SH MH sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di lingkungan Kejatisu dan jajaran Kejaksaan di Sumut .

"Inspeksi mendadak dengan melakukan tes urine ini atas perintah Kajatisu dalam upaya meningkatkan SDM (sumber daya manusia) dan pencegahan penggunaan narkotika di kalangan jaksa dan tata usaha di jajaran Kejatisu," kata Edyward Kaban. Tes itu baru pertama kali dilakukan di Kejari Langkat.

Tes urine kepada seluruh jaksa dan pegawai dilakukan untuk mencegah jangan sampai SDM yang tugas dan fungsinya sebagai penegak hukum terindikasi pemakai narkoba. "Apalagi pimpinan lembaga kejaksaan saat ini sedang melakukan pembenahan ke dalam (internal) dan berupaya memperbaiki image, bahwa Kejaksaan telah berubah," kata Kaban.

Diingatkannya, kalau dalam pemeriksaan tes urine ini ada ditemukan jaksa dan pegawai terindikasi sebagai penguna narkoba, segeralah berhenti menggunakan narkotika. "Sebab bila ketahuan dan terbukti masih menggunakan narkoba, sanksinya berat dan bisa diberhentikan secara tidak hormat," tegas Edyward Kaban, mantan Kajari Tangerang itu.

Kajari Langkat di Stabat Wahyu Sabrudin yang didampingi Kasintel Ibrtahim Ali SH menanggapi positif program Kejaksaan yang melakukan tes urine secara mendadak. Tes urine tersebut kata dia sebagai upaya penguatan institusi karena Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum harus didukung SDM yang sehat jasmani dan rohani.

Pantauan wartawan di kantor Kejari Langkat Stabat, tes urine terhadap jaksa dan pegawai dilakukan satu per satu dimulai dari para Kasi (kepala seksi), Kasubsi termasuk Kajari. Sementara Koordinator Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut yang turun ke Kejari Langkat Ratna Juwita Rambe mengatakan, jumlah yang diperiksa sebanyak 42 orang dan ada dua orang yang berhalangan hadir karena sakit dan proses pindah tugas.Sedangkan hasil tes urine nantinya diserahkan kepada Kajari dan Kajatisu.

Dalam inspeksi mendadak itu, Edyward Kaban didampingi Jaksa Koordinator Salman, Kasi Teroris Yusnar serta staf Pidum Anwar Ketaren, Risma Bangun SH dan Irma bersama tim dari BNN Sumut. (BR1/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments