Sabtu, 04 Apr 2020
  • Home
  • Headlines
  • Agar Sejarah Tembakau Deli Tidak Hilang, DHS Dideklarasikan

Agar Sejarah Tembakau Deli Tidak Hilang, DHS Dideklarasikan

Redaksisib Sabtu, 29 Februari 2020 15:37 WIB
beritagar

Ilustrasi

Medan (SIB)
Sejak zaman Belanda, tembakau Deli sudah sangat dikenal. Untuk mengingat dan agar sejarah Tembakau Deli tersebut tidak hilang, maka Deli Heritage Society (DHS) dideklarasikan. Deklarasi Deli Heritage Society ini dilakukan pada acara Workshop "Narasi Deli Heritage Society", Minggu, (23/2) di PPKS Medan.

Hal tersebut disampaikan M Abdul Ghani, penggagas berdirinya Deli Heritage Society (HDS) kepada wartawan, Selasa (25/2) di Medan.

Menurut dia, DHS merupakan sebuah jaringan pakar, praktisi dan peminat warisan budaya terkait dengan konteks Perkebunan Tembakau Deli dan dampaknya pada sejarah dan budaya di Sumut. Baik itu terkait warisan benda (tangible) dan tak benda (intangible), yang terkait langsung ataupun tidak langsung dengan perkebunan di Sumut, serta terkait dengan tanah dan masyarakat di Sumut.

Dia menjelaskan, nama ‘Deli Heritage Society’ dipilih sebagai pengakuan simbol identitas Sumut, sebagai sumber Tembakau Deli yang terkenal sebagai produk khas dan berkualitas sejak abad 19. "Deli Heritage Society merupakan forum terbuka di mana semua individu maupun organisasi yang memiliki ketertarikan dengan sejarah dan budaya perkebunan di Sumut, dapat menjadi anggota," sambung Sri Hartini, Direktur Musperin-Medan.

Sementara Osmar Tanjung mengatakan, meskipun perkebunan merupakan dasar pendiriannya DHS, tidak berarti sejarah dan warisan budaya lain tidak menjadi konsern DHS. "Ketertarikan DHS adalah sejauhmana ia berhubungan dengan tanah dan masyarakat perkebunan Sumut dan sekitarnya. Juga sejauh mana kegiatan perkebunan dan kehidupan sehari-hari perkebunan berdampak terhadap pembangunan dan pemahaman baru tentang sejarah dan warisan budaya perkebunan di Deli Perkebunan Sumut," ujarnya.

Hadir dalam Deklarasi itu, Bupati Serdang Bedagai, Soekirman, tokoh perkebunan di Sumut yang juga perpustakaan berjalan bagi PTPN, Sudjai, Direktur PTPN III, M Gusmar, Direktur PTPN IV, Rizal Damanik dan Andi dari PT Lonsum, PT Socfindo. Juga para pakar dan budayawan, Choking Susilo Sake, Edi Ikhsan, Pikarwin dan beberapa dari Badan Warisan Budaya Sumut, praktisi ketoprak Bung Yono, maupun aktivis seni sketcher dan lainnya. Acara Deklarasi ditutup Direktur PPKS, M Edwin Syahputra Lubis, sekaligus foto bersama anggota Deli Heritage Society. (M11/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments