Rabu, 20 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Aksi Pencurian Uang Rp 1,6 Miliar Milik Pemprov Sumut Terekam CCTV

Aksi Pencurian Uang Rp 1,6 Miliar Milik Pemprov Sumut Terekam CCTV

* Pemprov Sumut Belum Berikan Bantuan Hukum Terhadap M Aldi Budianto dan Indrawan Ginting
admin Kamis, 19 September 2019 12:11 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Sat Reskrim Polrestabes Medan masih terus melakukan pencarian CCTV di seputaran tempat kejadian perkara dan pelataran parkir gubernuran Jalan Diponegoro, Medan.

Setelah melakukan penyelidikan terus menerus, akhirnya petugas menemukan CCTV berukuran kecil di ujung gedung Pemprov Sumut. Ternyata aksi pencurian uang Rp 1,6 miliar lebih itu terekam CCTV, sehingga penyidik menemukan titik terang untuk mengungkap kasus tersebut.

"Setelah kita cari-cari, ternyata ada CCTV berukuran kecil di ujung gedung Pemprov Sumut. Dari rekaman CCTV itu terlihat ada seseorang yang kita curigai sebagai pelaku. Lalu kita cari CCTV lainnya," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira kepada wartawan, Rabu (18/9).

Belum Berikan Bantuan Hukum
Sementara itu, Pemprov Sumut belum memberikan bantuan maupun pendampingan hukum terhadap Muhammad Aldi Budianto dan Indrawan Ginting, selaku korban dan saksi raibnya uang dari dalam mobil saat parkir di pelataran depan Kantor Gubernur Sumut, Jl. Pangeran Diponegoro Medan, Senin (9/9).

Diketahui, Aldi Budianto bertugas sebagai Pembantu Panitia Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprovsu. Sementara Indrawan Ginting adalah tenaga honorer di BPKAD.

"Belum, belum ada perintah (melakukan pendampingan hukum kepada Alwi dan Indrawan). Namun saya tetap ikuti itu (perkembangan kasusnya)," kata Kepala Biro Hukum Setdaprov Sumut, Andy Faisal menjawab wartawan saat dihubungi melalui telepon, Rabu (18/9).

Andy mengemukakan, pihaknya sejauh ini memang belum ada terlibat dalam kasus uang raib tersebut. Sebab masih menunggu hasil pemeriksaan pihak Inspektorat yang sekarang ini masih dilakukan.

Menurutnya, untuk masalah standar operasional prosedur (SOP) adalah ranah dari Inspektorat. Termasuk bagaimana tata cara penarikan uang secara tunai.

"Sekarang masih dilakukan pemeriksaan internal APIP (Inspektorat). Adakah pelanggaran SOP atau tidak. Nah, jadi kami belum bisa masuk ke situ. Untuk pendampingan di sana itu karena belum ada surat perintah, saya belum melakukan pendampingan," katanya.

Begitupun saat ini oleh instansi Pemprov Sumut, sambung dia, kasus ini sedang diteliti dan dicermati apakah ada pelanggaran SOP atau tidak. "Nah, setelah nanti selesai di APIP barulah kami bisa masuk. Inikan sedang diperiksa Inspektorat secara internal. Itu kan delik biasa, pidana umum, pencurian. Mungkin bisa tanya ke inspektur," pungkasnya.

Sekdaprovsu R Sabrina sebelumnya mengamini bahwa dalam kasus ini pihaknya memang belum ada memberi pendampingan hukum terhadap Aldi dan Indrawan Ginting. Pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada kepolisian. "Kita serahkan ke APH (aparat penegak hukum) saja ya," katanya.

Kepala Inspektorat Sumut Lasro Marbun sebelumnya juga menyebutkan sudah ada 21 orang diperiksa secara internal terkait hilangnya uang Rp 1,6 miliar itu. "Kami sudah periksa 18 orang. Dan hari ini 3 lagi kami periksa," katanya.

Sampai saat ini pihaknya juga sudah menyita 17 dokumen penting terkait penggunaan uang tersebut. "Dan dokumen pendukung sudah kami periksa, ada sekitar 17 dokumen sebagai bahan untuk kita membuat kesimpulan," kata dia.

Namun ia belum mau memberikan komentar lebih jauh lagi sekaitan kasus ini, karena pemeriksaan internal masih terus dilakukan pihaknya. "Tapi untuk lebih lanjut, ini hal serius dan jumlah (uang yang hilang) juga tidak sedikit, kita melakukan pemeriksaan secara komprehensif. Dan pihak-pihak terkait sudah kita periksa," jelasnya. (M16/M11/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments