Jumat, 25 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • PDAM Tirtanadi Pastikan Tidak Ambil Air Sungai Bederah

PDAM Tirtanadi Pastikan Tidak Ambil Air Sungai Bederah

*Masyarakat Tidak Perlu Khawatir
redaksi Rabu, 13 November 2019 10:43 WIB
MedanBisnisDaily.com
PDAM TIRTANADI

Medan (SIB)
PDAM Tirtanadi memastikan tidak ada mengambil air dari Sungai Bederah. Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi air Tirtanadi. Penegasan manajemen Tirtanadi itu terkait ratusan bangkai ternak babi yang dibuang ke Sungai Bederah, Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan.


"Jadi bangkai ternak babi yang hanyut di Sungai Bederah tidak ada pengaruhnya terhadap kualitas air ke pelanggan karena PDAM Tirtanadi tidak ada mengambil air dari sungai tersebut," ungkap Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan (Kadiv Sekper) PDAM Tirtanadi Humarkar Ritonga didampingi Kepala Divisi Pengolahan Air Minum (Kadiv PAM) Andrianto, kepada wartawan, Senin (11/11).


Dijelaskannya, PDAM Tirtanadi tidak ada mengambil air untuk diproduksi dari Sungai Bederah. "Kami pastikan bangkai babi yang hanyut di Sungai Bederah tidak ada pengaruhnya terhadap kualitas air ke pelanggan," ungkapnya.


Disebutnya, pelanggan di sekitar Sungai Bederah yaitu Kecamatan Medan Marelan mendapat pasokan air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hamparanperak yang berasal dari Sungai Belawan.


Untuk itu katanya masyarakat pelanggan tidak perlu khawatir mengonsumsi air di rumah karena berbeda sumber air baku yang diambil Tirtanadi.


Sementara Andrianto mengatakan, PDAM Tirtanadi dalam mengelola air minum harus sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 462 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.


Humarkar menambahkan, selain IPA Hamparanperak saat ini PDAM Tirtanadi mengolah sumber air baku untuk IPA Delitua dan Martubung berasal dari Sungai Deli, IPA Sunggal berasal dari Sungai Belawan kemudian IPA Limaumanis dan Tirta Lyonnaise Medan (TLM) berasal dari Sungai Belumai.


Diketahui belakangan ini banyak ternak babi mati terserang virus Hog Cholera, yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Saat ini Pemprov Sumut sudah menerima bantuan vaksin dan tenaga ahli dari pemerintah pusat untuk menangani penyebaran kolera babi, diharapkan virus ini bisa diatasi secepatnya, ujarnya penuh harap. (M2/rel/q)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments