Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Pengajuan “Hak Interpelasi Jilid II” Hanya Mimpi, Ganggu Pembahasan R-APBD 2015

DPRDSU: Interpelasi Kandas Jangan Dikaitkan Gratifikasi

Pengajuan “Hak Interpelasi Jilid II” Hanya Mimpi, Ganggu Pembahasan R-APBD 2015

Sabtu, 21 Juni 2014 09:35 WIB
Medan (SIB)- Anggota Komisi A DPRD Sumut Drs H Ahmad Ikhyar Hasibuan mengingatkan semua pihak untuk tidak mengkait-kaitkan adanya dana gratifikasi atas kandasnya pengajuan hak interpelasi (bertanya) kepada Gubsu H Gatot Pujonugroho ST, karena mencabut tanda tangan maupun tetap bertahan mendukung hak interpelasi merupakan hak demokrasi yang melekat bagi anggota legislatif itu sendiri.

“Dari awal juga telah saya sampaikan, bahwa pengajuan hak interpelasi itu akan menimbulkan kegaduhan politik. Ternyata prediksi kita itu benar. Buktinya sudah dipertontonkan melalui rapat paripurna dewan. Tapi bagi saya ini tidak memalukan lembaga legislatif, melainkan hak demokrasi bagi anggota dewan,” ujar Ahmad Ikhyar Hasibuan kepada wartawan, Jumat (20/6) di DPRD Sumut.

Berkaitan dengan itu, Ikhyar kembali menandaskan, proses pengajuan “Hak Interpelasi Jilid II” yang  diajukan kembali 17 anggota dewan dari berbagai fraksi, pasca “kandasnya” hak interpelasi yang digelar pada, Kamis (19/6) dipastikan bakal gagal kembali, mengingat banyaknya agenda penting lembaga legislatif.

"Menurut saya, pengajuan “Hak Interpelasi Jilid II” yang sedang digagas 17 anggota dewan dari berbagai fraksi hanya mimpi, disebabkan sempitnya waktu yang dimiliki DPRD Sumut periode 2009-2014 yang akan berakhir masa tugasnya pada 14 September 2014. Sementara banyak agenda yang sangat mendesak untuk segera dituntaskan,” tandas politisi Partai Demokrat Sumut itu.

Adapun agenda yang sangat mendesak untuk segera dibahas DPRD Sumut itu, ujar Ikhyar, selain LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) 2013, juga harus menyusun Perubahan-APBD 2014 dan menyiapkan draf Rancangan APBD 2015, sebagai tugas utama dewan yang berkolerasi dengan rakyat dan peningkatan pembangunan.

Selain itu, kata Ikhyar, banyaknya tugas pengawasan, kunjungan kerja dan adanya sebagian anggota DPRD Sumut yang sibuk dalam pemilihan presiden karena menjadi tim pemenangan pasangan Capres dan Cawapres. "Jadi, saya memprediksikan usulan itu akan kandas kembali. Kita minta kepada penggagas untuk mengurungkan niatnya, karena terbentur waktu agenda dewan," katanya.

Ketika disinggung pembahasan R-APBD TA 2015 diserahkan kepada anggota DPRD Sumut priode 2014 - 2019 yang akan dilantik 14 September 2014, Ikhyar secara tegas menyatakan pengesahannya akan terlambat, karena  anggota dewan baru diperkirakan tidak dapat langsung bekerja untuk membahasnya, sebab awal tugasnya akan menyusun alat kelengkapan dewan.

“Meski telah memiliki legitimasi sebagai wakil rakyat, anggota DPRD Sumut yang baru dilantik tersebut harus membahas kelengkapan dewan yang diperkirakan akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Mulai dari pimpinan dewan, badan anggaran, badan musyawarah, hingga pimpinan komisi. Itu semua membutuhkan waktu," katanya.

Karena itu, Ikhyar yang duduk di Komisi A yang membidangi hukum, politik, informasi, dan agraria tersebut mengharapkan anggota legislatif dapat menggunakan sisa masa tugas dengan realistis."Masa tugas akan berakhir. Jadi, jangan terlalu gegabah dalam menggunakan waktu," ujar Ikhyar sembari mengajak seluruh anggota dewan menjalankan tugas yang berkaitan dengan kelancaran pembangunan, seperti pembahasan Perubahan APBD 2014.

Ikhyar mengkhawatirkan  karena kesibukan mengurus agenda lain, pembahasan APBD TA 2015 menjadi terkendala dan disahkan lewat waktu seperti pembahasan APBD 2014 yang baru disahkan pada Maret 2014.  "Itu terjadi karena kelalaian dewan," tegas Ikhyar sembari mengajak anggota dewan untuk tidak lagi bersusah payah mengajukan hak interpelasi yang ujung-ujungnya akan kembali kandas.(A4/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments