Minggu, 17 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Kubu Dahlan Nilai Mundur dari Menteri Seperti Lepas Tanggung Jawab

Kubu Dahlan Nilai Mundur dari Menteri Seperti Lepas Tanggung Jawab

*PD Sebut Gita akan Benamkan Jokowi, PDIP: Setiap Orang Boleh Banggakan Capresnya
Rabu, 05 Februari 2014 09:56 WIB
Jakarta (SIB)- Peserta Konvensi PD Dahlan Iskan belum berpikir untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri BUMN, seperti yang dilakukan Gita Wirjawan. Tim pemenangan Dahlan menilai, jika Dahlan mundur, maka itu sama saja dengan melepas tugas dan tanggung jawab yang sangat besar.

"Dahlan Iskan mengatakan lebih memilih tidak ikut konvensi daripada melepaskan tugas dan tanggung jawab maha penting dan kompleks yaitu, memimpin tidak kurang dari 140 perusahaan, dengan sekitar 300 anak perusahaan. Sesuai UUD 45, perusahaan-perusahaan tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak," kata Koordinator Demi Indonesia Communication Center (DICC), Eko Pardede dalam rilisnya, Jumat (31/1/2014).

Eko juga menyesalkan pernyataan beberapa kader Partai Demokrat yang seakan mendesak Peserta Konvensi Partai Demokrat lain mengikuti langkah Gita Wirjawan untuk mengundurkan diri. Menurutnya, kader Partai Demokrat tersebut tidak berperilaku cerdas seperti yang diamanatkan dalam AD/ART Partai Demokrat.

Juru pemenangan Dahlan Iskan ini menegaskan, mantan Dirut PLN tersebut tidak akan mundur dari jabatannya sejauh tidak melanggar Undang-undang atau peraturan yang mengatur hal tersebut kecuali diperintahkan mundur oleh Presiden.

"PDIP umpamanya, tidak akan meminta Jokowi mundur sebagai Gubernur DKI, sementara internal Partai Demokrat saling bersaing dan menciderai sendiri capres-capresnya," sindir Eko.

Ia juga mengingatkan, SBY pernah menegaskan agar para peserta konvensi tidak saling menjatuhkan dan harus membangun sinergi untuk mengangkat Partai Demokrat yang sedang turun.

"Sayang sekali pengarahan ini tidak diperhatikan oleh beberapa kader, terutama yang mengomentari pengunduran Gita Wirjawan dan mengaitkannya dengan peserta konvensi lainnya seperti Dahlan Iskan, Marzuki Alie, Sinyo Sarundajang, dan Ali Maskur yang masih aktif di jabatan publiknya masing-masing," pungkasnya.

PD Sebut Gita akan Benamkan Jokowi

Wasekjen PD Ramadhan Pohan menyebut Gita Wirjawan sebagai figur yang mampu membenamkan Jokowi di 2014. Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait menanggapi pendapat tersebut.

"Oh..ya? Setiap orang boleh membanggakan capresnya sendiri. Tidak masalah. Kalau PDIP sendiri belum menentukan siapa yang akan dicapreskan nantinya," sindir Maruarar, Senin (3/2).

Sebelumnya Ramadhan menyatakan bahwa popularitas Gita Wirjawan meningkat setelah memilih mundur dari jabatan Menteri Perdagangan. Namun menurut Maruarar hal tersebut tak berkaitan dengan elektabilitas.

"Ya itu memang hak Pak Gita untuk mundur dari jabatannya. Tapi kan inti dari pemimpin itu bukan mengundurkan diri, tapi bagaimana mengerti keuangan rakyat, mengerti permasalahan bangsa, ada banyak itu permasalahan bangsa yang harus diselesaikan," singgung pria yang akrab disapa Ara ini.

PDIP mengapresiasi hasil survei yang menempatkan Jokowi di peringkat teratas. Namun PDIP memilih menampung aspirasi masyarakat dalam pencapresan.

"Biarkan rakyat yang menilai antara Gita dan Jokowi. Yang jelas PDIP belum menentukan siapa capresnya dan menunggu aspirasi masyarakat. Semoga 2014 benar-benar menjadi perubahan signifikan bagi Indonesia," tutup dia.

Ruhut: PD Seperti Musuh Bersama

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA memprediksi Partai Demokrat (PD) bisa terbenam di Pemilu 2014 lantaran isu-isu korupsi yang melanda partai berlambang mercy itu. Politisi PD Ruhut Sitompul menilai PD seakan menjadi musuh bersama lewat citra yang dibentuk survei itu.

"Hasil survei LSI, terlihat bahwa kami musuh bersama," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Ruhut menilai, citra itu dimunculkan karena ketakutan sejumlah pihak terhadap PD. Mereka takut karena PD itu pro pemberantasan korupsi.

"Terlihat bahwa semuanya takut. Yang benar saja, yang ingin mencegah korupsi itu hanya PD," ucap juru bicara PD yang terkenal ceplas-ceplos ini.

Karena PD itu masih bersemangat antikorupsi, Ruhut yakin masyarakat akan tetap memilih PD di Pemilu 2014. Ketua Umum PD yang juga Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono memang mendukung KPK dalam memberantas korupsi.

"Jadi tidak usah khawatir, kami tetap optimis. Ngak apa-apa sebagian lembaga survei menyudutkan kami," katanya.

Strategi telah disiapkan PD untuk berjaya di Pemilu 2014. "Bagaimana tekniknya, itu strategi dan rahasia," pungkasnya. (detikcom/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments