Senin, 28 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • Peneliti WHO Nyatakan Rokok Elektrik 95 Persen Lebih Aman dari Rokok Biasa

Peneliti WHO Nyatakan Rokok Elektrik 95 Persen Lebih Aman dari Rokok Biasa

Redaksisib Sabtu, 15 Februari 2020 11:34 WIB
news.detik.com

Ilustrasi

Jakarta (SIB)
Peneliti WHO dr Ranti Fayokun mengakui produk rokok elektrik lebih tidak berbahaya dibandingkan dengan rokok konvensional. Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian dari Public Health England yang merupakan bagian dari Department of Health and Social Care United Kingdom.

Chief Executive Public Health England, Duncan Selbie menyatakan rokok elektronik 95% lebih tidak berbahaya bagi kesehatan dibandingkan rokok biasa, serta berpotensi membantu perokok untuk berhenti.

"Vape tidak 100% aman, namun kebanyakan zat yang menyebabkan penyakit karena merokok tidak ditemukan pada vape, serta bahan kimia yang ada menimbulkan bahaya yang terbatas," ujar Duncan dalam keterangan tertulis, Senin (10/2).

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (APPNINDO) Syaiful Hayat mengatakan APPNINDO menyambut baik hasil penelitian mengenai rokok elektrik tersebut dan siap untuk membuka diskusi dengan pihak terkait.

"Pada kenyataannya, rokok elektrik lebih aman dari rokok konvensional karena risiko terhadap kesehatan yang ditimbulkan jauh lebih rendah. Hal tersebut menjadikan rokok elektrik sebagai alternatif bagi rokok konvensional. Kami terbuka untuk diskusi agar peraturan terkait rokok elektrik di Indonesia dapat menunjukkan dampak positif untuk produktivitas dan kesehatan masyarakat," tutur Syaiful.

Pernyataan dari Dr. Fayokun yang juga peneliti dari National Capacity-Tobacco Control Prevention of Noncommunicable Diseases dinilai akan berpengaruh bagi pengguna vape dan rokok elektrik di Indonesia. Adapun di Indonesia, hingga Desember 2019 pengguna vape di Indonesia mencapai satu juta orang. Data tersebut diperoleh dari Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI). Pengguna vape di Indonesia berasal dari berbagai kalangan profesi, termasuk dokter dan ilmuwan.

Berdasarkan berbagai penelitian, produk alternatif ini memiliki profil risiko lebih rendah dibandingkan rokok konvensional yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kanker, serangan jantung, diabetes dan lainnya. (detikcom/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments