Rabu, 08 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Headlines
  • 2020, Mensos Sebut Ada 10 Juta Peserta Program Keluarga Harapan

2020, Mensos Sebut Ada 10 Juta Peserta Program Keluarga Harapan

redaksi Sabtu, 21 Desember 2019 17:20 WIB
Tempo.com
Menteri Sosial Juliari P Batubara pada saat memberikan sambutan dalam acara workshop internasional tentang Riset san kebijakan.
Jakarta (SIB)
Menteri Sosial atau Mensos Juliari Batubara mengatakan tahun depan akan ada 10 juta keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). "PKH merupakan program yang sangat bagus, dipuji juga institusi-institusi di luar negeri, ujarnya saat saat membuka kegiatan bulan bulan bakti sosial dalam rangkaian Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2019 di Banjarmasin, Kamis, (19/12).

Tak hanya itu, kata Juliari, akan ada penambahan indeks untuk ibu hamil, semoga bisa berjalan dengan lancar. "Tapi yang lebih penting itu pesertanya harus lebih sedikit," ucapnya.

Karena dengan begitu, pemerintah berhasil menekan angka kemiskinan. "Program-program sosial ini merupakan intervensi pemerintah dengan tujuan menekan angka kemiskinan. Mudah-mudahan semakin banyak yang mandiri, dibanding peserta baru PKH," kata Mensos.

Jumlah PKH yang sudah mandiri, menurut Juliari, sudah cukup banyak. Pasalnya tingkat perekonomiannya sudah meningkat, sehingga tidak perlu lagi dapat bantuan sosial. Dari data bantuan PKH tersebut, terlihat ada sedikit peningkatan bagi ibu hamil, dari sebelumnya Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta.

Juliari menyebutkan, komitmen pemerintah pusat untuk perlindungan dan jaminan sosial ini akan terus ditingkatkan hingga tahun depan. Program tahun ini yang akan dilanjutkan lagi tahun depan adalah PKH, BPJS kesehatan, bantuan pangan non tunai dan banyak lagi yang nyata.

"Belum lagi sekitar dua bulan lagi program kartu pra-kerja yang dikeluarkan, sekitar tiga bulan lagi kartu Indonesia kuliah," ujar Juliari. Program perlindungan dan jaminan sosial yang dicanangkan presiden itu memakan total anggaran hingga Rp 300 triliun. (T/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments