Kamis, 21 Feb 2019
  • Home
  • Headlines
  • 4 Tersangka Pembunuh Kader IPK Dibekuk, Seorang Ditembak

4 Tersangka Pembunuh Kader IPK Dibekuk, Seorang Ditembak

* DPD IPK Sebut Tindakan Pelaku tak Sportif dan tak Berperikemanusiaan * Minta Kader Menahan Diri
admin Rabu, 06 Februari 2019 09:54 WIB
SIB/Roy Surya Damanik
BARANG BUKTI: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira menunjukkan barang bukti senapan angin yang digunakan para tersangka berinisial DP alias Black (ditembak) DI alias Komeng dan RS untuk menghabisi nyawa kader IPK Jarisman Saragih, di Mapolrestabes, Selasa (5/ 2).

Medan (SIB)- Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan membekuk 4 pembunuh kader IPK, seorang tersangka terpaksa ditembak di kedua kakinya, karena melakukan perlawanan saat ditangkap.


Para tersangka masing-masing berinisial DP alias Black (39), warga Jalan Cemara Pasar I Lorong Il Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang (ditembak), DI alias Komeng (20) warga Jalan Cemara Lorong Il Barat. RS (25) dan MAP (23), keduanya warga Jalan Pancing II/Budi Utomo Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung.


Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira dalam keterangan persnya, Selasa (5/2) di Mapolrestabes Medan menjelaskan, pengeroyokan terhadap Jarisman Saragih (21), warga Dusun XIV Sinar Gunung, Kecamatan Labuhan Deli, Delisersang terjadi di Jalan Cemara Gang Keadilan Lorong I Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (2/2) sekitar pukul 17.00 WIB.


"Ketika itu korban dan teman-temannya yang baru saja mengikuti acara pelantikan kader IPK di lapangan bola kaki Gajah Mada, Medan Timur, berencana kembali ke rumahnya masing-masing. Saat melintas di Jalan Cemara Gang Keadilan, Angkot yang ditumpangi korban dan temannya dihadang puluhan pemuda. Para tersangka langsung memukuli korban dan teman-temannya hingga terluka," ujar Kapolrestabes.


Para tersangka sambungnya, langsung menangkap korban dan membawanya ke Lorong I Timur. Selanjutnya puluhan tersangka memukuli dan menendang korban serta menembak tubuhnya menggunakan senapan angin. Melihat korban tidak bernyawa lagi, tersangka meninggalkan lokasi.


"Tim Pegasus Unit Pidum Sat Reskrim dan Tim Inafis yang menerima informasi adanya korban pengeroyokan hingga tewas, langsung menuju ke lokasi untuk melakukan identifikasi serta penyelidikan. Selanjutnya korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan guna menjalani otopsi untuk kepentingan penyelidikan," terangnya.


Lanjut Dadang, dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, Tim Pegasus akhirnya mengungkap identitas sejumlah tersangka. Minggu (3/2) sekira pukul 10.00 WIB, petugas mendapat Informasi dari informan seorang tersangka pembunuh berinisial DP alias Black sedang bersembunyi di rumah mertuanya Jalan Binjai Km 10,8 Desa Paigel Gang Murni, Kecamatan Sunggal.


"Tim Pegasus langsung bergerak ke lokasi dan berhasil membekuk tersangka DP alias Black. Saat diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya. Diakui tersangka, sebelum kejadian tersangka sebelumnya mendapat telepon dari Z untuk bersiap-siap melakukan penyerangan. DP alias Black dan tersangka lainnya mempersiapkan senjata dan kemudian menghadang korban serta teman-temannya," ungkapnya.


Masih kata Kapolrestabes, petugas kemudian membawa DP alias Black untuk pengembangan terhadap tersangka lainnya. Namun di perjalanan tersangka melakukan perlawanan dan mencoba kabur sehingga petugas memberikan tembakan ke udara tetapi tidak diindahkan. Tim Pegasus kemudian menembak kedua kaki tersangka hingga rubuh. Tersangka kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna mendapat perawatan medis, setelah itu diboyong ke Mako.


"Tim Pegasus yang sudah disebar kembali membekuk 3 tersangka berinisial DI alias Komeng, RS dan MAP dari lokasi berbeda. Tersangka kemudian diboyong ke Mako untuk menjalani pemeriksaan," jelasnya.


Dadang menegaskan, 6 tersangka lagi sudah diketahui identitasnya dan kini dalam pengejaran, serta masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kemungkinan besar akan ada lagi tersangka lainnya.


"Para tersangka dijerat Pasal 340 Sub 338 dan atau Pasal 170 Ayat (2) ke (3e) KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama 20 tahun," katanya dengan tegas.


Disebutkan Dadang, dari hasil otopsi terhadap korban ditemukan 7 peluru senapan angin dalam tubuh korban dan sudah dijadikan barang bukti. Selain peluru, barang bukti yang juga diamankan diantaranya baju, celana dan sepatu milik korban serta tersangka. Balok kayu, belasan anak panah beracun, 2 senapan angin, pisau, klewang, jaket dan banyak lagi yang disita dari tersangka.


"Saya mengimbau untuk para OKP di Medan, pembentukan OKP sebenarnya bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman. Dan kepada para pelaku yang belum ditangkap, polisi tidak berhenti sampai di sini saja. Kemanapun akan kami kejar," pungkasnya.


TAK BERPERIKEMANUSIAAN
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya (DPD IPK) Kota Medan angkat bicara terkait kasus pengeroyokan maut yang merenggut nyawa seorang kader IPK, Jarisman Saragih.


"Aksi pengeroyokan itu merupakan perbuatan yang tidak berprikemanusiaan. Kejadian ini sangat tidak sportif, seharusnya orang (korban-red) yang sudah tak berdaya tidak boleh diperlakukan seperti itu. Satu orang dianiaya oleh puluhan orang, sungguh tidak punya perikemanusiaan," ujar Ketua DPD IPK Kota Medan Thomas Purba saat menggelar konferensi pers di Kantor DPD IPK Medan Jalan Burjamhal Medan, Senin (4/2).


Kejadian ini sambungnya, bukanlah bentrok, melainkan penghadangan, penculikan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan orang terhadap kader IPK yang melintas di Jalan Cemara, usai menghadiri pelantikan di Lapangan Gajah Mada Jalan Krakatau Medan, Sabtu (2/2).


"Ini bukan bentrok, sebab kader dicegat 50 orang. Kejadian ini sudah direncanakan dari awal. IPK tidak ada melakukan penyerangan," ungkapnya.


Lanjut Thomas, selain merenggut nyawa satu orang, kejadian ini juga mengakibatkan satu kader IPK lainnya juga mengalami luka-luka.


"Mereka dipersenjatai bebagai jenis senjata di antaranya Air softgun. Jadi ini sudah direncanakan. Kami minta polisi bertindak tegas menangkap pelaku dan aktor intelektual di balik kejadian ini," pintanya.


MENAHAN DIRI
Thomas juga mengimbau para kader agar menahan diri dengan tidak melakukan aksi pembalasan dan menjaga kekondusifan kota Medan.


"Imbauan saya kepada para kader untuk menahan diri sepanjang aparat menangkap pelaku. Bila belum dilakukan, kami juga tidak tinggal diam," tutupnya.


Pantauan wartawan, usai memberi keterangan kepada wartawan, Ketua DPD IPK Kota Medan mengimbau kepada seribuan kader IPK yang sudah menunggu di depan kantor supaya menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian.


Usai memberi imbauan, Thomas bersama seribuan kader IPK berkonvoi dengan mengendarai mobil dan sepedamotor menuju rumah duka korban Jarisman Saragih (22) di Desa Pematang Johar Kecamatan Labuhan Deli. Guna mengantisipasi gesekan dengan OKP lain di jalan, konvoi dikawal ketat petugas gabungan dari Sat Reskrim, Sat Sabhara, Sat Intelkam, Sat Lantas Polrestabes Medan. Serta seratusan personil Brimob Polda Sumut bersenjata.


Saat melintas di Jalan Cemara, dengan spontan kader IPK merusak pos sekuriti Komplek Perumahan Cemara Asri. Setelah itu para kader melanjutkan perjalanan. Ketika melintas di Jalan Pasar Hitam/Jalan Irian Barat Desa Sampali, para kader dengan aksi spontannya merusak sejumlah plang dan pos OKP PP. Selanjutnya para kader melanjutkan perjalanan menuju rumah duka. (A16/A18/l)


T#gs Seorang Ditembak4 Tersangka Pembunuh Kader IPK Dibekuk
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments