Selasa, 14 Jul 2020
  • Home
  • Headlines
  • Marga Simangunsong se-Indonesia Minta Polsek Medan Timur Serius Usut Kasus Pembunuhan Lambok Agus Simangunsong

Hampir Sebulan Belum Terungkap

Marga Simangunsong se-Indonesia Minta Polsek Medan Timur Serius Usut Kasus Pembunuhan Lambok Agus Simangunsong

Sabtu, 13 September 2014 09:43 WIB
SIB/Horas Pasaribu
RAPAT BERSAMA: Ketua Umum Parsadaan Pomparan Raja Simangunsong Anak Dohot Boruna (PPRSAB) Sobo Simangunsong, rapat bersama Ketua Umum Partangiangan Emas PPRSAB Ir Parlaungan Simangunsong, Ketua DPD Bahara Simangunsong, Wakil Ketua DPD DR Marthin Simanguns
Medan (SIB)- Pomparan Raja Simangunsong se Indonesia meminta jajaran Polresta Medan khususnya Polsek Medan Timur serius mengusut kasus pembunuhan Lambok Agus Simangunsong, pengajar musik gerejawi Medan. Pasalnya, karena sudah hampir sebulan kejadian belum ada titik terang dari kepolisian.

Keluhan itu disampaikan  Ketua Umum DPP Parsadaan Pomparan Raja Simangunsong Anak Dohot Boruna (PPRSAB) Sobo Simangunsong kepada wartawan, Senin (8/9) di sela-sela rapat persiapan Partangiangan Emas 50 Tahun PPRSAB di Jalan Pelita IV Kecamatan Medan Timur. Pembunuhan tersebut membuat perkumpulan marga Simangunsung berduka dan kesedihan tersebut makin mendalam tatkala kasus tersebut belum terungkap.

“Kematian anak kami Lambok Agus Simangunsong membuat kami berduka, kini anaknya tidak punya ayah. Korban tewas mengenaskan ditemukan di pinggir jalan, anak kami itu seorang pelayan gereja  yang baik, kami berharap kepolisian segera mengungkap kasusnya,” ucap Sobo didampingi Ketua Umum Partangiangan Emas Ir Parlaungan Simangunsong, Ketua DPD PPRSAB Kota Medan  Drs Max Simangunsong,  Sekretaris DPD Bahara Simangunsong, Wakil Ketua DPD DR Marthin Simangunsong SH MHum (Dekan FH Nommensen), Sekjen DPP Ir Ruben Simangunsong, Penasehat PPRSAB Warldemar Simangunsong dan keluarga korban TH Sihombing serta  JR Tampubolon.

Untuk penanganan kasus tersebut, PPRSAB Pusat memberi advokasi kepada keluarga korban dengan menurunkan pengacara kondang yakni DR Januari Siregar SH MHum dan  DR Marthin  Simangunsong SH MHum untuk menindaklanjutinya, dan Punguan Simangunsong terus mengawal kasus ini sampai tuntas.
Salah seorang keluarga korban, JR Tampubolon mengatakan,  korban beralamat di Jalan  Karya Bhakti, Kecamatan Medan Tembung, istrinya Dipo br Sidabutar. Lambok (korban) kesehariannya adalah mengajar musik gerejawi di beberapa gereja seperti GBI, Methodist dan GBKP. Dia ditemukan tewas mengenaskan, Senin  (18/8) di Jalan Krakatau Ujung kawasan pergudangan oleh warga setempat.

Polsek Medan Timur yang turun ke TKP mengevakuasi jenazah ke RS Pirngadi Medan dengan status MR X (mayat tidak dikenal). Kondisi korban kepala bagian belakang hancur oleh pukulan benda tumpul, kedua lutut hancur, dada kiri tembus oleh tusukan dan pinggang robek oleh tusukan senjata tajam, sepeda motor korban raib.

Menurut Tampubolon, Minggu (17/8)   pagi bertepatan Hari Kemerdekaan ke 69 RI, korban melaksanakan tugasnya sebagai pelayan musik di GBI Jalan Cemara. Sore harinya mereka jalan-jalan bersama temannya marga Panjaitan, marga Hutasoit dan seorang etnis Nias melihat perlombaan 17 Agustus, tapi Tampubolon  tidak mengetahui ke arah mana mereka jalan-jalan.

Namun sampai berhari-hari Lambok belum juga pulang. Ada keluarga menyarankan agar mencek ke RS Pirngadi karena sempat membaca koran ada MR X. Setelah dicek di kamar jenazah, Senin (25/8) ternyata MR X tersebut adalah Lambok Agus Simangunsong dengan pakaian batik yang dikenakannya saat bertugas ke gereja. Selasa (26/8) jenazah dimakamkan, sampai saat ini kasus belum terungkap.

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Alex Piliang SH, yang dikonfirmasi, Jumat (12/9) siang di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan data-data dan beberapa kali telah melakukan gelar perkara kecil-kecilan guna mengungkap kasus tersebut. “Kami juga akan memanggil saksi 3 rekan korban untuk dimintai keterangan, karena sebelum ditemukan tewas, korban bersama 3 rekannya,” kata Alex. (A14/A12/d)
 

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments