Selasa, 14 Jul 2020
  • Home
  • Headlines
  • Jika Subsidi BBM Dicabut, Setiap Daerah Dapat Jatah Rp 5 Triliun

Jika Subsidi BBM Dicabut, Setiap Daerah Dapat Jatah Rp 5 Triliun

Jumat, 12 September 2014 10:23 WIB
Jakarta (SIB)- Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto punya ide agar pemerintah mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Setelah itu, dana subsidi BBM dialihkan untuk dana pembangunan di daerah.

Ia berpandangan dana tersebut dapat dibagikan ke daerah/provinsi dengan porsi setiap daerah menerima Rp 5 triliun per tahun.

"Kadin pernah usul, gini 1 provinsi diberi Rp 5 triliun. Catatannya uang itu untuk bangun infrastruktur di daerah masing-masing," kata Suryo usai menghadiri Rakernas Kadin di Balai Kartini Jakarta, Kamis (11/9).

Dengan dana sebesar itu, maka pemerintah-pemerintah daerah dapat mendanai berbagai proyek infrastruktur. Dampak jangka panjangnya dapat mendorong pemerataan pembangunan yang lebih nyata. "Bayangkan seluruh Indonesia akan ada pembangunan. Akan bergerak sangat kuat ekonomi kita," katanya.

Ia menambahkan, dana subsidi tadi juga bisa juga dialihkan untuk mendanai berbagai proyek infrastruktur nasional seperti pembangunan kilang minyak. "Untuk bangun kilang hanya perlu Rp 80 triliun. Ini kita Rp 360 triliun (subsidi BBM) kita malah buang-buang setiap tahun untuk biaya subsidi," katanya.

Padahal, selama ini dana subsidi BBM cenderung salah sasaran. Ia berpandangan, sebanyak 70% alokasi subsidi BBM malah diterima oleh orang kaya.

Industri nasional sedang mengalami tantangan yang berat, selain terkendala soal infrastruktur, industri nasional juga masih ketergantungan soal bahan pokok yang diperoleh melalui impor. Hal itu yang dikhawatirkan industri menjadi kalah saing. "Industri kita belum bisa terlalu banyak memberi nilai tambah yang berarti. Ini juga perlu menjadi pemikiran kita supaya bisa menciptakan iklim yang lebih kompetitif," tandasnya.

Rencana anggaran belanja subsidi tahun depan mencapai Rp 433,5 triliun. Untuk subsidi energi (BBM dan listrik) Rp 363,5 triliun, dan subsidi non-energi sebesar Rp 70 triliun. Alokasi subsidi energi tahun depan naik 3,8% dari 2014 yang sebesar Rp 350,3 triliun.(Dtf/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments