Rabu, 23 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • 71 Terduga Teroris Ditangkap Pasca-Bom Medan, 3 di Antaranya Tewas

71 Terduga Teroris Ditangkap Pasca-Bom Medan, 3 di Antaranya Tewas

redaksi Rabu, 20 November 2019 09:17 WIB
Merdeka.com
Ilustrasi

Jakarta (SIB)
Polri menangkap 71 orang terduga teroris pasca-bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Dari jumlah itu, tiga orang meninggal dunia.
"Pasca-bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, total penangkapan 71 orang, lanjut penyidikan 68 orang, meninggal dunia 3 orang," kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di gedung Tri Brata, Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan, Selasa (19/11).


Iqbal mengatakan penangkapan terbanyak dilakukan di Medan dengan jumlah 30 terduga teroris. Sedangkan di Aceh, dua orang yang sempat ditangkap akhirnya dilepaskan karena tak terbukti sebagai teroris.


"Wilayah Pekanbaru total 5 orang, Jabodetabek 3 orang, Banten 5 orang, Jateng 11, Medan ini paling banyak 30 orang, Jawa Barat 11 orang, Kalimantan 1 orang, Aceh tadinya 4, tapi 2 dipulangkan karena tidak terbukti, Jatim 2 orang, Sulsel 1 orang," ungkapnya.
Sebelumnya, polisi baru menetapkan 46 tersangka terorisme pasca-aksi bom bunuh diri di Mapolresta Medan. Para tersangka ditangkap di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.


"Sampai hari ini upaya penegakan hukum yang dilakukan Densus 88 dan jajaran Polda sudah mengamankan atau menetapkan tersangka sejumlah 46 orang, seluruhnya ya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (18/11).


Ditangkap
Sementara itu, polisi menetapkan 30 orang tersangka terorisme terkait bom bunuh diri. Para tersangka ditangkap dari wilayah Sumut dan Aceh.


"Jadi untuk keseluruhannya sampai hari ini sudah ada 30 orang, 3 yang meninggal dunia termasuk yang pertama (Rabbial)," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja di RS Bhayangkara, Jl KH Wahid Hasyim, Medan, Selasa.


Tatan menyebut ada 4 orang tersangka teroris yang diamankan hari itu. Salah satu di antaranya menyerahkan diri.


"Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan, yang pasti tidak berhenti di sini, masih ada yang dalam pengejaran," jelas Tatan.


Dari keseluruhan tersangka, 27 orang laki-laki dan 3 orang perempuan termasuk istri Rabbial. Kesemua tersangka ditahan di Polda Sumut dan Mako Brimob Polda Sumut.


Dimakamkan
Di tempat terpisah, jenazah Ananda Putra dan M Chairuddin tersangka teroris yang ditembak mati Densus 88/Antiteror di Deli Serdang, dimakamkan. Keduanya dimakamkan di lokasi terpisah.


Ananda Putra dimakamkan di TPU Kemiri, Kelurahan Sudirejo, Medan Kota. Sedangkan M Chairuddin dimakamkan di TPU Kampung Sentosa Barat, Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan.


Pantauan di TPU Kemiri, jenazah Ananda Putra tiba pada pukul 15.10 WIB, Selasa menggunakan mobil ambulans.


Prosesi pemakaman Ananda lebih sepi dari prosesi pemakaman Rabbial Muslim Nasution, pelaku bom bunuh diri.


Tidak ramai warga atau keluarga yang datang ke TPU. Hanya terlihat aparat dari TNI, Polri dan kelurahan setempat.


"Betul, yang dikuburkan itu adalah Ananda Putra. Dia warga Tanjung Balai Utara dan dimakamkan di sini," kata Kepling 1, Kelurahan Matahalasan, Tanjung Balai Utara, M. Isa.


Sementara M Chairuddin dimakamkan di Kampung Sentosa Barat, Lingkungan 20 Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan sekitar pukul 13.25 WIB.


Kedua tersangka teroris ini tewas setelah baku tembak dengan Densus 88 yang terjadi di Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu (16/11).


Setelah diselidiki, keduanya disebut terkait dengan pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Keduanya, berperan sebagai perakit bom tersebut.


Beri Pesan

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis menghadiri pemakaman M Chairuddin.


"Jenazah sudah dikuburkan, diterima keluarga dengan lapang dada," kata Ikhwan.


Ikhwan juga menjelaskan masyarakat di lingkungan Canang Kering Belawan menerima jenazah M Chairuddin dikuburkan di daerah itu. Prosesi penguburan juga berjalan lancar. Ikhwan berpesan kepada masyarat untuk tidak sembarangan mengikuti pengajian.
"Kita imbau masyarakat agar tidak sembarangan mengikuti pengajian yang tertutup, lebih baik mengikuti di mesjid yang ustaz dan pengajiannya jelas," imbuhnya.


Pulang
Sementara itu, lima korban luka akibat bom bunuh diri diperbolehkan pulang. Saat ini tinggal 1 korban yang masih dirawat di RS Bhayangkara Medan.


"Yang polisi hari ini sudah kembali, saat ini tinggal satu yang tangannya luka, masih dalam perawatan," jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja.


Selain dari aparat kepolisian, korban lain yang berprofesi sebagai PHL dan masyarakat juga sudah diperbolehkan pulang. "Sudah pulang juga," jelas Tatan.


Bom bunuh diri itu menyebabkan 6 orang korban luka. Dari 6 orang korban, 3 di antaranya harus menjalani operasi.
Ke-6 korban tersebut yakni Kompol Abdul Mutholib (Kasi Propam Polrestabes Medan) yang mengalami luka di tangan sebelah kiri, Kompol Sarponi (Kasubbag Bin Ops Bag Ops Polrestabes Medan) luka pada bagian kaki.


Selanjutnya Aipda Deni Hamdani (Personil Provost Polrestabes Medan) luka pada bagian tangan, Bripka Juli Chandra (Personil Provost Polrestabes Medan) luka pada bagian telinga, Richard Purba (PHL Bag Ops Polrestabes Medan) luka di bagian wajah dan tangan sebelah kiri dan Ihsan Muliadi Siregar (masyarakat) yang mengalami luka pada bagian paha atas sebelah kiri.


Geledah
Tim Densus 88/Antiteror menggeledah rumah di Jalan Tambak Lingkungan 20, Medan Belawan. Dari rumah itu, disita barang bukti di antaranya senjata api rakitan dan benda diduga bahan peledak.


Rumah yang digeledah merupakan kediaman tersangka teroris berinisial H alias A H ditangkap Densus 88 di Jl Yos Sudarso, Medan, Selasa.


Rumah H berada tak jauh dari empat lokasi yang lebih dulu digeledah pada Jumat (15/11). Kepala Lingkungan 20, Zihadun Akbar, mengatakan personel Densus 88 membawa sejumlah barang bukti.


"Ada beberapa yang dibawa polisi," ujarnya.


Penggeledahan, menurutnya, terkait pengembangan penanganan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.


Sementara itu, warga sekitar bernama Samsidar menyebut H alias A pergi dari rumah pada Rabu (13/11).


"Kunci rumahnya dititipkan ke saya. Habis itu saya enggak tahu dia pergi ke mana," ujar dia.


Tangkap Terduga Teroris
Tim Densus 88 Antiteror juga menggerebek 3 lokasi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sejumlah orang terduga teroris diamankan.


Lokasi yang didatangi Densus yakni rumah toko (ruko) di Jalan Cendana, Kecamatan Sungai Kunjang, rumah di Jalan Lumba-Lumba, Kecamatan Samarinda Ilir, dan rumah di Jalan Sultan Alimuddin.

Penangkapan dan penggeledahan rumah para pelaku membuat warga terkejut. Pengguna jalan di Jalan Cendana juga tampak menunggu prosesi penggeledahan dari jarak jauh.


Belasan petugas berpakaian bebas dan bersenjata memenuhi rumah toko (ruko) yang menjual parfum isi ulang ini. Polisi berpakaian lengkap juga terlihat berpatroli di sekitar lokasi.
Penggeledahan oleh Densus dibantu anggota Polresta Samarinda itu berlangsung selama 1 jam. Dari ruko itu, petugas membawa satu kotak besar berwarna hitam, tujuh kantong plastik.


Polisi di lokasi enggan menjelaskan soal operasi itu. Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono mengaku tidak mengetahui aktivitas kepolisian di ruko tersebut. Dia langsung menuju mobil dinasnya dan meninggalkan lokasi.


Sementara itu Ketua RT 18, Muchlidin, membenarkan adanya penggeledahan di ruko tersebut. Penggeledahan dilakukan petugas kepolisian untuk mencari sejumlah barang.


"Di sini memang tiga orang yang menetap, namun penggeledahan dilakukan untuk mencari barang barang milik MI (28) di lokasi itu, MI adalah pekerja di toko penjual parfum itu," kata Muchlidin.


Sementara itu, Densus juga mengamankan seorang warga di Jalan Ketapang RT 8 Kelurahan Sambutan, Kecamatan Samarinda Ilir. Dari rumah itu, petugas mengamankan pakaian dan satu senjata tajam.


Selain itu, polisi juga melakukan penggeledahan di rumah warga di RT 10 Jalan Selili Samarinda. Polisi mengamankan pakaian dan beberapa jenis buku.


Para pelaku langsung dibawa ke Mako Polda Kaltim untuk menjalani pemeriksaan.


Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana meminta agar aktivitas hari ini ditanyakan ke Densus Mabes Polri. "Itu Densus, silakan tanya ke Densus Mabes Polri," kata Kombes Ade Yaya saat dimintai konfirmasi terpisah. (detikcom/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments