Rabu, 23 Sep 2020

2 Kelompok Mahasiswa UHN Bentrok, Seorang Tewas

redaksi Sabtu, 23 November 2019 09:14 WIB
Sib/Roy Surya Damanik
OLAH TKP : Kasat Reskrim Polrestabes medan,Kompol Eko Hartanto bersama anggotanya melakukan olah TKP di areal Universitas HKBP Nommensen Jalan Perintis Kemerdekaaan/Jalan Sutomo Medan,pasca bentrokan antar mahasiswa hingga menyebabkan seorang mahasiswa tewas,Jumat(22/11).

Medan (SIB)
Dua kelompok mahasiswa Universitas HKBP Nomensen (UHN) dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik terlibat bentrok di areal kampus Jalan Perintis Kemerdekaan/Jalan Sutomo Medan, Jumat (22/11).


Akibatnya seorang mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Roger Siahaan (21) warga asal Balige, Toba Samosir tewas akibat luka tusukan senjata tajam di bagian dada/sekitar ulu hati.


Informasi yang dihimpun wartawan di lokasi kejadian belum diketahui pasti pemicu bentrokan itu. Seketika itu juga kedua kubu mahasiswa saling lempar batu. Ada juga mahasiswa yang membawa kayu dan senjata tajam.


Tiba-tiba Roger Siahaan terkapar ke tanah setelah dadanya ditikam dengan menggunakan senjata tajam. Rekan-rekan korban langsung membawanya ke RSU dr Pirngadi Medan guna perawatan medis.


Namun pihak rumah sakit menyatakan korban telah tewas. Tak lama personel Polrestabes Medan tiba di lokasi.

Setelah berkoordinasi dengan pihak kampus, jasad korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan guna otopsi.


Sementara itu pantauan wartawan di seputaran UHN, arus lalulintas dari arah Jalan Sutomo menuju Jalan Krakatau tepatnya di depan kampus tidak dilintasi para pengguna jalan. Sementara itu personel Sat Reskrim Polrestabes Medan memasang garis polisi di lokasi korban ditikam guna penyelidikan.


Sedangkan Sat Sabhara Polrestabes Medan menurunkan puluhan personel dan mobil Barakuda di depan kampus mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.


Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto yang dikonfirmasi di lokasi mengatakan, bentrokan itu diduga dipicu adanya pertandingan futsal antara mahasiswa yang berlangsung sehari sebelumnya. Perselisihan di lapangan futsal berlanjut hingga ke kampus.
"Diawali dari permainan futsal, dan esoknya para mahasiswa berkumpul di kampus. Kemudian terjadi tawuran (bentrok-red) antara mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian. Akibat tawuran tadi menyebabkan 2 korban dari Fakultas Pertanian, seorang di antaranya meninggal. Sementara seorang lagi masih menjalani perawatan medis di rumah sakit lantaran mengalami luka bacok di kepala," ujarnya.


Dadang berharap semua pihak bisa menahan diri dan mendinginkan situasi. Baik dari Akademika Fakultas Teknik maupun Fakultas Pertanian. Dari kejadian ini Kapolrestabes juga mengharapkan pihak Rektor dan mahasiswa dapat bekerjasama untuk menyelesaikan masalah tersebut. Mereka yang berbuat harus diamankan. Sejauh ini masih dalam penyelidikan.


"Polrestabes Medan dan Polsek jajaran ikut membantu ke lokasi guna membuat situasi kembali kondusif. Kita sudah lakukan upaya pengamanan dan berkoordinasi dengan pihak Rektorat guna mencegah terjadinya bentrokan susulan," pungkasnya.


Sementara itu pihak rektorat UHN menyatakan pelaku perusakan dan pidana harus ditindak.


"Yang melakukan perusakan dan pidana harus dipecat, harus tegas," ujar Wakil Rektor III Universitas HKBP Nommensen (UHN) Sindak Hutauruk saat dihubungi.


Selain dipecat, lanjutnya, oknum yang terlibat tindak pidana dalam kericuhan tersebut harus diproses secara hukum. "Pelaku tindak pidana harus diproses ke polisi dan dipecat dari kampus," imbuhnya.


Lebih lanjut, Sindak mengatakan aktivitas kuliah di Universitas HKBP Nommensen diliburkan pascabentrok. "Diliburkan, Selasa masuk," tuturnya. (M16/detikcom/c)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments