Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Beberkan Kelebihan JK, Umar Shihab Akan Ajak MUI Pilih Jokowi

Beberkan Kelebihan JK, Umar Shihab Akan Ajak MUI Pilih Jokowi

*Din: Umar Bukan Atas Nama MUI
Senin, 26 Mei 2014 09:33 WIB
Jakarta (SIB)- Ketua MUI Umar Shibab secara blak-blakan menyampaikan dukungannya ke duet capres cawapres Jokowi–Jusuf Kalla (JK). Umar menyatakan dukungannya kubu Jokowi karena alasan kedekatan dengan JK.

"Kalau lihat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan, saya dengan JK satu saudara, mulai dari orang tua. Orang tua saya dan orang tua Pak JK itu adalah saudara," kata Umar ketika hadir dalam deklarasi Relawan Keluarga Nusantara Jokowi–JK di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (24/5) malam.

Menurut Umar, dari segi pengalaman JK punya keunggulan positif. Di matanya, kedua tokoh tersebut taat kepada agama dan memenuhi aturan ketetapan yang ditetapkan Allah.

"(JK) Dia beberapa kali jadi menteri dan wapres tidak pernah ada ketersinggungan dengan korupsi. Jadi orang yang beriman itu harus ditandai dengan kejujuran, dan kita harus memilih orang yang beriman," ujarnya.

Umar menambahkan, tak perlu diragukan lagi bahwa dia akan memberikan suaranya kepada kubu Jokowi. Bahkan, ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI itu menyatakan dia bersedia menyebarkan kebaikan Jokowi–JK dan mengajak kalangan MUI untuk memilih keduanya.

"Berita yang baik itu boleh disampaikan kepada siapapun. Mengajak berbuat baik itu perintah agama," jelasnya.

Sebelumnya, Umar terlihat hadir ketika acara deklarasi dan pelantikan relawan Jokowi–JK. Tapi, dia menegaskan kedatanganya adalah dalam kapasitas pribadi. "Iya sebagai sahabat. Saya kan orang KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) juga," bebernya.

Din Syamsudin: Pak JK Bukan atas Nama MUI

Ketua MUI Umar Shihab secara terang-terangan mendukung Jokowi-JK dengan hadir pada peresmian relawan. Ketua Umum MUI Din Syamsudin menyebut dukungan tersebut tak mewakili organisasi.

"Saya tidak percaya kalau Pak Umar Shihab itu mendukung atas nama MUI. Karena kami bersikap netral dalam politik," kata Din.

Namun Din tak melarang jika itu adalah tindakan pribadi. Menurut Din tak ada kewajiban bagi MUI untuk memilih capres tertentu.

"Walaupun dulu pernah ada forum ukhuwah MUI yang mendorong koalisi partai Islam. Tapi walaupun ada capres yang saat ini didukung oleh sejumlah partai Islam bukan berarti MUI wajib pilih itu. Silakan saja untuk memilih yang mana saja," imbuh Din.

Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menegaskan bahwa MUI tak akan terlibat dalam mobilisasi suara. Termasuk di dalamnya adalah mengarahkan untuk memilih capres tertentu.

"MUI tidak terlibat dalam dukung-mendukung," tegasnya.

Pemuda NU Arahkan Sikap Politik ke Jokowi-JK

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) membebaskan warganya menentukan sikap politiknya pada pilpres 2014. Pemuda NU pun memutuskan sikap politiknya mendukung pasangan Jokowi-JK.

Ketua Umum GP Anshor Nusron Wahid menjelaskan ada dua alasan kenapa pemuda NU mendukung Jokowi-JK. Pertama, pemuda NU menghargai orang yang sudah berbuat secara konkret kepada bangsa Indonesia.

"Meski kecil, sejak jadi walikota, gubernur, Pak Jokowi kerjanya konkret. Tidak banyak retorika, tapi kerja, kerja dan kerja," kata Nusron, Sabtu (25/5).

Kedua, pribadi JK tidak lagi diragukan komitmen ke-NU-an dan kebangsaannya. "Bapak beliau salah satu pendiri dan pembesar NU di Sulsel. Beliau pernah jadi anggota DPRD partai NU di sulsel tahun 1971. Sekarang Mustasyar NU. Mau pilih siapa lagi kita warga NU? Masak pilih orang lain," ujar politisi Golkar ini.

Meski Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Mahfud MD secara pribadi mendukung Prabowo, Nusron yakin warga NU sudah cerdas dan akan memilih pasangan capres yang ada sentimen ke-NU-annya.

"Kita milih capres dan cawapres, bukan memilih tim sukses. Beda dong. Kalau tim sukses bekerja untuk kepentingan orang lain, bukan untuk kepentingan NU. Kalau memilih kader NU kan demi kepentingan jamaah NU. Adalah aneh kalau ada tokoh dan pimpinan NU yg mengajak untuk memilih orang lain, bukan memilih kader sendiri," terangnya.

"Kita hormati ijtihad politik Pak Mahfud, saya yakin ijtihad itu tidak akan diikuti warga. Sebab sudah cerdas dan bisa membedakan mana yang NU sejati, mana yang menjadi NU menjelang Pilpres," imbuh peraih suara terbanyak dari Golkar ini.(detikcom/r)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments