Selasa, 07 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Headlines
  • Diguyur Hujan Berhari-hari, Ribuan Rumah di Aceh Terendam Banjir

Diguyur Hujan Berhari-hari, Ribuan Rumah di Aceh Terendam Banjir

*Longsor, Kecamatan Lhoong Aceh Besar Terisolir
Selasa, 04 November 2014 09:25 WIB
Sib/det
Banjir bandang di Aceh Jaya sudah 2 hari ratusan rumah warga terendam air dan terisolir.
Jakarta (SIB)- Ribuan rumah di Kabupaten Aceh Barat Daya, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tergenang banjir. Banjir terjadi setelah sungai-sungai di wilayah tersebut meluap akibat hujan yang turun beberapa hari terakhir.

Berdasarkan keterangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir mulai menggenangi rumah-rumah warga sekitar pukul 19.00 WIB.
"Hujan deras yang terus menerus dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sungai-sungai di Kabupaten Aceh Barat Daya meluap dan menggenangi ribuan rumah sejak Sabtu sekitar pukul 19.00 WIB," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (1/11).

Banjir merendam wilayah Aceh Barat Daya di Kota Blangpidie, Kecamatan Mangging, Tangan-tangan, Lembah Sabil, dan Babaros. Ketinggian banjir antara 50-100 cm. BNPB mencatat, sebanyak 115 KK mengungsi di Kecamatan Mangging. Rumah yang terendam di kecamatan tesrebut mencapai 3.000 unit. Sementara di Kecamatan Tangan-tangan sebanyak 1.000 unit, Lembah Sabil 2000 unit, dan Babaros masih dalam pendataan.

Sutopo mengatakan, proses evakuasi terkendala kurangnya personel dan peralatan seperti perahu karet. Hujan yang masih turun ditambah kondisi gelap juga membuat proses evakuasi terhambat.

"Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, SAR dan Damkar penanganan darurat. Saat ini BPBD Aceh Barat Daya memusatkan kegiatan evakuasi di Kecamatan Babaros. Pendataan masih dilakukan," jelasnya.

Banjir bandang di Aceh Jaya

Warga desa Lhok Bot, Kabupaten Aceh Jaya dihebohkan munculnya buaya ke perkampungan karena banjir menggenangi desa tersebut. Sehingga membuat warga desa itu heboh dan mencari tempat yang lebih aman.

Informasi ditemukannya buaya cepat merebak pada warga. Saat ini sudah ada dua buaya yang sudah berhasil ditangkap oleh warga setempat. Diperkirakan buaya masih banyak berkeliaran masuk ke perkampungan, mengingat hujan terus mengguyur Aceh Jaya dan banjir semakin meluap.

"Sejumlah buaya sungai kini sudah naik ke pemukiman warga, kita sudah berhasil tangkap sebanyak dua buaya," kata Tengku Asrizal, Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya, Senin (3/11).

Asrizal mengaku, munculnya binatang buas tersebut membuat masyarakat setempat mulai cemas dan merasa khawatir untuk berada di dalam air. Sehingga warga lebih memilih berada di daratan tempat tidak ada air menggenangi desa tersebut.

"Saat ini masih terus mengupayakan penangkapan terhadap buaya-buaya lainnya yang kita prediksikan masih ada berkeliaran," jelasnya.

Tertangkapnya dua ekor predator air itu bermula warga sedang menjaring ikan di desanya yang meluap banjir karena hujan lebat. Akan tetapi, tiba-tiba pemilik jaring tersebut dikejutkan ada yang terjaring binatang aneh dan ternyata binatang tersebut adalah buaya dewasa.

Buaya yang telah tangkap itu, kata Asrizal diperkirakan berasal dari sungai yang ada di seputaran Lhok Bot, Aceh Jaya yang tertangkap warga. Saat ini kedua ekor buaya tersebut masih tersangkut dalam jaring ikan milik warga.

Terisolir karena Longsor

Hujan deras yang terus mengguyur Aceh menyebabkan terjadinya longsor di sejumlah titik di wilayah barat Aceh. Longsor terparah terjadi di kawasan Gunung Paro, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar yang mengakibatkan ribuan warga kecamatan tersebut terisolir.

Informasi dihimpun, akses transportasi ke Kecamatan Lhoong lumpuh total akibat sejumlah ruas jalan amblas dan longsor. Arus lalu lintas dari Banda Aceh menuju Aceh Barat maupun sebaliknya terputus.

Hal ini mengakibatkan Kecamatan Lhoong yang terletak di antara dua kabupaten tersebut terkurung. Selain di Gunung Paro, longsor juga terjadi di kawasan Gunung Geurutee, Aceh Jaya.

Seorang warga Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Yulizar, mengatakan, desa tempat tinggalnya selain terkurung akibat longsor juga terendam banjir. Sejumlah rumah warga rusak akibat tertimbun longsor dan ada juga terbawa arus saat banjir menerjang.

"Kami sudah tidak bisa ke mana-mana sekarang ini," kata Yulizar, saat dihubungi, Senin (3/11).

Menurutnya, warga Lhoong menemukan dua nelayan dalam keadaan pingsan yang terdampar di desa mereka. Namun karena kondisi Lhoong masih terkurung, kedua nelayan tersebut terpaksa dirawat di puskesmas setempat.

"Hingga kini belum ada korban jiwa akibat musibah longsor dan banjir," jelasnya.

Sejak Minggu petugas SAR Banda Aceh dibantu TNI sudah mulai membersihkan badan jalan yang tertimbun longsor. Petugas mengalami kesulitan karena tidak ada alat berat yang memadai. Jalan yang tertimbun longsor juga amblas. (detikcom/merdeka/f)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments