Sabtu, 07 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Istana Wapres Minta DPR Tak Asal Soal Panggil Paksa

Istana Wapres Minta DPR Tak Asal Soal Panggil Paksa

Kamis, 20 Februari 2014 09:29 WIB
Sib/int
Wakil Presiden Boediono
Jakarta (SIB)- Wacana pemanggilan paksa kepada Wakil Presiden Boediono sempat terlontar dari mulut timwas Century, jika orang nomer dua di Indonesia ini tidak menghadiri pemanggilan timwas Century. Istana Wapres mengingatkan tidak asal menggunakan tersebut, terlebih kasus ini telah diserahkan kepada penegak hukum.

"Mengenai pemanggilan paksa kita tanya dulu. Orang bilang DPR punya wewenang, tetapi wewenang itu punya aturan mainnya tidak bisa asal dipakai," ujar juru bicara Wares Boediono, Yopie Hidayat di Kantor Wakil Presiden, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2014).

"Itu namanya sewenang wenang," tambahnya.

Yopie menilai pemanggilan paksa memiliki tata cara yang berlalu dan juga Yopie menanyakan apakah selama ini DPR pernah menggunakan wewenang tersebut.

"Tolong ditanya kepada teman teman yang menyampaikan itu apakah DPR pernah menggunakan pemanggilan paksa. Tata caranya bagaimana?" terangnya.

Pihak Istana Wapres mengingatkan lagi Timwas Century agar hati-hati menggunakan hak itu.

"Wewenang itu ada tapi kita hati-hati menggunakannya," ucapnya.

Alasan penolakan Boediono untuk tidak menghadiri pemanggilan Timwas Century juga tetap sama, bahwa kasus Century telah diserahkan kepada lembaga penegak hukum lewat mekanisme paripurna di DPR. Bahkan Boediono juga telah dimintai keterangan oleh KPK.

"Pak Boediono menghormati keputusan DPR itu sendiri sehingga tidak dapat menghadiri panggilan," ujarnya.

Bahkan, Boediono akan mempertimbangkan dengan serius kehadirannya di pengadilan jika diminta bersaksi.

"Kalau menurut saya tidak masalah sama sekali. Itu kan masih lama dan berandai-andai kita. Pak Boediono sangat menghormati aturan hukum di Indonesia," kata Yopie dengan tegas. (detikcom/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments