Jumat, 15 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • 40 Balon KDh Ikuti Fit and Proper Test di PDIP Sumut

40 Balon KDh Ikuti Fit and Proper Test di PDIP Sumut

admin Jumat, 20 September 2019 10:28 WIB
Soetarto dan Mangapul Purba
Medan (SIB) -Sebanyak 40 nama bakal calon (Balon) kepala daerah (KDh) yang mendaftar ke 23 DPC PDIP kabupaten/kota, mengikuti fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di Kantor DPD PDIP Sumut, Kamis (19/9). Penyelenggaraan fit and proper test ini dilaksanakan 19-22 September 2019, pukul 10.00-17.00 WIB.

Wakil Ketua DPD PDIP Sumut Mangapul Purba SE mengatakan untuk hari pertama ada tujuh daerah yang mengikuti fit and proper test dengan jumlah keseluruhan balon kepala daerah (KDh) 39 orang.

"Jadi hari ini yang ikut uji kelayakan dari Binjai, Labuhanbatu, Labura, Madina, Karo, Humbahas dan Nias Barat," kata Mangapul didampingi Sekretaris DPD PDIP Sumut Dr Soetarto MSi di DPD PDIP Sumut, Kamis (19/9).

Kata Mangapul, ada beberapa hal yang ditanyakan kepada setiap bakal calon antara lain perihal komitmen terhadap partai dan pemenangan PDIP 2024. Balon kepala daerah yang mengikuti fit and proper test dari Binjai 11 nama, Labuhanbatu tiga nama, Madina dua nama, Karo 10 nama, Labura tujuh nama, Humbahas tiga nama, dan Nias Barat empat nama.

Sementara balon Wali Kota Binjai Eddy Aswari sebagai peserta pertama usai mengikuti fit and proper test mengaku ditanya mengenai motivasi mengapa maju di Pilkada Binjai 2020. "Tadi ditanya mengenai kapasitas diri, kompetensi dan pengalaman. Total ada sekitar 20 pertanyaan, semua dijawab dengan baik," jelasnya.

Pensiunan PT Telkom ini juga tidak kapok ikut Pilkada Binjai 2020 meski pernah kalah di 2010 lalu. Namun, satu hal yang ditegaskannya kepada penguji bahwa dia tidak ingin dicalonkan sebagai calon wakil wali kota. "Untuk apa kalau nomor 2, saya mau berbuat, dan itu harus nomor 1. Kalau nomor 2 saya tolak," tegasnya.

Sebelumnya Muhammad Juliadi, salah satu Balon Wali Kota Binjai yang mengikuti fit and proper test mengatakan masih menunggu panggilan. Ia mengaku keluarganya ikut mendukung niatnya maju di Pilkada Binjai, meski 2015 lalu kalah. "Tidak ada kapok, karena ingin berbuat untuk warga Binjai. Keluarga mendukung," ucapnya.

Di Pilkada Binjai 2015, Juliadi mengaku diusung PDIP, PAN, Golkar dan PPP. Pada saat itu, dia hanya kalah selisih 600 suara dari paslon Idaham-Timbas (petahana). "Sejauh ini memang masih dengan PDIP berkomunikasi, karena partai lain belum ada yang buka penjaringan," katanya. (M17/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments