Jumat, 06 Des 2019

Gadis Korban Banjir di Jaktim Mengaku Diperkosa

Rabu, 22 Januari 2014 10:00 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Gadis 20 tahun korban banjir di Jakarta Timur mengaku menjadi korban pemerkosaan. Pelaku datang dini hari kala korban tengah terlelap tidur di rumahnya.

Menurut Budi, seorang warga, Selasa (21/1), gadis itu ditinggalkan keluarganya mengungsi. Gadis itu memilih bertahan di lantai dua rumahnya. Air memang masih sampai di pintu rumah.

"Jam 3 pagi, dia teriak. Warga dengar semua," jelas Budi.

Sontak warga segera memberikan pertolongan. Orangtua korban di tempat pengungsian segera dihubungi untuk datang kembali ke rumahnya. Pintu rumah itu terkunci, agak cukup lama sampai pintu bisa dibuka.

"Pas pintu dibuka, darah di mana-mana. Gadis itu histeris," jelas Budi.

Sang ibu segera menenangkan gadis itu. Pakaiannya pun dirapikan. Semula pakaiannya terkoyak dan tak memakai celana. "Pengakuan gadis itu waktu pintu dikunci, ada pria berjubah dan giginya bertaring menyergap dia. Lehernya luka," tutur Budi.

Perempuan 20 tahun yang mengaku menjadi korban perkosaan di Jaktim masih sulit bicara soal sosok pemerkosanya. Yang dia bisa ucapkan, pemerkosa itu berjubah dan bertaring.

Saat sejumlah wartawan menyambangi kediaman korban, perempuan itu tampak kosong tatapannya. Keluarga menghibur dan berusaha menenangkan korban. Sesekali dia berteriak-teriak tak jelas.

Baju kaus merah muda dan celana panjang merah dikenakan perempuan itu. "Pelaku menggigit leher korban juga," kata Budi, tetangga korban.(dtc/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments