Selasa, 12 Nov 2019

Ledakkan Bom di Sibolga

3 Terduga Teroris Terafiliasi ISIS Ditangkap

admin Rabu, 13 Maret 2019 09:04 WIB
SIB/Marlon P
TUTUP AKSES JALAN: Polisi melakukan penutupan akses jalan paska ledakan bom yang dilakukan terduga teroris di Jalan Cendrawasih Sibolga, Selasa (12/3).
Jakarta (SIB) -Bom meledak dari rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Selasa (12/3). Sebelum menciduk Abu Hamzah, tim Densus 88/Antiteror lebih dulu menangkap anggota jaringannya berinisial RIN.

Penangkapan terduga jaringan terorisme Abu Hamzah, RIN alias Putra Syuhada dilakukan di Panengahan, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (9/3).

RIN diduga hendak melakukan aksi amaliyah dengan menggunakan bom di markas kepolisian di Lampung dan Jakarta.

"Saudara R ini memang sudah diawasi karena yang bersangkutan terindikasi terpapar oleh jaringan JAD," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Senin (11/3).

Sedangkan pada siang kemarin, Densus 88 menangkap Husain alias Abu Hamzah sekitar pukul 14.23 WIB. Saat tim hendak mengecek rumah Husain alias Abu Hamzah, tiba-tiba bom meledak. Ledakan melukai seorang petugas.

Tim Densus 88/Antiteror bernegosiasi agar istri dan anak Abu Hamzah menyerahkan diri.

"Saat ini tim Densus 88 Antiteror dan Polres setempat dibantu oleh tokoh-tokoh masyarakat sedang melakukan upaya negosiasi agar istri dan anak pelaku menyerahkan diri," kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal saat dimintai konfirmasi, Selasa (12/3).

BELUM MENYERAH
Polisi di Sibolga masih berupaya membujuk istri dan anak terduga teroris Husein alias Abu Hamzah untuk menyerah. Empat jam berlalu, istri terduga teroris belum menyerahkan diri.

Hingga pukul 19.00 WIB, polisi masih berupaya melakukan negosiasi. Negosiasi itu juga menggandeng tokoh masyarakat.
"Diduga istri dan anak pelaku masih berada di dalam rumah. Tim Densus 88 Antiteror berupaya membujuk agar mereka mau ke luar rumah," ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal kepada wartawan.

Sementara itu, dalam waktu dekat, Presiden Jokowi dikabarkan akan mengunjungi Sibolga. Apakah penangkapan Abu Hamzah berkaitan?

"Ini pengembangan yang harus dilakukan karena ketika ada pengembangan dan itu tertuju pada daerah Sibolga, yang kita sebutkan tadi. Dan mungkin saja ini kebetulan ada rencana Bapak Presiden ke situ," kata Iqbal.

Iqbal tak memberikan penjelasan gamblang mengenai penindakan yang dilakukan itu apakah berkaitan langsung dengan rencana kedatangan Jokowi. Yang jelas, menurut Iqbal, apabila ada rencana kedatangan Presiden, akan dilakukan pengamanan khusus.
"Di dalam SOP kami, ketika ada kepala negara, kami akan berupaya untuk pastikan keamanan," tutur Iqbal.

TAK TERKAIT PEMILU
Polri menegaskan penangkapan terduga teroris Husein alias Abu Hamzah di Sibolga, tak terkait dengan pemilu. Penangkapan Abu Hamzah merupakan pengembangan dari penangkapan sebelumnya.

"Penangkapan kasus teror di Sibolga tidak ada kaitan dengan pemilu," kata Irjen M Iqbal.

Iqbal menuturkan Densus 88 Antiteror telah menelusuri dan menjejaki kelompok ini sejak beberapa waktu lalu.

"Densus sudah menjejaki kelompok ini beberapa waktu yang lalu. Seorang pelaku sudah ditangkap kemarin di Lampung. Densus lanjut mengembangkan ke Sibolga untuk menangkap tersangka lain jaringan Lampung tersebut," ujarnya.

WARGA TAK BISA PULANG
Suasana tegang menyelimuti Gang Sekuntum, Sibolga, TKP ledakan bom. Gang itu ditutup, warga bahkan belum dibolehkan pulang.
Pantauan di Gang Sekuntum, Selasa (12/3) pukul 20.30 WIB, polisi menutup akses masuk ke jalan itu. Sejumlah warga yang ingin menuju rumahnya bahkan tak boleh masuk.

Sejumlah polisi yang menenteng senjata berjaga di depan gang itu. Sementara sekitar 100 meter masuk ke dalam gang, di TKP ledakan, polisi lain sedang bernegosiasi dengan istri terduga teroris Abu Hamzah yang masih bertahan di dalam rumahnya.

Warga berkerumun di dekat polisi yang berjaga. Mereka tak diperkenankan melewati penjagaan, karena negosiasi masih dilakukan.

DIPOLICE LINE
Satu rumah di Jalan Sisingamangaraja Sibolga terlihat dipasang police line dan beberapa petugas kepolisian tampak melakukan penjagaan di depan pintu pagar rumah tersebut, Selasa malam (12/3).

Belum diketahui secara detail penyebab pemasangan police line tersebut.

Warga sekitar yang ditanyai wartawan mengatakan pita kuning bertulis "police line" itu baru dipasang sore hari.

"Sore tadi dipasang bang nggak tau kenapa," kata warga.

Pihak kepolisian beserta sejumlah pemuka agama berusaha membujuk pelaku untuk keluar rumah dan menyerah.

Pantauan wartawan, hingga malam warga sekitar masih terlihat ramai di sekitar lokasi terjadinya ledakan bom.

Petugas kepolisian juga masih melakukan pengamanan dan penutupan akses jalan.

Hingga berita ini dikirim ke redaksi belum ada instansi terkait yang bisa memberi keterangan resmi terkait kejadian ini.

TERAFILIASI ISIS
Lebih jauh, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan Tim Densus 88 Polri menangkap tiga terduga pelaku teroris di Kota Sibolga, Selasa (12/3).

Ia menyampaikan, penangkapan terhadap tiga pria ini berawal dari perkembangan penangkapan seorang terduga teroris di Provinsi Lampung. "Densus 88 berangkat ke Sibolga untuk melakukan pengembangan dari penangkapan seorang tersangka di Lampung pada 2 hari lalu," kata dia di Medan, Selasa (12/3) malam.

Ia menerangkan, awalnya petugas Densus 88 menangkap seorang laki terduga teroris di Sibolga. "Ditangkap seorang laki-laki ditemukan bom pada dirinya dan di rumahnya. Sempat terjadi ledakan sehingga melukai seorang anggota Polri namun tidak membahayakan," kata dia.

Dari hasil interogasi pada pria yang ditangkap di awal, mengaku kalau ada lagi dua temannya yang masih berada di Sibolga. "Sudah ditangkap juga, jadi tiga orang di Sibolga," kata dia.

Kapolri menambahkan, kelompok ini sudah lama dijejaki oleh Tim Densus 88 Polri. "Kelompok terafiliasi kepada ISIS. Kelompok ini sudah kita jejaki makanya ditangkap duluan di Lampung. Dari peta kita, memang ada tiga orang di Sibolga," katanya.
Kelompok ini sendiri, tegas Tito, tidak ada kaitannya dengan Pemilu 2019.

"Memang mereka ini ada Pemilu dengan tidak ada Pemilu kerja terus sesuai idiologi mereka. Ini tugas kita untuk mencegah dan juga menetralisisi pemikiran mereka yang radikal," sebut Tito. (detikcom/G04/A18/h)
T#gs 3 Terduga Teroris Terafiliasi ISISLedakan Bom di Sibolga
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments