Jumat, 20 Sep 2019

SOKSI Tetap Dukung Pencapresan Ical

Sabtu, 03 Mei 2014 11:47 WIB
Jakarta (SIB)- Ketua Umum Soksi, ormas sayap Partai Golkar, Ade Komaruddin menegaskan tetap mendukung pencapresan Aburizal Bakrie (Ical).

“Dewan Pimpinan Soksi tetap pada posisinya, mencalonkan Aburizal Bakrie pada Pilpres 2014,” kata Ade dalam jumpa pers di Gedung DPR, kemarin.

Ade menganggap perbedaan pendapat di tubuh Soksi seperti ditunjukkan Mayjen (Purn) Suhardiman, merupakan hal biasa dalam berdemokrasi. Namun hal itu bukanlah sikap resmi SOKSI.

Di Soksi satu pendapat, mendukung pencapresan ARB, kecuali pendapat pribadi,” kata Ade.

Suhardiman adalah sesepuh Partai Golkar yang meminta Ical untuk mundur dari kontestasi pemilihan capres dan cawapres 2014 hanya karena alasan persyaratan historis.

“Mengenai Ical kuncinya itu historis atau sejarah dan sosiologis. Sejarah itu berulang kembali bahwa capres harus dari (etnis) Jawa dan secara sosiologis masyarakat paling besar adalah Jawa, jadi lebih baik dia mengundurkan diri dari capres, jadi cawapres pun ‘ndak’ (tidak) usah,” kata Suhardiman di kediamannya Jalan Kramat Batu No. 1 Jakarta Selatan, Jumat (2/5).

Suhardiman menilai lebih baik Ical menjadi dalang untuk memenangkan calon dari Partai Golkar. Menurut dia, posisi dalang lebih terhormat bagi seorang Ical.

Pernyataan Suhardiman itu dilontarkan setelah menerima kehadiran Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso untuk bersilahturahmi yang kemudian didukungnya untuk maju sebagai cawapres.

Sementara Ade mengingatkan, pencapresan Ical telah disepakati bersama lewat sejumlah forum resmi dan SOKSI merupakan organisasi pertama yang mengusulkannya, pada Mei 2011 di Medan. Untuk itu, dirinya mengimbau agar semua kader taat azas dalam berorganisasi dengan memegang teguh hasil kesepakatan bersama tersebut.

“Dan Rapimnas Golkar tahun lalu sudah menetapkan ARB (Aburizal) sebagai capres. Kalau Rapimnas diselenggarakan lagi dan memutuskan yang lain, Soksi akan tetap bersikap seperti itu (mendorong pencapresan Ical). Karena itulah cara berorganisasi yang benar,” tutur Ade.

Sebagaimana saudagar yang memegang teguh kontrak perdagangan, politisi juga harus memegang kesepakatan bersama.

“Dalam politik, kata-kata menjadi pegangan. Dalam bisnis, kontrak adalah pegangan. Konsistensi harus dipegang oleh semua politisi di negara ini,” tandasnya. (Ant/detikcom/q)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 3 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments