Kamis, 06 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Anggota DPRD Sumut Tidak Yakin PT Aquafarm Nusantara Salurkan CSR ke Masyarakat Sekitar Danau Toba

Anggota DPRD Sumut Tidak Yakin PT Aquafarm Nusantara Salurkan CSR ke Masyarakat Sekitar Danau Toba

* Kepala Desa Sirungkungon: Belum Pernah Terima Bantuan CSR dari PT AN
admin Senin, 02 September 2019 09:27 WIB
SIB/Linggom Parhusip
RAPAT TERBUKA : Anggota DPRD Sumut menggelar rapat terbuka di Tiga Ras Kecamatan Dolok Pardamean Simalungun, Kamis (29/8) dengan pihak PT AN untuk mempertanyakan dana CSR.
Simalungun (SIB) -Anggota Komisi B DPRD Sumut tidak yakin dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Aguafarm Nusantara pemilik ratusan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba disalurkan untuk membantu kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi B DPRD Sumut Robby Annangga SE usai Senior Manager CSR PT AN Dian Oktavia memaparkan beberapa program bantuan CSR Perusahaan yang disalurkan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan ketika rapat kunjungan kerja DPRD Prov Sumut di Hotel MyNasha Tiga Ras Kecamatan Dolok Pardamean Simalungun, Kamis (29/8) lalu.

Dian menyampaikan, hingga saat ini dana CSR PT AN sudah disalurkan dan mengakui memiliki 4 desa binaan yang lengkap dengan data-data penduduknya, pemilik dan jenis ternak, sumber pendapatan masyarakat, data daerah yang belum terurus dan memperhatikan kebutuhan sosial serta mengembangkan potensi desa yakni membina desa wisata Sirungkungon Kecamatan Ajibata Tobasa sebagai zona turis.

"Pembangunan berkelanjutan, tidak instan pak, butuh proses. Kami ingin membuat program berkelanjutan," jawab Dian ketika salah satu anggota DPRD Provsu Wasner Sianturi menanyai program-program perusahaan yang dinilai dapat mengembangkan perekonomian masyarakat di pesisir Danau Toba sekitar perusahaan.

Wasner mengatakan, apa yang sudah disampaikan PT AN perlu dilihat ke lapangan. "Bukan hanya profit orientation (berorientasi kepada keuntungan) perusahaan saja, responsibility terhadap masyarakat sekitar juga harus," ujarnya.

"Jangan selama ini ambil untung-untung terus dari KJA dari Danau Toba, masyarakat kami jadinya yang korban," ujar Anggota DPRD Prov Sumut lainnya Hj Zuraidah Ghina.

"Kita tengok betul apa benar ga itu (CSR) disalurkan ke masyarakat dan desa wisata Sirungkungon," saya kurang percaya dan tidak yakin," tambah ketua rombongan Robby.

Robby mengatakan akan berdiskusi dengan dengan Anggota Dewan Komisi B untuk meninjau lokasi, agar tidak hanya retorika dan hasil pertemuan akan ditindaklanjuti ke Menkomaritim di Jakarta pada minggu kedua bulan September 2019.

Robby meminta agar pihak PT AN hadir bersama rombongan Anggota Komisi B DPRD Sumut di Jakarta untuk menampilkan data-data CSR perusahaan ke Menkomaritim.

Rapat dipimpin ketua DPRD Prov Sumut Komisi B, H Robby Anangga SE, Wakil Ir H Iskandar Sinaga dan H Ajie Karim, Richard Sidabutar, Lidiane Lase, Dra Hj Herlina Gusti, Hj Zuraidah Ghina, Zulkifli, Sampang Malem, Jantoguh Damanik, Ir Iskandar Sinaga, Wasner Sianturi, Indra Alamsyah, Inge Amelia Nasution, Robi Agusman Harahap, Toni Togatorop, Muhammad Hafez dan Syarif Rawi beserta rombongan.

Sementara Kepala Desa Sirungkungon Punguan Manurung ketika dimintai keterangan, Minggu (1/9) melalui selulernya menyampaikan, 10 tahun sebelum menjabat dan 3 tahun setelah menjadi kepala desa belum pernah menerima bantuan CSR dari PT AN untuk pembangunan dan pembinaan masyarakat di Desa Sirungkungon.

Warga Desa Sirungkungon, A Manurung juga menyampaikan hal senada tidak pernah tahu adanya desa wisata binaan PT AN dan menyampaikan bentuk CSR PT AN. Hanya ikan limbah keramba untuk diasinkan, itupun khusus untuk karyawan PT AN dari Desa Sirungkungon semenjak perusahaan beroperasi. (S12/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments