Sabtu, 14 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Pemerkosaan Mahasiswi Unpad Asal Malaysia Ternyata Rekayasa

Pemerkosaan Mahasiswi Unpad Asal Malaysia Ternyata Rekayasa

Rabu, 11 Juni 2014 09:17 WIB
Ilustrasi-perkosaan
Jakarta (SIB)- Mahasiswi Unpad asal Malaysia ditemukan menangis dalam kondisi tidak berdaya. Ia mengaku diculik dan diperkosa tiga pria. Selidik punya selidik, ternyata fakta-fakta yang ditemukan oleh polisi membuktikan cerita sang mahasiswi bohong belaka.

Awalnya, mahasiswi Unpad ditemukan oleh Tata Sumitra (45) dan Tuminah (43), suami istri pedagang kopi di Lembang pada Sabtu 17 Mei pukul 03.30 WIB. Kondisinya memprihatinkan. Ia mengaku diculik dan diperkosa oleh pria yang mengendarai mobil. Mahasiswi tersebut segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Peristiwa ini menyedot perhatian khalayak ramai. Aparat Polda Jawa Barat sigap mengungkap kasus pelecehan itu. Hasil penyelidikan akhirnya dikantongi. Bukti-bukti yang ditemukan sangat janggal dan mengejutkan. Polisi tidak menemukan tanda-tanda pemerkosaan dari hasil visum Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Bukan hanya itu, laporan mengenai penculikan dan perampasan barang berharga juga dipatahkan. Polisi menduga sang mahasiswi itu melakukan rekayasa dan membuat laporan palsu. Polda Jabar yang menangani kasus laporan perkosaan mahasiswi Unpad asal Malaysia akan memberi penjelasan resmi ke Kemlu. Nanti penjelasan itu akan disampaikan ke pihak Malaysia.

Berikut rekayasa drama pemerkosaan mahasiswi Unpad asal Malaysia:

1.Tidak Ada Bekas Sperma

Hasil visum terhadap mahasiswi Unpad asal Malaysia yang mengaku diperkosa tersebut tidak ditemukan tanda-tanda pemerkosaan.

"Hasil visumnya tidak ada tanda kekerasan pada organ vital tubuhnya. Tidak ada bekas cairan dan sperma," ucap Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan  di acara silaturahmi dengan jurnalis di rumah makan Sari Sunda, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (9/6).

"Ternyata bohong dia. Kami menduga dia merekayasa dan laporan palsu," tandas Kapolda.

2.Penculikan Palsu

Selain hasil visum, polisi mempunyai bukti lain yang menunjukkan cerita mahasiswi Unpad asal Malaysia soal penculikan diduga rekayasa.

"Tiga kali selama tiga hari kami olah TKP. Ada beberapa kejanggalan. Pertama, untuk lokasi, di sana itu enggak mungkin terjadi penculikan karena lokasinya ramai. Banyak orang serta warung dan foto copy. Selain itu tidak ada saksi-saksi yang melihat penculikan itu, padahal ramai," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan saat acara silaturahmi dengan jurnalis di rumah makan Sari Sunda, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (9/6).

Kedua, korban mengaku diculik sekitar pukul 20.00 WIB. Namun dari hasil penyelidikan, ternyata sekitar pukul 23.00 WIB, korban masih menelepon mantan pacarnya di Medan. "Apakah mungkin waktu diculik itu bisa nelpon?". Kita sudah konfirmasi pacarnya, tidak ada masalah," ujar Kapolda.

3.Barang Berharga Dibuang

Mengenai barang milik korban yang diambil pelaku, ternyata polisi menemukannya di rumah makan Grafika, tempat ia mengaku dibuang. "Handphone dan tabletnya ada di sana," kata Kapolda Jabar Irjen Pol M Iriawan di Bandung, Senin (9/6).

"Dari hasil penyelidikan, yang bersangkutan pernah memiliki kasus, mencuri kartu kredit temannya. Dia itu juga kan baru semester satu, seharusnya tinggal di asrama. Menurut ibu kosnya juga dia sering dugem dan pulang malam," tambah Iriawan.

Kemudian berkaitan hilangnya handphone dan tablet korban, Ternyata ditemukan di rumah makan di Cikole (Lembang) yang diindikasikan korban sempat ada di sana. (detikcom/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments