Senin, 14 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • 9 Kepala Daerah Plus Yenny-AHY Sepakat Jaga Kedamaian Jelang 22 Mei

9 Kepala Daerah Plus Yenny-AHY Sepakat Jaga Kedamaian Jelang 22 Mei

* 32 Ribu Personil TNI-Polri Dikerahkan Pengamanan 22 Mei
admin Kamis, 16 Mei 2019 09:53 WIB
Ant/Arif Firmansyah
SILATURAHMI BOGOR UNTUK INDONESIA: Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Wali Kota Bogor Bima Arya, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Gubernur NTB Zulkiflimansyah dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan keterangan kepada wartawan usai Silaturahmi Bogor Untuk Indonesia di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/5).
Bogor (SIB) -Silaturahmi beberapa kepala daerah dan tokoh nasional menghasilkan kesepakatan untuk menjaga perdamaian sampai penetapan hasil pemilu. Mereka berkomitmen untuk meminimalkan kemungkinan konflik dan perpecahan.

"Pertama, kami semua hari ini dipersatukan oleh satu hal yang penting, kita cinta Indonesia dan kita cinta perdamaian. Kita ingin Indonesia damai. Seluruh pembicaraan tadi diwarnai energi yang sangat positif dan optimistis bangun Indonesia dengan damai, cara kebersamaan dengan bangun komunikasi," ucap Wali Kota Bogor Bima Arya kepada wartawan seusai pembicaraan tertutup dengan kepala daerah dan tokoh di Museum Kepresidenan Balai Kirti, kompleks Istana Bogor, Rabu (15/5).

Pertemuan itu diinisiasi oleh Bima. Turut hadir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Selain itu, ada Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, serta Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut Bima tidak bisa hadir karena ada acara. Selain itu, ada Ilham Habibie, yang siap hadir pada pertemuan selanjutnya.

"Dua sahabat, yang pertama Anies Baswedan yang saat terakhir ada acara Pemprov Jakarta sehingga titip salam. Dan satu lagi Pak Ilham Habibie, dan sangat antusias dan insyaallah akan bergabung di kesempatan selanjutnya," sebut Bima.

Kembali ke soal kesepakatan pertemuan, mereka akan menyerahkan soal Pemilu 2019 kepada lembaga berwenang, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

"Kedua, kita diskusi kondisi Tanah Air pascapilpres. Semangat kita sama. Bagaimana agar proses yang ada kita hormati kita berikan tempat pada koridor hukum, sembari komunikasi satu sama lain pererat silaturahmi," kata Bima.

Mereka bersepakat untuk membangun pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya mengajarkan demokrasi yang sehat.

"Tiga, kita bangun gagasan ke depan gagasan kebangsaan, membangun nation building. Banyak gagasan bagaimana perlu edukasi rakyat agar semua siap demokrasi secara sehat. Banyak gagasan ide ke depan, saling silaturahmi, perluas semangat ini bukan hanya dibatasi konteks politik," ucap Bima.

"Kita akan keliling Indonesia tebar harapan Indonesia insyaallah lebih baik dan jaya pada saatnya," kata Bima.

Para kepala daerah mengajak masyarakat menghormati hukum dan konstitusi. Mereka juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan mencegah perpecahan.

"Selama hari menjelang 22 Mei, terus kokohkan kebersamaan, minimalkan ruang timbulkan perpecahan. Kita sepakat, mari berikan ruang terhormat pada proses hukum. Kita menunggu proses berjalan sesuai konstitusi sehingga 22 Mei kita hormati sebagai proses konstitusi kalau ada yang berbeda harus serahkan ke proses hukum yang berlaku di Indonesia," ucap Bima.

32 Ribu Personil
Sementara itu, Polri telah mempersiapkan rencana pengamanan secara detail saat pengumuman hasil rekapitulasi resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menuturkan, terdapat 32.000 personel TNI-Polri yang diturunkan.

"Kekuatan yang dilibatkan untuk TNI-Polri ada 32.000 (personel) dalam rangka untuk memberikan suatu jaminan keamanan pelaksanaan pengumuman hasil penghitungan secara nasional pilpres dan pileg," tutur Dedi di gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/5). Untuk keamanan gedung KPU, aparat akan menerapkan sistem pengamanan yang terbagi dalam empat lapis atau ring.

Ring pertama berada di dalam gedung KPU agar kinerja lembaga tersebut tidak terganggu. Berikutnya, ring kedua merupakan area sekitar gedung KPU dengan pengamanan berupa sterilisasi. "Ring 2 ada di gedung KPU juga semua yang akan masuk ke KPU harus steril, harus menghargai petugas yang melaksanakan sterilisasi," katanya.

Kemudian, ring ketiga merupakan area parkir, dan ring keempat di jalan raya. Mereka juga akan fokus mengamankan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan obyek vital lainnya. Ia menuturkan, belum terdeteksi potensi keributan pada saat pengumuman tersebut. Namun, Dedi mengungkapkan bahwa situasi tersebut lebih ramai di media sosial.

Oleh karena itu, Polri bersama instansi terkait akan terus melakukan patroli siber. Mereka akan menurunkan atau take down akun yang memprovokasi dan menyebarkan hoaks. Dedi pun mengimbau masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya agar turut menjaga ketertiban.

"Polri juga mengimbau masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya tolong untuk betul-betul sama-sama menjaga keamanan," ujar Dedi. Selain itu, Polri juga terus mengantisipasi kemungkinan serangan terorisme di hari tersebut. "Kami juga masih menginvestigasi dan memitigasi, tidak tertutup kemungkinan juga ancaman terorisme menjadi ancaman yang nyata," ungkap dia. (Kps./detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments