Sabtu, 08 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • 2020 Sumut Rawan Inflasi, Tapi Pertumbuhan Ekonomi di Atas Nasional

2020 Sumut Rawan Inflasi, Tapi Pertumbuhan Ekonomi di Atas Nasional

redaksisib Rabu, 15 Januari 2020 11:34 WIB
batamnews
Ilustrasi
Medan (SIB)
Perekonomian daerah Sumatera Utara (Sumut) pada tahun 2020 ini dinilai rawan terhadap pergerakan inflasi, terlebih prediksi pihak otoritas moneter yang memperkirakan terjadi peningkatan inflasi dibanding tahun 2019 lalu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat bersama Direktur BI Andiwiana mengatakan kenaikan inflasi pada tahun 2020 ini antara lain dipengaruhi penyesuaian tarif BPJS Kesehatan yang dilakukan pemerintah, besaran cukai rokok, penetapan atau perubahan upah minimum provinsi (UMP) dan juga tarif penggunaan jalan tol.

"Angka inflasi di Sumut pada tahun 2020 ini diperkirakan meningkat dari tahun 2019 lalu, tapi masih berada di dalam sasaran inflasi nasional yakni tiga plus minus satu persen (per tahun, year of year (yoy). Untuk itu, kita (BI) berharap Tim Percepatan Inflasi Daerah (TPID) dapat terus menjaga inflasi di rentang sasaran nasional melalui 4K yakni, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif," katanya kepada pers, Kamis (9/1).

Dia mengutarakan hal itu dalam temu paparan statistik ekonomi daerah (Sekda, istilah BI selama ini), di kantor BI, Jalan Balaikota Medan, tentang kondisi pertumbuhan ekonomi Sumut 2019 dan prediksi pertumbuhan ekonomi pada 2020 ini. Bersama Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Ibrahim, mereka juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Sumut yang mengalami penurunan pada 2019.

Pada triwulan-III 2019, pertumbuhan ekonomi Sumut memang mencapai 5,11%, dengan posisi tetap lebih tinggi dibanding angka pertumbuhan ekonomi nasional yang rata-rata hanya 5,5 persen. Namun, angka ini justru lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya yang mencapai 5,25 persen.

Secara khusus, Kepala Kantor BI Wilayah Sumut itu mengakui fakta historis pertumbuhan ekonomi daerah Sumut yang mayoritas di atas pertumbuhan nasional. Secara spasial, pun tingkat pertumbuhan Sumut merupakan yang tertinggi ke-4 di antara 10 provinsi di Sumatera.

"Perekonomian Sumatera Utara ini ditopang oleh perbaikan konsumsi rumah tangga, misalnya tingginya belanja masyarakat pada masa liburan sekolah serta biaya pendidikan atau sekolah anak untuk tahun ajaran baru. Secara kumulatif pertumbuhan di kuarter III 2019 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Tapi di sisi lain, tingkat produksi petani berupa rempah dan bumbu-bumbuan khususnya cabai merah masih belum optimal di tengah permintaan yang tinggi," paparnya, didampingi Kepala Group Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Sumut, Andiwiana Septonarwanto. (M04/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments