Jumat, 03 Apr 2020
  • Home
  • Headlines
  • Afif Abdillah: Pemko Harus Tingkatkan Status Kota Medan Menjadi Tanggap Darurat Virus Corona

Afif Abdillah: Pemko Harus Tingkatkan Status Kota Medan Menjadi Tanggap Darurat Virus Corona

redaksisib Kamis, 26 Maret 2020 10:29 WIB
solopos,com

Ilustrasi

Medan (SIB)
DPD Partai NasDem Kota Medan meminta Pemko meningkatkan status pengawasan dari siaga darutat menjadi status tanggap darurat virus Corona (Covid-19). Hal ini melihat meningkatnya korban yang sudah ditetapkannya yaitu jumlah penderita Covid-19 yang meninggal di Medan, orang dalam pemantauan (ODP) menembus 1.391 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 53 orang, 8 orang negatif sedangkan 8 pasien lainnya dinyatakan positif.

"Angka ini sudah sangat tinggi dan Pemko Medan sudah bisa meningkatkan status pengawasannya menjadi tanggap darurat," ujar Ketua DPD Partai NasDem Kota Medan Afif Abdillah SE, kepada wartawan, Selasa (24/3).

Menurutnya, dengan status tanggap darurat, maka Pemko harus membuat perencanaan serta tindakan maksimal penanganan penyebaran virus. "Jangan hanya bergantung pada pemerintah pusat, jangan tunggu jutaan orang terjangkit, baru kita heboh bekerja. Ini penyakit berat dan vital," tegasnya.

Afif juga mempertanyakan anggaran Pemko Medan sebesar Rp.100 miliar untuk penanganan Covid-19, kemana arah dan sasarannya. "Tidak bisa efektif kalau tidak ada perencanaan yang pas. Pemko Medan inventarisasi berapa jumlah warga, tempat ibadah yang butuh penyemprotan disinfektan, kemudian jumlah tenaga medis yang membutuhkan vitamin dan alat perlindungan diri serta kebutuhan lainnya sehingga tidak sia-sia dan penyebaran virus dapat dihentikan," imbuhnya.

Anggota Komisi II DPRD Medan itu juga meminta Pemko Medan melibatkan semua pihak khususnya DPRD dalam penanganan Covid-19, minimal memberi ide.

Ketua F-NasDem DPRD Medan ini juga berharap Pemko dapat membuat posko cepat tanggap dengan menyediakan rapid test agar masyarakat dengan mudah memeriksakan dirinya jika memiliki tanda-tanda gejala Covid-19.

"Kita mencontoh Pemko Surabaya yang mempersiapkan semuanya dengan baik. Kalau Pemko tidak memiliki cukup dana, bisa bekerjasama dengan banyak pihak karena semua orang dan organisasi bisa menyumbang yang dibutuhkan seperti rapid test Corona. Sehingga sangat penting kehadiran posko itu di tengah-tengah masyarakat," ungkapnya.

Dukungan
Penyebaran Covid-19 ini juga memberikan dampak pada perekonomian terutama UKM akibat kebijakan isolasi. Untuk itu, pihaknya meminta Pemko memberikan kemudahan dan dukungan bagi kelangsungan usaha UKM dan masyarakat menengah ke bawah.

"Pemerintah bisa memerintahkan perbankan agar memberhentikan cicilan dan bunga kepada masyarakat menengah ke bawah dan pelaku UKM. Tagihan listrik dan air jangan dicabut meski berutang sampai 3 bulan, buat skema cicilan yang membantu masyarakat akibat tidak keluar rumah untuk bekerja," harapnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memerintahkan kader dan seluruh pengurus DPDd an DPC untuk mengisolasi dirinya di rumah. Hal ini merujuk pada surat edaran Kementerian Kesehatan Republik Infonesia tentang pedoman kesiapsiagaan menghadapi infeksi Covid-19 sampai pada waktu yang ditentukan.

Perintah tersebut sudah disampaikan melalui surat pemberitahuan antisipasi berkembangnya Covid-19 yang ditandatanganinya sebagai ketua pada Selasa (23/3).

Dijelaskannya, jika kader dan pengurus hendak keluar rumah karena hal yang mendesak, diingatkan agar selalu menyiapkan masker dan hand sanitizer, hindari kontak langsung jika diperlukan dan hindari kerumuman atau tempat keramain.

Jika ada ciri-ciri atau indikasi terhadap Covid-19 agar menghubungi pemerintah dan rumah sakit setempat guna mencegah penularannya. "Partai NasDem Kota Medan juga menyiapkan hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah ibadah di Kota Medan," pungkasnya. (M13/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments