Rabu, 13 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • 4 Begal di Medan Ditembak Polisi, 2 Tewas Seorang Polisi Terluka

4 Begal di Medan Ditembak Polisi, 2 Tewas Seorang Polisi Terluka

admin Kamis, 22 Agustus 2019 09:52 WIB
SIB/Roy Surya Damanik
Medan (SIB) -Empat pelaku begal sadis "Guntur Cs" ditembak Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Unit Reskrim Polsek Medan Baru, dua pelaku tewas, karena melawan dan melukai seorang anggota polisi dengan menggunakan pisau.

Para pelaku yang kerap melukai korbannya dengan senjata tajam itu, masing-masing berinisial GS alias Guntur (29) dan LH (25), keduanya warga Jalan Dipanegara Gang Golf Medan (kedua pelaku tewas). MF (26), warga Jalan Sosial Medan dan TAH (20), warga Jalan Notes Medan (ditembak di kedua kakinya).

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto didampingi Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto, Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira, dalam keterangan persnya di RS Bhayangkara Medan, Rabu (21/8) sore menjelaskan, belum lama ini, aksi pembegalan komplotan "Guntur Cs" terhadap para korbannya sempat viral di media sosial (medsos).

"Para pelaku berusaha melukai korban dengan menggunakan senjata api (senpi) dan senjata tajam di depan Kantor BPJS Jalan Patimura Medan. Aksi keempat pelaku terekam jelas di kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi sehingga menjadi viral. Tim Pegasus Sat Reskrim dan Unit Reskrim Polsek langsung melakukan penyelidikan. Petugas berhasil mengungkap identitas para pelaku, masing-masing berinisial, GS alias Guntur, LH, MF dan TAH," ujar Dadang.

Lanjutnya, 17 Agustus lalu petugas gabungan menerima informasi keberadaan para pelaku. Petugas bergerak cepat dan berhasil membekuk dua pelaku, TAH dan MF. Saat dilakukan pengembangan, keduanya berusaha kabur sehingga petugas memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan. Akhirnya, petugas memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kaki tersangka. Selanjutnya, para pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan medis, setelah itu diboyong ke Mako guna pemeriksaan intensif.

"Dari hasil pemeriksaan kedua pelaku, petugas mengetahui keberadaan 2 pelaku lagi. Petugas melakukan pengembangan dan berhasil membekuk GS alias Guntur dan LH. Ketika diminta menunjukkan tempat penyimpanan senjata yang digunakan saat beraksi, pelaku melakukan perlawanan dan melukai seorang petugas, Bripka Johanes Purba dengan senjata tajam. Tidak mau ambil resiko, petugas langsung menembak keduanya hingga akhirnya tewas. Jasad kedua pelaku, selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara guna diotopsi," terangnya.

Untuk TKP, sambung Kapolrestabes, pelaku sudah 7 kali beraksi. Para pelaku selalu membidik tangan kanan korban dan langsung membacok atau menikamnya.

"Karena perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," katanya dengan tegas sembari menambahkan, pelaku begal itu merupakan komplotan "Guntur Cs".

Sementara itu, Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, Poldasu tidak segan-segan untuk memberikan tindakan tegas kepada para pelaku begal yang mengancam nyawa korban dan petugas. Semoga upaya ini memberikan efek jera bagi para pelaku tindak kejahatan di manapun berada.

"Kita tetap beri dukungan dan semangat bagi anggota agar tidak perlu ragu memberikan tindakan tegas bagi para pelaku begal yang mengancam nyawa korban dan petugas di lapangan. Kita akan terus melakukan upaya menghindarkan masyarakat menjadi korban tindak kejahatan," ucapnya dengan tegas.

Masih kata, Kapoldasu, pihaknya saat ini sedang membangun monitoring sistem ke Polres jajaran Poldasu untuk mendeteksi para pelaku kejahatan. Selain itu, pihaknya terus mendorong pelaku usaha untuk memasang kamera pengintai (CCTV) di kantor-kantor dan tempat rawan. CCTV ini sangat membantu petugas dalam mengungkap kejahatan.

"Kita terus mendorong pelaku usaha untuk memasang CCTV. Karena ini sangat membantu kita untuk mengungkap tindak kejahatan," sebutnya.

Salah seorang korban begal yang hadir di lokasi, Reza yang berstatus mahasiswa di Universitas Negeri di Medan mengatakan, saat kejadian dia baru pulang mengerjakan tugas. Saat melintas di Jalan Dr Mansyur tepatnya di depan Fakultas Kedokteran USU, tiba-tiba korban dipepet 2 pelaku dari belakang dan langsung membacok tangan kanan korban dengan klewang.

"Seorang pelaku menendang sepedamotor saya hingga tersungkur ke aspal. Sebelum melarikan sepedamotor saya, pelaku merampas HP dan dompet saya. Saya tidak berdaya akibat tangan kanan terluka parah karena dibacok," ungkapnya sembari mengatakan, tangan kanannya sudah 3 kali dioperasi.

Sementara itu korban lainnya, Ali Indra mengaku, kejadian pembegalan yang menimpanya terjadi, 2 Juli 2019. Korban dipepet 3 pelaku yang berboncengan dengan satu sepedamotor. Selanjutnya, pelaku langsung menyayat tangan kanan korban hingga terluka parah.

"Pelaku langsung merampas sepedamotor saya. Di dalam jok ada dompet saya yang berisi sejumlah uang, SIM dan STNK. Tangan saya saat ini belum bisa dikepal, karena lukanya cukup serius," akunya.

Korban yang lain, Rahmat (34) mengatakan, dia dibegal di Jalan Hasanudin, 4 Juli 2019. Ketika itu pelaku menabrak sepedamotor korban dari samping. Selanjutnya, pelaku turun dari sepedamotor dan langsung membacok tangan kanan korban 3 kali. Rahmat sempat berteriak minta tolong kepada warga, namun warga tidak ada yang berani menolongnya lantaran takut.

"Pelaku langsung melarikan sepedamotor saya. Tidak lama driver Gojek membawaku ke RS Malahayati dan lalu saya dirujuk ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan medis. Tanganku mendapat puluhan jahitan dan masih dipasang pen," pungkasnya. (M16/t)
T#gs Ditembak Polisi Polrestabes MedanBega
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments