Selasa, 11 Agu 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Wamen BUMN Simpan Kekhawatiran Soal Rencana Pertamina Bangun Kilang Minyak Rp 800 Triliun

Wamen BUMN Simpan Kekhawatiran Soal Rencana Pertamina Bangun Kilang Minyak Rp 800 Triliun

Jumat, 14 Februari 2020 14:21 WIB
money.kompas.com

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyimpan kekhawatiran terkait rencana pembangunan kilang minyak oleh PT Pertamina (Persero). Pasalnya, biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangun kilang ini sangat besar sekitar Rp 800 triliun dalam waktu 7 tahun. 

Jakarta (SIB)
Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyimpan kekhawatiran terkait rencana pembangunan kilang minyak oleh PT Pertamina (Persero). Pasalnya, biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangun kilang ini sangat besar sekitar Rp 800 triliun dalam waktu 7 tahun.

Budi khawatir pembangunan kilang ini akan sia-sia nantinya, sebab sembari pembangunan kilang dilakukan, transformasi penggunaan bahan bakar kendaraan terus bergerak. Akan terjadi peralihan dari kendaraan yang berbahan bakar minyak ke listrik.
"Saya tanya apa kamu (Pertamina) yakin selama depresiasi dari Rp 700 - 800 triliun ini belum selesai dilakukan, tidak ada perubahan sistem energi dari pakai bensin jadi pakai listrik?," tuturnya di Jakarta, Selasa (11/2).

Menurut Mantan Direktur Utama PT Inalum itu, perkembangan zaman terus terjadi dan mendorong adanya transformasi pola kebiasaan masyarakat.

"Di tahun 1700-1800 ada saatnya sistem di energi dunia semula hanya dibakar untuk matang, dengan penemuan bisa membuat energi jadi jalan," kata Budi.

Tren transformasi energi BBM ke listrik juga sudah ramai terjadi di dunia. Hal ini akibat pentingnya isu lingkungan sehingga menuntut adanya kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Karenanya, pria yang juga sempat menjabat Direktur Utama Bank Mandiri itu meminta Pertamina melakukan perhitungan kembali terkait rencana pembangunan kilang tersebut.

"Jadi kalau itu (pembangunan kilang) belum terjadi, akibatnya adalah investasi Rp 700 triliun itu menjadikan produk yang tidak akan dipakai oleh ratusan rakyat Indonesia," ucap dia. (Kompas.com/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments