Rabu, 13 Nov 2019

Jokowi di Depan Menteri: Kita Jangan Kayak Pejabat Minta Dilayani

Ada 33 Perusahaan Tiongkok Keluar dari Indonesia

admin Kamis, 05 September 2019 10:56 WIB
ANT/Akbar Nugroho Gumay
RATAS ANTISIPASI: Presiden Joko Widodo (tengah) memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/9). Ratas itu membahas antisipasi perkembangan perekonomian dunia.
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya turun tangan memberikan pelayanan, khususnya untuk menarik investor guna menanamkan modal di dalam negeri. Jokowi meminta para menteri/kepala lembaga tidak bermental pejabat.

"Kemarin seperti Petrochemical, Aramco nggak masuk-masuk karena apa. Semuanya akan kita cek satu per satu list-nya, sehingga betul-betul mereka merasa dilayani. Dan menteri-menteri tolong dilayani dengan baik-baik. Dampingi mereka sampai terealisasi. Kita ini jangan kayak pejabat, minta dilayani, (tapi) kita melayani," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas membahas antisipasi perkembangan perekonomian dunia di kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).

Jokowi menyinggung banyaknya perusahaan dari negara luar yang jarang melirik Indonesia. Ia mencontohkan 33 perusahaan asal China yang lebih memilih menanamkan modal di negara tetangga.

"Karena dari investor-investor yang kita temui, dan catatan yang disampaikan Bank Dunia kepada kita, di 2 bulan yang lalu ada 33 perusahaan di Tiongkok keluar, 23 memilih Vietnam, 10 lainnya pergi ke Malaysia, Thailand, Kamboja. Nggak ada yang ke kita," ujar Jokowi.

Salah satu strategi menarik investor ke dalam negeri karena menyikapi tren ekonomi global yang melambat.

"Ekonomi global telah mengalami perlambatan dan kemungkinan terjadinya resesi itu semakin besar. Oleh sebab itu, payung harus kita siapkan, kalau hujannya besar, kita nggak kehujanan. Kalau gerimis, kita nggak kehujanan," ujarnya. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments