Kamis, 19 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • 181 WNI Diamankan Arab Saudi, Kena Tipu Hingga Rp200 Juta

181 WNI Diamankan Arab Saudi, Kena Tipu Hingga Rp200 Juta

admin Sabtu, 07 September 2019 12:38 WIB
Ilustrasi
Makkah (SIB) -Sebanyak 181 warga negara Indonesia (WNI) diamankan aparat Arab Saudi sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji. Pasalnya, mereka akan berhaji, tetapi tidak menggunakan visa haji.

Staf Teknis/Konsul Imigrasi Konjen RI Ahmad Zaeni yang melakukan BAP terhadap para korban di Tarhil mengungkapkan, para WNI tersebut dijanjikan oknum travel akan dihubungkan dengan muassasah selaku penyedia paket haji, termasuk tasrekh, tenda Arafah-Mina, katering, dan transportasi.

"Dari keterangan mereka, biayanya antara Rp60-200 juta per orang. Penawaran itu menyebar dari orang ke orang," kata Zaeni, Jumat (6/9).

Jumlah WNI yang diamankan pihak keamanan Arab Saudi kian meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kebanyakan mereka adalah korban penipuan dari oknum yang mengaku menguruskan Haji ONH Plus, tetapi ternyata visa yang digunakan untuk memberangkatkan mereka bukan visa haji.

Oleh sebab itu, pihak Konjen berharap dilakukan penindakan tegas terhadap para pelaku penipuan guna mencegah terulangnya kembali hal tersebut.

Konsul Tenaga Kerja Muchamad Yusuf, yang turut terjun ke lapangan, mengidentifikasi berbagai jenis visa yang digunakan para oknum untuk memberangkatkan korban.

Disebutkan Yusuf, para korban kebanyakan diberangkatkan dengan visa kerja musiman (amil musim). Lainnya diberangkatkan dengan visa turis untuk menghadiri event (ziarah fa'aliat), visa kunjungan pribadi (ziarah syakhsiah), visa umrah, dan sisanya berstatus mukim.

"Sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi, setiap warga negara asing yang masuk dengan visa kerja harus memperoleh exit permit dari penanggung jawab (majikan) yang tertera di visa pekerjanya," ucap Yusuf.

KJRI Jeddah kini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait di Tanah Air untuk menindaklanjuti kasus ini. (Okz/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments