Minggu, 22 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Abad ke15, Rempah Indonesia Dianggap Tumbuhan Surga

Abad ke15, Rempah Indonesia Dianggap Tumbuhan Surga

Minggu, 04 Mei 2014 17:50 WIB
SIB/int
Jakarta (SIB)- Sejarah masa keemasan rempah Indonesia terangkat kembali melalui eksplorasi seni rupa karya Tirtarubi berjudul “Discourse of the Past”. Dalam simbol-simbol kuat, Tirtarubi berusaha menafsirkan kolonialisme sebagai realitas sejarah yang membawa harapan sekaligus kematian.

Penikmat seni rupa masih dapat menikmati karya Tirtarubi di Philo Art Space, Kemang Jakarta, hingga Selasa (22/4). Salah satu karya Tirtarubi, “Hallucinogenic”, tersusun dari kumpulan ribuan buah pala bersepuh emas yang dirangkai membentuk jubah berkerudung dengan tangan kiri memegang kayu hangus dan tangan kanan memegang kitab emas. Ia juga membuat lukisan arang bergambar wajah-wajah dengan kedua tangan memegang hidung serta instalasi potongan bangkai perahu terbakar.

Sejarawan JJ Rizal mengatakan, setelah abad ke-15, hasil bumi rempah Indonesia semakin populer dan dianggap sebagai tumbuhan surga. Tidak tanggung-tanggung harga rempah saat itu naik 2.500 kali lipat sehingga nilainya lebih mahal dari emas.

“Yang ‘menggoreng’ nilai jual rempah-rempah tak tanggung-tanggung, yaitu kitab suci. Raja Mesir dikubur dengan rempah-rempah, dewa-dewa Yunani juga disebut selalu makan dengan rempah. Rempah dianggap sebagai tumbuhan surga,” papar Rizal. Karena itu, banyak orang Barat berlayar ke timur untuk berebut rempah. Setibanya ke Maluku, demi alasan ekonomi, mereka membunuh, mengambil rempah dan membakar sebagian untuk mempertahankan harga. “Titarubi menafsirkan kolonialisme Barat yang membawa kematian sekaligus berkah,” kata dia.

Dosen Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Robertus Robet, menambahkan, selama ini, sejarah kekerasan di Indonesia tidak pernah dinamai dan diselesaikan. Padahal, berdasarkan sejarah, demokrasi selama ini masih dibangun berdasarkan kekerasan. Tirtarubi berharap mampu mengajak publik membuka diri mengakui masa lalu untuk membuka lembaran baru masa depan. (Kps/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments