Minggu, 20 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • 5 Hari Jelang Demo Besar, Mahasiswa Tunggu Pernyataan Jokowi soal Perppu KPK

5 Hari Jelang Demo Besar, Mahasiswa Tunggu Pernyataan Jokowi soal Perppu KPK

* BEM SI Tak Ikut Deadline 14 Oktober
admin Kamis, 10 Oktober 2019 10:37 WIB
Presiden Joko Widodo
Jakarta (SIB) -Mahasiswa yang sempat bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko masih mengharap respons Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka menyatakan akan menggelar demo lebih besar jika Jokowi tak memberi respons hingga Senin (14/10).

Apa tuntutan mahasiswa?
"Kita kasih batas waktu, minimal ada statement soal kondisi hari ini dan juga statement untuk menerbitkan Perppu KPK. Kalaupun tidak (beri pernyataan soal perppu) kita minta alasan rasional. Kalau tidak ada respons (dari Presiden Jokowi), kita akan turun lagi," kata Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dino Ardiansyah saat dihubungi, Rabu (9/10).

Dino mengatakan mahasiswa juga meminta digelarnya dialog bersama pemerintah. Dia berharap pemerintah membuka pintu dialog bersama mahasiswa dan unsur lainnya.

Soal tuntutan 14 Oktober, Dino mengatakan mahasiswa meminta Jokowi menyampaikan kejelasan sikap soal penerbitan Perppu KPK. Dino mengatakan pihaknya akan kembali menjalin komunikasi dengan KSP atau Moeldoko untuk menanyakan kelanjutan pertemuan mereka.

Dino mengatakan mahasiswa ingin ada sikap lebih jelas dari Jokowi. Mereka ingin tahu sikap terbaru Jokowi setelah sempat mengucapkan menimbang untuk menerbitkan Perppu KPK beberapa waktu lalu.

"Iya, tapi itu kan baru pertimbangan. Yang kita minta sekarang, minimal ada statement akan mengeluarkan perppu, 'saya akan terbitkan perppu'. Kalau tidak menerbitkan, apa alasannya. Seperti itu," ujar Dino.

Jika tidak ada respons hingga Senin (14/10), mahasiswa akan turun ke jalan dengan massa lebih banyak. Dino mengatakan konsolidasi sudah dibangun tinggal menentukan hari yang tepat untuk turun ke jalan lagi. Dia mengatakan aksi demo besar-besaran itu tidak mesti digelar pada 14 Oktober.

"Kita sekarang proses konsolidasi dengan teman-teman kampus lain dan arahnya akan turun bareng lagi, sama-sama. Harapannya bisa turun bersama, besar. Harapannya teman kampus lain bisa turun bersama, lebih besar. Tinggal tentukan harinya," ujarnya.

Jika dihitung, hingga Rabu (9/10), maka tersisa 5 hari lagi menjelang deadline yang diberikan mahasiswa kepada Jokowi untuk memberi respons. Dino mengatakan mahasiswa menggelar demo besar-besaran setelah menemui Moeldoko untuk menyampaikan desakan penerbitan Perppu KPK ke Presiden Jokowi.

"Kalaupun sampai 14 Oktober tidak ada juga diskusi tersebut dan tidak ada statement dari Presiden, kita pastikan mahasiswa akan turun ke jalan dan lebih besar lagi," ucap Dino di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (3/10) lalu.

Tak Ikut
Sementara itu Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengaku belum ada komunikasi terkait rencana demonstrasi tersebut.

"Kalau dari BEM SI belum ada komunikasi dengan teman kampus tersebut soal deadline 14 Oktober," kata Koordinator BEM SI Wilayah Se-Jabodetabek Banten, Muhammad Abdul Basit, saat dihubungi.

Abbas--sapaan akrabnya--mengatakan BEM SI belum bisa memutuskan akan bergabung bila diajak bergabung dalam demonstrasi tersebut. Dia mengatakan BEM SI harus konsolidasi juga dengan kampus-kampus di daerah.

Dia mengatakan BEM SI sendiri sudah mengagendakan turun ke jalan di hari pelantikan Jokowi pada Minggu, 20 Oktober nanti. Abbas mengatakan BEM SI akan menyampaikan poin yang sama saat demo beberapa waktu lalu.

"Kalau kemarin kita sudah konsolidasi juga di Kalimantan. Dan hasilnya, kita mengawal pelantikan presiden. Kita aksi di pelantikan. Tidak ada bahasan di tanggal 14 Oktober. Kita akan tetap tuntut presiden sama seperti tuntutan sebelumnya, salah satunya menerbitkan Perppu KPK juga," tuturnya.

Abbas juga sempat bicara soal wacana dialog dengan Jokowi. Dia mengatakan BEM SI siap dialog jika disiarkan secara langsung (live) di televisi dan terbuka.

"Kita tetap masih sepakat pada sikap pertama... kalau Pak Jokowi ingin bertemu mahasiswa dilakukan secara terbuka dan disiarkan langsung," kata Abbas. (detikcom/t/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments