Selasa, 07 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Headlines
  • Mursidah dan Cerita Tentang Jokowi Ganteng dan Uang dari Iriana

Mursidah dan Cerita Tentang Jokowi Ganteng dan Uang dari Iriana

Selasa, 04 November 2014 09:28 WIB
Jakarta (SIB)- Ada cerita menarik di balik pertemuan Mursidah dengan Presiden Jokowi dan Lady Iriana di Kantor Presiden 2 hari yang lalu. Sebuah kisah tentang keluguan Mursidah ketika hendak bertemu, saat bertemu, dan sesudah bertemu dengan orang nomor wahid di republik ini.

Bagi ibu Muhammad Arsyad ini, datang ke Istana dan bertemu penghuninya tentu hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Oleh karena itu, permintaan staf presiden yang datang ke kediamannya di Ciracas soal alas kaki agak sulit dipenuhi Mursidah yang polos. Staf Presiden itu datang pada hari Sabtu 1 November dan menjemputnya menuju Istana.

"Saya nggak betah kalau pakai sepatu, saya pake sandal aja nggak apa-apa Pak. Dibilangnya nggak apa-apa," kata Mursidah di rumahnya yang sederhana di Ciracas, Jaktim, Senin (3/11), menirukan perkataannya ke staf presiden.

Di Kantor Presiden, Mursidah langsung menyampaikan penyesalan atas ulah anaknya ke Jokowi. Ancang-ancang untuk sujud meminta maaf pun sempat diambil Mursidah, namun Jokowi mencegahnya.

"Saya minta maaf Pak atas nama keluarga Arsyad saya minta maaf terus sujud di depan Pak Jokowi, sama Bapak nggak boleh saya disuruh duduk. Udah Ibu duduk aja, kata Pak Jokowi," tutur Mursidah yang sesekali menjawab pertanyaan wartawan dengan logat Sunda yang kental.

Di dalam rumahnya yang tidak begitu luas, Mursidah bercerita tak berani menghitung lembaran uang berwarna merah dalam amplop yang diberikan Iriana. Pikirannya sederhana, langsung menitipkan uang itu ke pemilik kontrakannya supaya tidak digunakan oleh suaminya.

"Itu buat bekal usaha Arsyad nanti," kata Mursidah.

Ingin hati meminta Jokowi supaya diperkenankan bekerja sebagai pembantu di rumahnya. Tapi Mursidah mengurungkan niatnya karena shock melihat luasnya lingkungan Istana.

"Saya lihat rumah Pak Jokowi gede banget nanti saya bisa pingsan. Stafnya bilang Ibu kan nanti kerja nggak sendirian," ujar Mursidah menceritakan pembicaraannya dengan staf kepresidenan setelah bertemu dengan Jokowi.

Anda ingin tahu bagaimana kisah Mursidah kala itu? Simak wawancara dengan Mursidah yang tak lagi gundah karena polisi sudah menangguhkan penahanan Arsyad:

Ibu menyangka bakal ketemu Pak Jokowi?

-Nggak nyangka. Orang kecil kayak gini bisa ketemu Pak Jokowi di Istana.

Ceritanya bagaimana, Bu?

-Waktu itu dijemput sama staf presiden ke Istana. Waktu itu dibilangin katanya kalau masuk Istana nggak boleh pake sendal jepit tapi saya nggak betah kalau pake sepatu. Saya bilang sama stafnya Pak-Pak saya nggak betah kalau pakai sepatu saya pake sendal aja nggak apa-apa Pak, dibilangnya nggak apa-apa. Begitu saya naik ke atas tetangga pada bilang Teh Mumun ini saya pinjemin sepatu Teh, tapi saya emang nggak betah pake sepatu juga. Sampai di sana saya pake sendalnya katanya nggak boleh dilepas.

Dijemput pakai mobil apa?

-Mobil apa ya, saya nggak bisa baca kalau nggak salah Avanza.

Ketemu Pak Jokowi berapa lama?

-15 menit, cuma sebentar. Waktu nunggu Bapak (Jokowi-red) dikasih teh manis anget terus gula-gulanya ada di kertas gitu, jadi kalau mau manis tinggal kasih gula. Begitu ketemu dikasih teh manis lagi.

Ngobrol apa aja?

-Iya Bapak nanya anak Ibu berapa, saya bilang empat. Saya minta maaf Pak, atas nama keluarga Arsyad saya minta maaf terus sujud di depan Pak Jokowi, sama Bapak nggak boleh saya disuruh duduk. Udah Ibu duduk aja kata Pak Jokowi.

-Ibu Iriana nanya anak saya pada sekolah nggak, saya bilang nggak sekolah. Ditanya kenapa, saya bilang nggak ada biaya, Ibu cuma senyum-senyum aja. Abis itu saya pulang dikasih amplop sama Ibu. Saya langsung masukin ke kantong.

Setelah itu saya pulang, wartawan udah pada nunggu di depan, saya disuruh salaman lagi dengan Pak Jokowi, saya langsung salim.

-Pulangnya saya diantar sama staf presiden, diajak makan dulu di restoran Garuda masakan padang, di sana saya ambil perkedel, sama kikil aja, pulangnya dibungkusin makan lagi.

Katanya ingin jadi pembantu Pak Jokowi?

-Iya tapi saya nggak kesampean ngomongnya jadi bilang sama stafnya. Kata stafnya, Ibu kenapa nggak bilang, aturan Ibu bilang aja. Tapi kan saya lihat rumah Pak Jokowi gede banget nanti saya bisa pingsan, stafnya bilang Ibu kan nanti kerja nggak sendirian.

Bagaimana sosok Pak Jokowi?

-Ganteng. Pas ketemu pake kemeja putih celana hitam. Bapak lebih ganteng daripada di TV. Nggak nyangka bisa ketemu Pak Jokowi.

Amplop dari Ibu Iriana isinya berapa?

-Wah banyak. Warnanya merah semua. Saya nggak berani pegang uang, saya kasih ke pemilik kontrakan. Nanti kalau disimpan di sini diambil sama suami saya. Itu buat bekal usaha Arsyad nanti.

Ingin ketemu Pak Jokowi lagi?

-Pengin, tahun depan saya mau ketemu pak Jokowi lagi buat minta kerja si Imen (Muhammad Arsyad). Lumayan bisa buat bersih-bersih. (detikcom/f)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments